Bermain dengan Cahaya
Cahaya membuat kita dapat melihat benda di sekitar. Saat cahaya mengenai benda, sebagian cahaya dipantulkan ke mata kita sehingga benda tersebut terlihat. Jika tidak ada cahaya, mata sulit mengenali benda.
Pada bab ini, kamu akan menyelidiki sifat-sifat cahaya melalui peristiwa sehari-hari. Kamu akan mempelajari cahaya yang merambat lurus, cahaya yang dipantulkan, cahaya yang dapat menembus benda bening, bayangan, pembiasan, penguraian cahaya putih menjadi warna-warna, serta pemanfaatan cahaya dalam kehidupan.

Cahaya sering kita temui pada sinar matahari, lampu, senter, cermin, kaca jendela, pelangi, lampu lalu lintas, lampu sein, kamera, dan kaca pembesar. Dengan memahami sifat cahaya, kita dapat menjelaskan mengapa bayangan berubah, mengapa benda di balik kaca terlihat jelas, mengapa pensil dalam air tampak bengkok, dan bagaimana periskop dapat membantu melihat benda yang terhalang.
Tujuan Pembelajaran
Setelah belajar bab ini, kamu diharapkan dapat:
- Menjelaskan bahwa kita melihat benda karena cahaya dipantulkan dari benda ke mata.
- Menjelaskan bahwa cahaya merambat lurus.
- Menjelaskan pemantulan cahaya pada cermin dan permukaan lain.
- Membedakan benda bening, buram, dan gelap berdasarkan kemampuan ditembus cahaya.
- Menjelaskan pembentukan bayangan serta pengaruh posisi dan jarak sumber cahaya.
- Menjelaskan pembiasan dan penguraian cahaya secara sederhana.
- Memberi contoh pemanfaatan sifat cahaya dalam kehidupan sehari-hari.
- Merancang alat sederhana yang memanfaatkan sifat cahaya, seperti periskop.
Pertanyaan Pemantik
- Mengapa kita sulit melihat benda di tempat gelap?
- Mengapa sinar senter tampak bergerak lurus?
- Mengapa cermin dapat membantu kita melihat benda di belakang?
- Mengapa bayangan tubuhmu berubah panjang saat pagi, siang, dan sore?
- Mengapa pensil di dalam gelas berisi air terlihat bengkok?
- Bagaimana cahaya dimanfaatkan selain untuk penerangan?