Kembali ke Kurikulum

Mobilitas pada Manusia

Sistem saraf: neuron, sinaps, otak, sumsum tulang belakang dalam mengatur mobilitas. Sistem gerak: tulang (skelet aksial-apendikular), sendi, otot (rangka, polos, jantung). Mekanisme kontraksi otot via ATP & kalsium. Kelainan sistem saraf (epilepsi, Parkinson, stroke) dan sistem gerak (osteoporosis, skoliosis, atrofi otot). Koordinasi saraf-gerak.

Tujuan Pembelajaran (1)
  • B6Menjelaskan struktur dan fungsi sistem saraf: neuron, sinaps, sistem saraf pusat (otak, sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi (somatik, otonom).
  • Menjelaskan mekanisme penghantaran impuls saraf (potensial aksi, neurotransmiter) dalam mengatur mobilitas.
  • Menjelaskan struktur dan fungsi sistem gerak: tulang (skelet aksial dan apendikular), sendi (sinartrosis, amfiartrosis, diartrosis), dan otot (rangka, polos, jantung).
  • Menganalisis mekanisme kontraksi otot rangka berdasarkan teori sliding filament, peran ATP, dan ion kalsium.
  • Menganalisis kelainan dan gangguan sistem saraf (epilepsi, Parkinson, stroke, Alzheimer) dan sistem gerak (osteoporosis, skoliosis, lordosis, atrofi otot).
  • Menjelaskan keterkaitan antara sistem saraf dan sistem gerak dalam koordinasi mobilitas tubuh sehari-hari.
Konten untuk tab ini belum tersedia.