Mengenal Huruf Arab (Hijaiyah): Nama, Bunyi, dan Cara Menyambungnya

Belajar bahasa Arab dimulai dengan mengenali hurufnya. Huruf Arab sering disebut huruf hijaiyah. Bagi pemula, tantangannya bukan hanya menghafal nama 28 huruf, tetapi juga mengenali titik, melatih bunyi, dan memahami perubahan bentuk huruf ketika disambung menjadi kata.
Artikel ini memperkenalkan huruf Arab secara bertahap. Transliterasi Latin digunakan sebagai alat bantu awal, tetapi tidak dapat menggantikan contoh pengucapan dari guru atau rekaman yang benar.
Apa yang dimaksud dengan huruf Arab atau hijaiyah?
Alfabet Arab tradisional memiliki 28 huruf dasar. Huruf-huruf ini digunakan untuk menulis bahasa Arab dan juga menjadi dasar beberapa sistem tulisan lain. Dalam tulisan sehari-hari, huruf Arab bersifat kursif: banyak huruf dapat tersambung dengan huruf di sebelahnya.
Berbeda dari tulisan Latin yang dibaca dari kiri ke kanan, bahasa Arab ditulis dan dibaca dari kanan ke kiri. Namun, angka di dalam teks Arab dapat memiliki aturan arah yang berbeda. Untuk tahap awal, biasakan mata menemukan huruf paling kanan terlebih dahulu.

Urutan 28 huruf Arab
Urutan dasarnya adalah:
ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن ه و ي
Nama yang lazim digunakan dalam pembelajaran di Indonesia adalah: Alif, Ba, Ta, Tsa, Jim, Ha (ح), Kha, Dal, Dzal, Ra, Zai, Sin, Syin, Sad, Dad, Ta (ط), Zha, Ain, Ghain, Fa, Qaf, Kaf, Lam, Mim, Nun, Ha (ه), Wau, dan Ya.
Beberapa buku menulis nama yang sama dengan ejaan berbeda, misalnya kha/kho, qaf/qof, atau sad/shad. Perbedaan ejaan Latin itu tidak mengubah huruf Arabnya.
Gunakan titik untuk membedakan bentuk yang mirip
Banyak huruf Arab memiliki kerangka yang serupa. Letak dan jumlah titik membantu kita membedakannya. Pelajari huruf dalam kelompok bentuk berikut:
- ب ت ث — satu titik di bawah, dua titik di atas, dan tiga titik di atas.
- ج ح خ — titik di bawah, tanpa titik, dan titik di atas.
- د ذ serta ر ز — bentuk berpasangan, dibedakan oleh titik.
- س ش, ص ض, ط ظ, dan ع غ — tiap pasangan memiliki kerangka yang berhubungan.
- ف ق — keduanya bertitik, tetapi bentuk dan jumlah titiknya berbeda.
Latihan yang efektif bukan hanya mengulang urutan alfabet. Ambil satu kelompok, tutup nama Latinnya, lalu sebutkan huruf berdasarkan posisi titik.
Mengapa bentuk huruf berubah ketika disambung?
Satu huruf dapat memiliki tampilan yang berbeda ketika berdiri sendiri, berada di awal, tengah, atau akhir rangkaian. Perubahan itu bukan berarti hurufnya berganti. Bentuknya menyesuaikan agar garis tulisan dapat tersambung.

