Teori - Sudut
1. Sudut Siku-Siku di Sekitar Kita
Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90 derajat. Sudut ini sering ditemukan pada pojok buku, ubin, meja, papan tulis, pintu, dan jendela.

Cara sederhana mengenali sudut siku-siku adalah membandingkannya dengan pojok kertas atau penggaris siku.
2. Pengertian dan Bagian-Bagian Sudut
Sudut terbentuk dari dua sinar garis yang berpangkal pada titik yang sama.

Bagian sudut:
- Titik sudut, yaitu titik pertemuan dua sinar garis.
- Kaki sudut, yaitu dua sinar garis pembentuk sudut.
- Daerah sudut, yaitu daerah di antara kedua kaki sudut.
Besar sudut diukur dalam satuan derajat. Pada buku ini, 45 derajat berarti besar bukaan sudutnya 45 bagian dari satu putaran penuh yang dibagi menjadi 360 bagian sama besar.
3. Jenis-Jenis Sudut
Berdasarkan besarnya, sudut dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis.

- Sudut lancip: lebih dari 0 derajat dan kurang dari 90 derajat.
- Sudut siku-siku: tepat 90 derajat.
- Sudut tumpul: lebih dari 90 derajat dan kurang dari 180 derajat.
- Sudut lurus: tepat 180 derajat.
- Sudut refleks: lebih dari 180 derajat dan kurang dari 360 derajat.
Untuk kelas V, sudut lancip, siku-siku, dan tumpul perlu benar-benar dikuasai dulu. Sudut lurus dan refleks membantu kamu memahami ukuran sudut yang lebih besar.
4. Mengukur Sudut dengan Busur Derajat
Busur derajat digunakan untuk mengukur besar sudut.

Langkah mengukur sudut:
- Letakkan pusat busur derajat tepat di titik sudut.
- Sejajarkan salah satu kaki sudut dengan garis nol pada busur.
- Lihat angka pada busur yang dilalui kaki sudut lainnya.
- Pilih skala yang dimulai dari nol pada kaki sudut pertama.
Contoh:
Jika kaki sudut kedua menunjuk angka 60 pada skala yang dimulai dari nol di kaki pertama, maka besar sudutnya 60 derajat.
5. Membandingkan Besar Sudut
Sudut dibandingkan berdasarkan besar bukaan kedua kakinya, bukan berdasarkan panjang kaki sudut.

Sudut dengan kaki pendek dapat lebih besar daripada sudut dengan kaki panjang jika bukaannya lebih lebar.
Contoh:
Sudut 120 derajat lebih besar daripada sudut 45 derajat karena bukaannya lebih lebar.
6. Melukis Sudut
Sudut dengan ukuran tertentu dapat dilukis menggunakan penggaris dan busur derajat.

Langkah melukis sudut 70 derajat:
- Gambar satu sinar garis sebagai kaki pertama.
- Letakkan pusat busur pada pangkal sinar garis.
- Sejajarkan garis nol busur dengan sinar garis.
- Beri tanda pada angka 70.
- Tarik sinar garis dari pangkal menuju tanda tersebut.
7. Sudut pada Jarum Jam dan Durasi
Jarum jam membentuk sudut saat jarum pendek dan jarum panjang berada pada posisi berbeda.

Pada jam analog, jarak antara dua angka berurutan mewakili 30 derajat, karena satu lingkaran penuh 360 derajat dibagi 12 bagian sama besar.
Contoh:
Pada pukul tepat, misalnya 03.00, jarum pendek menunjuk satu angka dan jarum panjang menunjuk angka 12. Karena jarum pendek tepat berada pada angka 3, jaraknya 3 langkah angka dari angka 12.
Besar sudut kecil = 3 x 30 derajat = 90 derajat.
Untuk waktu yang tidak tepat pada angka penuh, posisi jarum pendek ikut bergeser. Karena itu, perhitungan sudut jarum jam pada menit selain 00 perlu lebih hati-hati.
Jarum jam juga membantu menghitung durasi. Jika kegiatan dimulai pukul 07.15 dan selesai pukul 08.00, durasinya 45 menit.
8. Ayo Mencoba
Carilah tiga benda di sekitarmu yang membentuk sudut.
- Gambarlah bentuk sudutnya.
- Perkirakan jenis sudutnya.
- Ukurlah dengan busur derajat.
- Bandingkan hasil perkiraan dengan hasil pengukuran.
- Tuliskan benda mana yang sudutnya paling besar.