Teori - Piktogram dan Diagram Batang
1. Dari Data ke Diagram
Data dapat diperoleh dengan mengamati, menghitung, bertanya, atau melakukan survei sederhana.

Langkah menyajikan data:
- Tentukan hal yang ingin diketahui.
- Kumpulkan data.
- Susun data dalam tabel.
- Pilih bentuk penyajian, misalnya piktogram atau diagram batang.
- Periksa apakah diagram sudah sesuai dengan data.
Contoh pertanyaan survei:
"Apa buah kesukaan siswa kelas 4?"
Jawaban siswa dapat dihitung, lalu ditulis dalam tabel sebelum dibuat diagram.
2. Tabel Frekuensi
Tabel frekuensi menunjukkan banyak data untuk setiap kategori.
Contoh:
| Buah |
Banyak Siswa |
| Apel |
5 |
| Pisang |
3 |
| Jeruk |
6 |
| Mangga |
4 |
Dari tabel tersebut, kita dapat melihat bahwa jeruk dipilih paling banyak dan pisang dipilih paling sedikit.
Tabel adalah dasar untuk membuat piktogram dan diagram batang.
3. Piktogram
Piktogram adalah diagram yang menggunakan gambar atau simbol untuk mewakili data. Piktogram juga disebut diagram gambar.

Pada bab ini, piktogram memakai skala satu satuan.
Artinya:
1 gambar = 1 data.
Contoh:
Jika apel dipilih 5 siswa, maka pada baris apel digambar 5 simbol apel.
Simbol pada piktogram sebaiknya sama bentuk dan ukurannya. Jika satu simbol mewakili 1 data, jangan mengganti makna simbol di tengah diagram.
Piktogram cocok untuk data yang jumlahnya tidak terlalu banyak dan mudah digambarkan dengan simbol.
4. Membaca Piktogram
Untuk membaca piktogram, perhatikan judul, kategori, simbol, dan keterangan skala. Pada bab ini, skala piktogram adalah satu satuan.

Pertanyaan yang dapat dijawab dari piktogram:
- Kategori apa yang paling banyak?
- Kategori apa yang paling sedikit?
- Berapa jumlah seluruh data?
- Berapa selisih dua kategori?
Contoh:
Apel 5 siswa dan pisang 3 siswa.
Selisihnya:
5 - 3 = 2 siswa.
5. Diagram Batang
Diagram batang menyajikan data dengan batang. Panjang atau tinggi batang menunjukkan banyak data.

Pada diagram batang skala satu satuan, setiap jarak pada sumbu menyatakan 1 data.
Bagian penting diagram batang:
- Judul diagram.
- Nama kategori.
- Sumbu banyak data.
- Batang yang sesuai dengan banyak data.
- Skala angka yang jelas dan dimulai dari 0.
Jika data apel 5, maka tinggi batang apel sampai angka 5.
Batang untuk setiap kategori sebaiknya memiliki lebar yang sama. Perbedaan banyak data ditunjukkan oleh tinggi atau panjang batang, bukan oleh tebal batang.
6. Diagram Batang Horizontal
Diagram batang juga dapat dibuat mendatar.

Pada diagram batang horizontal, panjang batang ke kanan menunjukkan banyak data.
Diagram batang horizontal sering nyaman dipakai jika nama kategori cukup panjang.
Contoh:
Data alat tulis di kelas dapat ditampilkan dengan batang mendatar untuk pensil, penghapus, penggaris, dan buku tulis.
7. Membandingkan dan Menafsirkan Diagram
Menafsirkan diagram berarti menjawab pertanyaan berdasarkan data pada diagram.

Langkah menafsirkan diagram:
- Baca judul diagram.
- Perhatikan kategori yang ditampilkan.
- Baca banyak data setiap kategori.
- Bandingkan data jika diminta.
- Hitung jumlah atau selisih jika diperlukan.
Contoh:
Data buku yang dibaca:
- Komik 7 buku.
- Cerita rakyat 5 buku.
Komik lebih banyak 2 buku daripada cerita rakyat karena 7 - 5 = 2.
8. Memilih Piktogram atau Diagram Batang
Piktogram mudah dibaca jika simbolnya jelas dan jumlah data tidak terlalu besar.
Diagram batang lebih mudah dipakai untuk membandingkan beberapa kategori, terutama jika jumlah datanya cukup banyak.
Keduanya harus dibuat sesuai data. Diagram yang rapi membantu pembaca memahami informasi dengan cepat.
9. Ayo Mencoba
Lakukan survei kecil di kelas.
Pilih salah satu pertanyaan:
- Apa buah kesukaan teman-teman?
- Apa kegiatan olahraga yang paling disukai?
- Apa warna botol minum yang paling banyak?
- Berapa banyak buku cerita yang dibaca minggu ini?
Buat tabel data, lalu sajikan dalam piktogram dan diagram batang.