BlackBerry dan BBM: Dari Ikon Komunikasi ke Pelajaran Adaptasi Teknologi

2 menit baca Unduh PDF
Ilustrasi transisi dari ponsel berkeyboard fisik menuju ekosistem ponsel layar sentuh

Pernahkah Anda bertukar PIN BBM, mengubah status, atau mendengar bunyi notifikasi khas BlackBerry? Pada masanya, BlackBerry dan BlackBerry Messenger bukan sekadar perangkat dan aplikasi. Keduanya ikut membentuk kebiasaan komunikasi digital, terutama ketika percakapan melalui ponsel mulai menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Mengapa BlackBerry Terasa Berbeda?

Sebelum layar sentuh mendominasi pasar, banyak model BlackBerry dikenal melalui keyboard fisik QWERTY. Susunan tombol kecil itu memungkinkan pengguna mengetik dengan dua jempol dan memberi pengalaman yang identik dengan merek tersebut.

Daya tarik lainnya adalah layanan surel bergerak yang praktis. Pesan dapat diterima langsung di perangkat tanpa pengguna harus terus-menerus membuka dan memeriksa kotak masuk secara manual. Kombinasi keyboard, surel, dan desain yang berorientasi pada produktivitas membuat BlackBerry kuat di lingkungan kerja sekaligus menarik bagi pengguna umum.

BBM dan Budaya Bertukar PIN

BBM, singkatan dari BlackBerry Messenger, menghadirkan percakapan instan yang awalnya melekat pada perangkat BlackBerry. Identitas pengguna terhubung melalui PIN. Karena itu, pertanyaan “PIN kamu berapa?” pernah menjadi cara umum untuk menambah kontak baru.

Fitur pesan, foto, rekaman suara, file, grup, status, dan broadcast membuat BBM lebih dari sekadar ruang percakapan pribadi. Di Indonesia, fitur-fitur tersebut masuk ke pergaulan, keluarga, sekolah, komunitas, dan kegiatan jual beli. Eksklusivitas ini ikut memperkuat daya tarik BlackBerry, tetapi kemudian juga menjadi tantangan ketika pengguna berpindah ke perangkat lain.

Pasar Berubah Menjadi Ekosistem Aplikasi

Kehadiran iPhone dan berbagai ponsel Android mengubah harapan pengguna. Ponsel tidak lagi dinilai hanya dari kemampuan surel dan pesan, tetapi juga dari layar sentuh, kamera, peramban, toko aplikasi, permainan, serta pilihan aplikasi komunikasi lintas merek.

BBM diperluas ke Android dan iPhone pada 2013. Namun pada saat itu persaingan aplikasi pesan sudah berkembang pesat. Layanan BBM untuk konsumen akhirnya ditutup pada 31 Mei 2019. Penutupan ini tidak berarti seluruh teknologi BlackBerry hilang. BlackBerry tetap mengembangkan produk untuk komunikasi dan pengelolaan perangkat tingkat organisasi, sementara BBM Enterprise menjadi produk yang berbeda dari layanan BBM konsumen yang dahulu populer.

Pelajaran dari BlackBerry dan BBM

  • Keunggulan produk dapat berubah menjadi keterbatasan. Eksklusivitas BBM membantu penjualan perangkat, tetapi aplikasi lintas platform kemudian lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna.
  • Produk bersaing sebagai bagian dari ekosistem. Pilihan aplikasi, kamera, layanan pengembang, dan kemudahan berpindah perangkat menjadi sama pentingnya dengan perangkat keras.
  • Momentum sangat menentukan. Adaptasi yang benar tetap dapat terlambat jika pengguna sudah membentuk kebiasaan baru.
  • Merek dapat berganti fokus. Menurunnya ponsel BlackBerry bukan berarti perusahaan berhenti beroperasi; fokus bisnisnya bergeser.

Pertanyaan Singkat

Apakah BBM hanya tersedia di BlackBerry?

Pada awalnya BBM melekat pada perangkat BlackBerry. Pada 2013, layanan ini diperluas ke Android dan iPhone.

Kapan layanan BBM konsumen ditutup?

Layanan BBM untuk konsumen ditutup pada 31 Mei 2019. BBM Enterprise merupakan layanan berbeda untuk kebutuhan organisasi.

Sumber dan Bacaan Lanjutan

  • Wikipedia, “BBM (software)”
    https://en.wikipedia.org/wiki/BBM_(software)
  • Wikipedia, “BlackBerry”
    https://en.wikipedia.org/wiki/BlackBerry
  • BlackBerry, “BlackBerry UEM”
    https://www.blackberry.com/en/secure-communications/blackberry-uem

Artikel Lainnya