Teori - Pecahan dan Desimal
1. Pecahan dan Desimal Menyatakan Nilai
Pecahan dan desimal adalah dua bentuk bilangan yang dapat menyatakan nilai yang sama.

Contoh:
21=105=0,5
Artinya, setengah bagian dari satu keseluruhan sama dengan lima persepuluh bagian.
Desimal 0,5 dibaca nol koma lima. Angka 5 berada pada nilai tempat persepuluhan, sehingga 0,5 sama dengan 105.
2. Perkalian Bilangan Asli dengan Pecahan
Perkalian bilangan asli dengan pecahan dapat dipahami sebagai beberapa kelompok yang masing-masing berisi pecahan yang sama.

Contoh:
Rina memiliki 3 pita. Setiap pita panjangnya 52 meter. Panjang seluruh pita adalah:
3×52
Karena ada 3 kelompok 52, maka:
3×52=52+52+52=56
Hasil 56 sama dengan 151 meter.
Cara ringkasnya:
a×cb=ca×b
dengan c=0.
3. Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli
Perkalian pecahan dengan bilangan asli dapat dipahami sebagai mengambil bagian tertentu dari suatu kumpulan.
Contoh:
Di kebun ada 15 pohon. Sebanyak 32 dari pohon itu adalah pohon mangga. Banyak pohon mangga adalah:
32×15
Caranya:
- Bagi 15 pohon menjadi 3 kelompok sama banyak.
- Setiap kelompok berisi 5 pohon.
- Ambil 2 kelompok.
Jadi:
32×15=10
Perhatikan bahwa 32×15 berarti dua pertiga dari 15, bukan sekadar menempelkan angka 2, 3, dan 15.
4. Pembagian Pecahan dengan Bilangan Asli
Membagi pecahan dengan bilangan asli berarti membagi bagian pecahan itu menjadi beberapa bagian sama besar.

Contoh:
Ada 21 liter air yang dibagi rata ke 3 gelas. Banyak air di setiap gelas adalah:
21÷3
Setengah liter dibagi menjadi 3 bagian sama besar. Setiap bagian bernilai:
21÷3=21×31=61
Jadi, setiap gelas berisi 61 liter air.
Secara umum:
ba÷c=ba×c1
dengan b=0 dan c=0.
5. Pembagian Bilangan Asli dengan Pecahan
Membagi bilangan asli dengan pecahan dapat dipahami sebagai mencari banyak bagian pecahan yang dapat dibuat dari bilangan asli tersebut.

Contoh:
Ada 3 liter jus. Setiap gelas berisi 41 liter. Banyak gelas yang dapat diisi adalah:
3÷41
Dalam 1 liter ada 4 bagian yang masing-masing bernilai 41 liter. Dalam 3 liter ada:
3×4=12
Jadi:
3÷41=12
Jika pembaginya 52, kita mencari berapa banyak bagian 52 yang muat dalam bilangan tersebut.
Contoh:
3÷52=3×25=215=721
Artinya, dari 3 satuan dapat dibuat 7 bagian penuh berukuran 52 dan masih tersisa setengah bagian dari ukuran itu.
6. Pecahan Berpenyebut 10 dan 100
Pecahan dengan penyebut 10 atau 100 mudah diubah menjadi desimal.

Aturan:
- Penyebut 10 menghasilkan satu angka di belakang koma.
- Penyebut 100 menghasilkan dua angka di belakang koma.
Contoh:
107=0,7
10035=0,35
1008=0,08
7. Mengubah Pecahan Menjadi Desimal
Pecahan dapat diubah menjadi desimal dengan membuat pecahan senilai berpenyebut 10 atau 100.

Contoh:
51=102=0,2
21=105=0,5
Untuk pecahan yang tidak mudah diubah menjadi penyebut 10 atau 100, gunakan pembagian pembilang oleh penyebut.
Contoh:
43=3÷4=0,75
8. Nilai Tempat Desimal
Angka di belakang koma memiliki nilai tempat.

Pada bilangan 4,7:
- 4 berada pada tempat satuan.
- 7 berada pada tempat persepuluhan.
Artinya:
4,7=4+107
Pada bilangan 2,49:
- 2 berada pada tempat satuan.
- 4 berada pada tempat persepuluhan.
- 9 berada pada tempat perseratusan.
Nilai tempat membantu kita membandingkan desimal dengan benar.
9. Membandingkan Desimal
Untuk membandingkan desimal, bandingkan nilai tempat dari kiri ke kanan.

Langkah:
- Bandingkan bagian satuan.
- Jika satuan sama, bandingkan persepuluhan.
- Jika persepuluhan sama, bandingkan perseratusan.
Contoh:
Satuannya sama, yaitu 3. Pada tempat persepuluhan, 8 lebih besar daripada 5.
Contoh lain:
2,9>2,49
Satuan keduanya 2. Pada persepuluhan, 9 lebih besar daripada 4. Jadi, 2,9 lebih besar, walaupun 49 lebih besar daripada 9 sebagai bilangan cacah.
10. Mengurutkan Desimal
Mengurutkan desimal berarti menyusun desimal dari terkecil ke terbesar atau dari terbesar ke terkecil.

Contoh:
Urutkan dari terkecil:
2,4; 2,1; 1,9; 2,7
Urutan yang benar:
1,9; 2,1; 2,4; 2,7
Saat mengurutkan data pengukuran, tuliskan satuannya agar makna bilangan tetap jelas.
Contoh:
1,5 km lebih dekat daripada 2,3 km.
11. Kesalahan yang Sering Terjadi
Mengira semua perkalian pecahan selalu membuat hasil lebih kecil.
Contoh: 3×52=56, hasilnya lebih besar daripada 1.
Menukar makna pembagian pecahan.
21÷3 berarti setengah dibagi menjadi 3 bagian, sedangkan 3÷21 berarti mencari banyak setengah yang ada di dalam 3.
Menganggap 2,49 lebih besar daripada 2,9 karena 49 lebih besar daripada 9.
Perbandingan desimal harus memakai nilai tempat, bukan membaca angka di belakang koma sebagai bilangan cacah biasa.
Lupa bahwa 0,50 dan 0,5 memiliki nilai yang sama.
Nol di belakang angka desimal paling kanan tidak mengubah nilai.
12. Cek Cepat
- Hitung 4×43.
- Hitung 32×18.
- Hitung 21÷4.
- Hitung 2÷51.
- Ubah 53 menjadi desimal.
- Mana yang lebih besar, 5,6 atau 5,09?
Jawaban:
- 4×43=3
- 32×18=12
- 21÷4=81
- 2÷51=10
- 53=106=0,6
- 5,6 lebih besar daripada 5,09 karena pada tempat persepuluhan, 6 lebih besar daripada 0.