Menjelajah Sel
Menjelajah sel: pengamatan dgn mikroskop, organel sel (nukleus/mitokondria/RE/kloroplas), prokariotik vs eukariotik, hewan vs tumbuhan, mitosis vs meiosis.
Tujuan Pembelajaran (8)
- B-F.PI1Memahami struktur sel dan organel sel beserta fungsinya sebagai unit fungsional terintegrasi.
- B-F.PI1.1Mengamati struktur sel memakai mikroskop.
- B-F.PI1.2Memetakan ragam organel sel (nukleus, mitokondria, retikulum endoplasma, kloroplas, dst) beserta fungsinya yang terintegrasi.
- B-F.PI1.3Mengkaji struktur sel berbasis hasil penyelidikan sembari menyandingkan sel prokariotik vs eukariotik, beserta sel hewan vs tumbuhan.
- B-F.PI1.4Mengevaluasi sekaligus mengomunikasikan hasil pengamatan struktur sel memakai representasi gambar sembari menyandingkannya dengan teori.
- B-F.PI2Memahami tahapan pembelahan sel sebagai dasar pertumbuhan makhluk hidup.
- B-F.PI2.1Menerangkan tahapan mitosis (profase, metafase, anafase, telofase) sekaligus perannya bagi pertumbuhan jaringan.
- B-F.PI2.2Memilah mitosis dibanding meiosis sembari mengkaji peran meiosis pada pembentukan gamet dan variasi genetik.
Model 3D
Materi Pendukung
Sel Hewan Hidup: Struktur & Organel
Infografis sel hewan hidup — sel eukariotik dengan organel lengkap yang aktif menjalankan fungsi kehidupan. Menampilkan struktur membran plasma fleksibel, sitoplasma kaya enzim, nukleus dengan nukleolus, retikulum endoplasma (kasar & halus), aparatus Golgi, mitokondria sebagai pusat respirasi sel, lisosom, dan sitoskeleton. Sel hewan tidak memiliki dinding sel sehingga bentuknya tidak kaku — ciri khas yang membedakannya dari sel tumbuhan. Tersedia 2 berkas: versi standar (~1,6 MB) untuk preview ringan dan versi resolusi tinggi (~11 MB) untuk presentasi atau cetak besar.
Sel Hewan Mati: Kerusakan Struktur Organel
Infografis sel hewan mati — gambaran sel hewan yang telah kehilangan fungsi kehidupannya. Menampilkan tanda-tanda kerusakan struktural: membran plasma yang pecah atau bocor, sitoplasma yang mengental atau bocor keluar, organel-organel yang terdegradasi (mitokondria menggembung, retikulum endoplasma terfragmentasi), dan nukleus yang mengalami piknosis (mengecil dan padat), karioreksis (pecah), atau kariolisis (larut). Digunakan sebagai pembanding visual dengan sel hewan hidup untuk memahami bagaimana keutuhan organel menentukan kehidupan sel. Tersedia 2 berkas: standar (~1,5 MB) dan hi-res (~10 MB).
Sel Tumbuhan Hidup: Struktur & Organel Khas
Infografis sel tumbuhan hidup — sel eukariotik dengan ciri khas yang membedakannya dari sel hewan. Menampilkan dinding sel kaku (selulosa) yang menjaga bentuk geometris, membran plasma di sebalik dinding sel, vakuola sentral besar yang menjaga turgor, kloroplas tempat fotosintesis, mitokondria, nukleus, retikulum endoplasma, aparatus Golgi (diktiosom), dan plasmodesmata sebagai jembatan antar sel. Tiga ciri penanda sel tumbuhan: dinding sel, kloroplas, dan vakuola sentral. Tersedia 2 berkas: standar (~1,7 MB) untuk preview dan hi-res (~11 MB) untuk presentasi atau cetak.
Sel Tumbuhan Mati: Hilangnya Turgor & Degradasi Organel
Infografis sel tumbuhan mati — gambaran sel tumbuhan yang telah kehilangan fungsi kehidupannya. Meski dinding sel selulosa relatif awet dan masih terlihat utuh (itulah sebabnya kita masih bisa melihat "kerangka" sel pada jaringan kayu/gabus), bagian-bagian fungsional sudah rusak: membran plasma terlepas dari dinding (plasmolisis), vakuola pecah, kloroplas terdegradasi (kehilangan warna hijau), mitokondria dan organel lain hancur, sitoplasma mengering. Digunakan sebagai pembanding visual dengan sel tumbuhan hidup — fenomena ini relevan untuk memahami jaringan dewasa (sklerenkim, gabus, xilem) yang berfungsi justru ketika selnya mati. Tersedia 2 berkas: standar (~1,5 MB) dan hi-res (~10 MB).