Teori - Membilang sampai 10
Bab ini sesuai dengan Matematika Fase A. Fokusnya adalah membangun intuisi bilangan atau number sense. Artinya, kamu tidak hanya menghafal angka, tetapi juga memahami banyak benda yang diwakili angka itu.
1. Menghitung Banyak Benda
Menghitung berarti mencari tahu ada berapa banyak benda.
Cara menghitung yang baik:
- Tunjuk benda pertama.
- Sebutkan "satu".
- Pindah ke benda berikutnya.
- Sebutkan bilangan berikutnya.
- Jangan ada benda yang dihitung dua kali.
- Jangan ada benda yang terlewat.
Contoh:
- 1 bola dibaca satu bola.
- 2 pensil dibaca dua pensil.
- 5 buku dibaca lima buku.
- 10 jari tangan dibaca sepuluh jari tangan.
Kamu dapat menghitung benda di kelas, seperti pensil, penghapus, buku, kancing, biji, atau mainan.
2. Membaca dan Menulis Bilangan
Bilangan dapat ditulis dengan lambang angka.
| Lambang |
Dibaca |
| 0 |
nol |
| 1 |
satu |
| 2 |
dua |
| 3 |
tiga |
| 4 |
empat |
| 5 |
lima |
| 6 |
enam |
| 7 |
tujuh |
| 8 |
delapan |
| 9 |
sembilan |
| 10 |
sepuluh |
Bilangan 0 dibaca nol. Nol digunakan untuk menunjukkan bahwa tidak ada benda.
Contoh:
- Keranjang berisi 3 bola. Banyak bola adalah 3.
- Keranjang tidak berisi bola. Banyak bola adalah 0.
Nol berbeda dengan kata kosong. Nol adalah nama bilangan. Kosong adalah keadaan tidak berisi.
3. Bingkai 10
Bingkai 10 adalah kotak yang terdiri dari 10 tempat. Biasanya ada 2 baris dan 5 kolom.

Gambar: bingkai 10 membantu melihat banyak benda dari 0 sampai 10.
Bingkai 10 membantu kita melihat bilangan dengan cepat.
Contoh:
- Jika baris atas penuh, banyaknya 5.
- Jika baris atas penuh dan ada 2 benda di bawah, banyaknya 7.
- Jika semua tempat penuh, banyaknya 10.
- Jika tidak ada benda, banyaknya 0.
Kamu bisa menggunakan kancing, biji, batu kecil, atau gambar lingkaran untuk mengisi bingkai 10.
4. Membandingkan Banyak Benda
Membandingkan berarti melihat dua kelompok benda, lalu menentukan hubungan banyaknya.
Ada tiga kata penting:
Sama banyak
Dua kelompok memiliki jumlah benda yang sama.
Lebih banyak
Satu kelompok memiliki jumlah benda lebih besar.
Lebih sedikit
Satu kelompok memiliki jumlah benda lebih kecil.

Gambar: dua kelompok benda dapat dibandingkan dengan menghitung atau memasangkan satu per satu.
Contoh:
- 4 apel dan 4 jeruk adalah sama banyak.
- 6 pensil lebih banyak daripada 3 pensil.
- 2 buku lebih sedikit daripada 5 buku.
Cara mudah membandingkan:
- Hitung benda pada kelompok pertama.
- Hitung benda pada kelompok kedua.
- Bandingkan bilangannya.
Kamu juga bisa memasangkan benda satu per satu. Jika ada kelompok yang masih tersisa, kelompok itu lebih banyak.
5. Menghitung Maju dan Mundur
Menghitung maju berarti menyebut bilangan dari kecil ke besar.
Contoh menghitung maju:
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
Menghitung mundur berarti menyebut bilangan dari besar ke kecil.
Contoh menghitung mundur:
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1

Gambar: menghitung maju bertambah 1, sedangkan menghitung mundur berkurang 1.
Latihan sederhana:
- Naik tangga sambil menghitung maju.
- Turun tangga sambil menghitung mundur.
- Berbaris dengan teman, lalu menyebut bilangan bergantian.
6. Pasangan Bilangan
Satu bilangan dapat dipisahkan menjadi dua bagian. Dua bagian dapat digabungkan kembali menjadi satu bilangan.
Contoh:
- 5 dapat dipisah menjadi 2 dan 3.
- 5 juga dapat dipisah menjadi 4 dan 1.
- 7 dapat dibuat dari 5 dan 2.
- 8 dapat dibuat dari 5 dan 3.

Gambar: pasangan bilangan membantu melihat bahwa satu bilangan dapat disusun dari dua bagian.
Gunakan benda konkret agar mudah.
Contoh kegiatan:
- Ambil 6 kancing.
- Pisahkan menjadi dua kelompok.
- Hitung kelompok pertama.
- Hitung kelompok kedua.
- Ceritakan hasilnya.
Misalnya 6 kancing dipisah menjadi 4 dan 2. Maka 6 dapat disusun dari 4 dan 2.
7. Belajar dengan Benda di Sekitar
Kamu bisa berlatih membilang dengan benda yang aman dan mudah dihitung.
Contoh benda:
- jari tangan;
- pensil;
- penghapus;
- tutup botol;
- kancing;
- biji;
- balok mainan;
- daun kecil.
Saat belajar, ucapkan bilangan dengan suara jelas. Tulis lambang bilangannya dengan rapi. Jika belum bisa, coba lagi pelan-pelan.