Teori - Luas Daerah Bangun Datar
1. Konsep Luas Daerah
Luas menyatakan banyaknya daerah yang menutupi bagian dalam bangun datar.

Luas dapat diperkirakan dengan menutup daerah memakai persegi satuan.
Contoh:
Jika sebuah daerah tertutup oleh 12 persegi satuan, maka luas daerah itu adalah 12 satuan persegi.
Satuan luas ditulis sebagai satuan persegi, misalnya cm2, m2, atau km2.
Saat memakai persegi satuan, setiap persegi harus sama besar, menutup daerah dengan rapat, tidak saling bertumpuk, dan tidak meninggalkan celah.
2. Luas Persegi
Persegi memiliki empat sisi sama panjang.

Rumus:
L=sisi×sisi
Contoh:
Sebuah persegi memiliki sisi 8 cm.
Luas=8×8=64 cm2
3. Luas Persegi Panjang
Persegi panjang memiliki panjang dan lebar.

Rumus:
L=panjang×lebar
Contoh:
Sebuah persegi panjang memiliki panjang 12 cm dan lebar 5 cm.
Luas=12×5=60 cm2
4. Luas Segitiga
Segitiga dapat dipandang sebagai setengah dari persegi panjang atau jajar genjang.

Rumus:
L=21×alas×tinggi
Tinggi segitiga adalah jarak tegak lurus dari alas ke titik sudut di hadapannya. Tinggi tidak selalu sama dengan sisi miring.
Contoh:
Sebuah segitiga memiliki alas 10 cm dan tinggi 6 cm.
Luas=21×10×6=30 cm2
5. Luas Jajar Genjang
Jajar genjang dapat disusun ulang menjadi persegi panjang tanpa mengubah luasnya.

Rumus:
L=alas×tinggi
Tinggi jajar genjang adalah jarak tegak lurus antara dua sisi sejajar. Karena itu, tinggi berbeda dari sisi miring.
Contoh:
Alas jajar genjang 14 cm dan tingginya 7 cm.
Luas=14×7=98 cm2
6. Luas Trapesium
Trapesium memiliki dua sisi sejajar. Kedua sisi sejajar itu disebut sisi atas dan sisi bawah.

Rumus:
L=21×(sisi atas+sisi bawah)×tinggi
Tinggi trapesium adalah jarak tegak lurus antara dua sisi sejajar.
Contoh:
Sisi atas trapesium 8 cm, sisi bawah 14 cm, dan tinggi 6 cm.
Luas=21×(8+14)×6=66 cm2
7. Luas Belah Ketupat dan Layang-Layang
Belah ketupat dan layang-layang dapat dihitung dengan panjang dua diagonalnya.

Rumus:
L=21×d1×d2
Diagonal adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut yang tidak bersebelahan. Pada rumus di atas, d1 berarti diagonal pertama dan d2 berarti diagonal kedua. Pada belah ketupat dan layang-layang, dua diagonal membantu membagi daerah menjadi segitiga-segitiga.
Contoh:
Sebuah layang-layang memiliki diagonal 16 cm dan 9 cm.
Luas=21×16×9=72 cm2
8. Luas Bangun Gabungan
Bangun gabungan tersusun dari beberapa bangun datar.

Langkah menentukan luas bangun gabungan:
- Pecah bangun menjadi bentuk yang sudah dikenal.
- Hitung luas setiap bagian.
- Jumlahkan luas bagian yang membentuk bangun.
- Jika ada bagian yang kosong atau dipotong, kurangkan luas bagian itu.
Sebelum menghitung, beri tanda pada ukuran yang dipakai. Jangan memakai ukuran yang hanya terlihat panjang, tetapi bukan panjang alas, tinggi, atau diagonal yang sesuai.
Contoh:
Sebuah bangun berbentuk huruf L dapat dipotong menjadi dua persegi panjang.
Jika luas bagian pertama 48 cm2 dan bagian kedua 18 cm2, maka:
Luas gabungan=48+18=66 cm2
9. Hubungan Keliling dan Luas
Keliling dan luas mengukur hal yang berbeda.

Keliling mengukur panjang tepi luar bangun. Luas mengukur daerah di dalam bangun.
Dua bangun dapat memiliki keliling sama, tetapi luas berbeda karena susunan panjang dan lebarnya berbeda.
Contoh:
Persegi panjang 8 cm×2 cm memiliki keliling 20 cm dan luas 16 cm2.
Persegi 5 cm×5 cm memiliki keliling 20 cm dan luas 25 cm2.
Keduanya memiliki keliling sama, tetapi luasnya berbeda.
10. Ayo Mencoba
Pilih satu benda datar di sekitarmu, misalnya sampul buku, meja, lantai kecil, atau kertas gambar.
- Ukur panjang dan lebarnya.
- Gambar bentuknya.
- Hitung luasnya.
- Bandingkan luas benda itu dengan benda lain.
- Jelaskan mengapa konsep luas berguna untuk benda tersebut.