Teori - Mengukur Panjang Benda
Di bab ini, kamu belajar melihat panjang benda dengan lebih teliti. Kamu akan membandingkan, mengurutkan, memperkirakan, lalu mengukur panjang benda di sekitarmu.
Kita memakai satuan tidak baku, seperti jengkal, sedotan, koin, atau klip, agar pengukuran mudah dicoba di rumah dan di kelas.
1. Apa Itu Panjang?
Panjang adalah ukuran dari satu ujung benda ke ujung lainnya.
Contoh benda yang memiliki panjang:
- pensil
- buku
- meja
- pita
- sedotan
- kotak pensil
Untuk benda yang berdiri tegak, kita sering memakai kata tinggi.
Contoh:
- tinggi badan
- tinggi pohon
- tinggi botol
Untuk benda yang mendatar, kita sering memakai kata panjang.
Contoh:
- panjang pensil
- panjang meja
- panjang pita
2. Membandingkan Panjang Benda
Membandingkan panjang berarti melihat benda mana yang lebih panjang, lebih pendek, atau sama panjang.

Gambar: ujung benda harus dibuat sejajar agar panjangnya mudah dibandingkan.
Cara membandingkan panjang benda:
- Letakkan dua benda berdekatan.
- Samakan salah satu ujungnya.
- Lihat ujung lainnya.
- Tentukan benda yang lebih panjang atau lebih pendek.
Contoh kalimat:
- Pensil biru lebih panjang dari pensil hijau.
- Pensil hijau lebih pendek dari pensil biru.
- Dua sedotan itu sama panjang.
3. Mengurutkan Panjang Benda
Jika ada tiga benda atau lebih, kita dapat mengurutkannya.

Gambar: benda dapat diurutkan dari paling pendek ke paling panjang.
Kata yang digunakan:
- paling panjang
- paling pendek
- lebih panjang
- lebih pendek
- sama panjang
Contoh:
Urutan pita dari paling pendek ke paling panjang adalah A, C, B.
Artinya:
- Pita A paling pendek.
- Pita B paling panjang.
- Pita C berada di antara A dan B.
4. Mengukur dengan Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak selalu sama untuk semua orang atau semua benda.
Contoh satuan tidak baku:
- jengkal tangan
- telapak kaki
- sedotan
- koin
- penjepit kertas
- klip

Gambar: jengkal, sedotan, koin, dan klip dapat dipakai untuk mengukur panjang benda.
Contoh:
- Panjang meja adalah 5 jengkal.
- Panjang buku adalah 3 sedotan.
- Panjang pita adalah 6 koin.
Saat mengukur satu benda, gunakan satu jenis satuan yang sama sampai selesai.
Jangan mencampur satuan, misalnya sebagian memakai sedotan dan sebagian memakai koin.
5. Cara Mengukur yang Benar
Mengukur harus dilakukan dengan rapi agar hasilnya mendekati benar.

Gambar: alat ukur harus mulai dari ujung benda, rapat, tidak bertumpuk, dan tidak miring.
Cara mengukur yang benar:
- Mulai dari ujung benda.
- Letakkan alat ukur secara rapat.
- Jangan membuat alat ukur bertumpuk.
- Jangan memiringkan alat ukur.
- Hitung banyak satuan yang menutupi panjang benda.
Contoh:
Jika sebuah buku tertutup oleh 4 sedotan yang rapat, maka panjang buku adalah 4 sedotan.
6. Estimasi Panjang
Estimasi berarti memperkirakan atau menebak dengan alasan.
Sebelum mengukur, kita boleh menebak panjang benda.
Setelah itu, kita mengukur untuk mengecek apakah tebakan kita dekat dengan hasil sebenarnya.

Gambar: estimasi dicatat sebelum mengukur, lalu dibandingkan dengan hasil pengukuran.
Contoh:
| Nama Benda |
Tebakanku |
Hasil Pengukuranku |
| Meja |
4 jengkal |
5 jengkal |
| Buku |
2 jengkal |
2 jengkal |
| Kotak pensil |
3 klip |
4 klip |
Estimasi boleh belum tepat. Yang penting kamu berani memperkirakan dan mengeceknya dengan mengukur.
7. Jarak Aman
Mengukur panjang juga berguna untuk menjaga kebiasaan sehat.
Contoh:
- Jarak aman membaca buku sekitar 3 jengkal dari mata.
- Jarak aman menonton laptop atau ponsel sekitar 4 jengkal dari mata.
Jarak aman membantu mata tetap nyaman saat membaca atau menonton.
8. Ayo Mencoba
Pilih lima benda di sekitar rumah atau kelas.
Untuk setiap benda:
- Tulis nama bendanya.
- Tebak panjangnya.
- Ukur dengan jengkal, sedotan, koin, atau klip.
- Catat hasilnya.
- Ceritakan benda mana yang paling panjang dan paling pendek.