Contoh huruf ب:
- Berdiri sendiri: ب
- Di awal sambungan: بـ
- Di tengah sambungan: ـبـ
- Di akhir sambungan: ـب
Ada enam huruf dasar yang perlu diperhatikan: ا د ذ ر ز و. Huruf-huruf ini dapat tersambung dengan huruf sebelumnya di sisi kanan, tetapi tidak menyambung ke huruf berikutnya di sisi kiri. Karena itu, kita dapat melihat celah di tengah sebuah kata walaupun kata tersebut tidak selesai.
Harakat membantu menunjukkan vokal pendek
Huruf Arab pada dasarnya menyatakan konsonan dan beberapa vokal panjang. Untuk membantu pembaca—terutama pemula—tanda kecil bernama harakat dapat ditambahkan di atas atau di bawah huruf.
| Tanda | Nama | Contoh | Bantuan bunyi |
|---|---|---|---|
| ◌َ | Fathah | بَ | ba, vokal pendek a |
| ◌ِ | Kasrah | بِ | bi, vokal pendek i |
| ◌ُ | Dammah | بُ | bu, vokal pendek u |
| ◌ْ | Sukun | بْ | tidak diikuti vokal pendek |
Harakat bukan huruf baru. Tanda tersebut memberi informasi tambahan tentang cara membaca. Dalam banyak teks Arab untuk pembaca mahir, sebagian harakat tidak ditulis karena bunyi dapat dipahami dari kosakata dan tata bahasa.
Transliterasi tidak dapat mewakili semua bunyi
Beberapa bunyi Arab mendekati bunyi Indonesia, misalnya ب dengan b, م dengan m, dan ن dengan n. Namun, beberapa huruf tidak mempunyai padanan yang benar-benar sama dalam bahasa Indonesia, seperti ث ح خ ذ ص ض ط ظ ع غ ق.
Karena itu, tulisan “tsa”, “kha”, “ain”, atau “qaf” hanya petunjuk. Dengarkan contoh yang benar, perhatikan posisi lidah dan tenggorokan, lalu tirukan perlahan. Jangan memaksakan semua bunyi menjadi bunyi Latin yang sudah dikenal.
Latihan membaca sederhana
Coba baca dari kanan ke kiri:
- بَ تَ ثَ
- بِ تِ ثِ
- بُ تُ ثُ
Setelah itu, amati tiga kata berikut. Tujuannya bukan menghafalkan tata bahasa, melainkan melihat sambungan dan harakat:
- بَاب — bāb, berarti pintu.
- كِتَاب — kitāb, berarti buku.
- قَلَم — qalam, berarti pena.
Pada kata بَاب, perhatikan bahwa alif tidak menyambung ke huruf ba yang berada setelahnya di sebelah kiri. Celah tersebut adalah bagian normal dari sistem tulisan Arab, bukan pemisah kata.
Cara belajar agar tidak cepat lupa
- Pelajari berdasarkan kelompok bentuk. Cara ini lebih ringan daripada menghafal 28 bentuk sekaligus.
- Tulis sambil menyebut nama huruf. Gabungkan gerak tangan, penglihatan, dan suara.
- Bedakan pengenalan huruf dan latihan bunyi. Anda mungkin sudah mengenali bentuk tetapi masih perlu melatih pengucapan.
- Berlatih singkat tetapi rutin. Lima sampai sepuluh menit setiap hari biasanya lebih mudah dipertahankan daripada satu sesi panjang.
- Periksa arah tulisan. Mulailah dari kanan dan jangan membalik bentuk ketika menyalin.
Uji diri
- Huruf apa yang memiliki satu titik di bawah dan bentuk dasar yang sama dengan ta dan tsa?
- Sebutkan tiga harakat untuk vokal pendek a, i, dan u.
- Mengapa bentuk huruf dapat berbeda di awal dan akhir kata?
- Sebutkan enam huruf yang memutus sambungan dengan huruf berikutnya di sebelah kiri.
Jawaban: (1) Ba, ب. (2) Fathah, kasrah, dan dammah. (3) Karena tulisan Arab bersifat kursif dan bentuk huruf menyesuaikan posisinya dalam sambungan. (4) ا د ذ ر ز و.
Kesimpulan
Belajar huruf Arab tidak berhenti pada menghafal urutan alif sampai ya. Siswa juga perlu membaca dari kanan ke kiri, mengenali kelompok bentuk dan titik, memahami perubahan bentuk saat huruf disambung, serta memakai harakat sebagai petunjuk bunyi. Jika dasar ini sudah kuat, membaca kata dan kalimat Arab akan menjadi lebih teratur.


