Teori - Pengukuran Luas dan Volume
1. Mengenal Luas
Luas adalah ukuran banyak daerah yang menutupi permukaan bangun datar.

Contoh:
Sebuah persegi panjang tertutup oleh 12 kotak satuan.
Maka luas persegi panjang itu adalah 12 kotak satuan.
Jika setiap kotak memiliki ukuran 1 cm x 1 cm, maka setiap kotak bernilai 1 cm2.
Jadi, luasnya adalah 12 cm2.
2. Satuan Tidak Baku dan Satuan Baku Luas
Satuan tidak baku adalah satuan yang belum tentu sama ukurannya untuk setiap orang.
Contoh satuan tidak baku luas:
- Daun.
- Potongan kertas.
- Ubin mainan.
- Telapak tangan.
Satuan baku adalah satuan yang ukurannya sama dan disepakati.
Contoh satuan baku luas:
- cm2 untuk benda kecil.
- m2 untuk benda yang lebih besar.

Mengukur dengan satuan baku membuat hasil pengukuran lebih mudah dibandingkan.
3. Menghitung Luas Persegi Panjang
Luas persegi panjang dapat dihitung dengan mengalikan banyak kotak pada baris dan kolom.

Contoh:
Sebuah persegi panjang memiliki 5 kolom dan 3 baris kotak.
Luas = 5 x 3 = 15 kotak satuan.
Jika satu kotak bernilai 1 cm2, maka luasnya 15 cm2.
Perkalian membantu kita menghitung luas lebih cepat tanpa menghitung kotak satu per satu.
4. Mengestimasi Luas
Estimasi berarti memperkirakan hasil sebelum mengukur tepat.

Cara mengestimasi luas:
- Pilih satuan pembanding yang sesuai.
- Perkirakan berapa banyak satuan yang menutupi daerah.
- Hitung secara tepat untuk memeriksa perkiraan.
Contoh:
Sebuah buku kira-kira tertutup oleh 20 kartu kecil. Setelah dihitung, ternyata diperlukan 22 kartu kecil.
Estimasi 20 kartu cukup dekat dengan hasil tepat 22 kartu.
5. Mengenal Volume
Volume adalah ukuran banyak ruang yang dapat diisi oleh sebuah benda.

Volume dapat diukur dengan kubus satuan.
Contoh:
Sebuah kotak diisi 24 kubus kecil yang sama besar.
Maka volume kotak itu adalah 24 kubus satuan.
Jika setiap kubus adalah kubus 1 cm x 1 cm x 1 cm, maka volume dapat dinyatakan sebagai 24 cm3.
6. Satuan Tidak Baku dan Satuan Baku Volume
Satuan tidak baku volume adalah satuan yang ukurannya dapat berbeda-beda.
Contoh:
- Gelas.
- Gayung.
- Botol kecil.
- Kubus mainan.
Satuan baku volume memiliki ukuran yang disepakati.
Contoh:
- ml untuk volume cairan yang kecil.
- liter untuk volume cairan yang lebih banyak.
- cm3 untuk volume benda kecil yang dapat dimodelkan dengan kubus satuan.

Saat menggunakan satuan tidak baku, gunakan satuan yang sama ukurannya dan isi ruang sampai penuh tanpa celah besar.
7. Menghitung Volume Balok dari Kubus Satuan
Untuk balok yang tersusun rapi dari kubus satuan, volume dapat dihitung dari panjang, lebar, dan tinggi.

Contoh:
Sebuah balok memiliki:
- panjang 4 kubus,
- lebar 3 kubus,
- tinggi 2 kubus.
Volume = 4 x 3 x 2 = 24 kubus satuan.
Artinya, balok tersebut memuat 24 kubus kecil yang sama besar.
8. Mengestimasi Volume
Estimasi volume dilakukan dengan memperkirakan banyak kubus satuan yang dapat mengisi ruang.
Contoh:
Sebuah tempat pensil berbentuk kotak kira-kira dapat diisi 30 kubus kecil. Setelah disusun, ternyata tempat pensil itu memuat 32 kubus kecil.
Perkiraan 30 kubus cukup dekat dengan hasil sebenarnya.
Tips estimasi volume:
- Perhatikan ukuran panjang, lebar, dan tinggi benda.
- Bayangkan susunan kubus satuan di dalam benda.
- Gunakan perkalian jika susunannya berbentuk balok.
9. Ayo Mengamati
Pilih dua benda di sekitarmu.
- Ukur luas permukaannya menggunakan kertas kecil yang sama ukuran.
- Perkirakan luasnya terlebih dahulu, lalu hitung tepat.
- Jika ada kotak kosong, perkirakan berapa kubus kecil yang dapat mengisinya.
- Bandingkan hasil estimasi dan hasil pengukuran tepat.