Kembali ke Kurikulum

Mobilitas pada Manusia

Menganalisis koordinasi sistem saraf dan sistem gerak dalam menghasilkan respons, gerak sadar, refleks, postur, serta perubahan mobilitas akibat gangguan.

Tujuan Pembelajaran (6)
  • B-F.PI10Memahami keterkaitan struktur dan fungsi organ pada sistem organ serta kaitannya dengan sistem organ lainnya dalam merespon suatu stimulus.
  • B-F.PI10.1Menyusun pertanyaan sekaligus merencanakan penyelidikan keterkaitan organ dalam sistem saraf dengan fungsinya.
  • B-F.PI10.2Mengkaji kelainan maupun gangguan pada sistem saraf lewat penafsiran informasi atau data.
  • B-F.PI10.3Mengajukan hipotesis seputar keterkaitan organ dalam sistem gerak (rangka, sendi, otot) dengan fungsinya melalui pengamatan.
  • B-F.PI10.4Mengkaji kelainan maupun gangguan pada sistem gerak lewat penafsiran informasi atau data.
  • B-F.PI10.5Mengkaji keterkaitan antara sistem gerak dengan sistem saraf berbasis data hasil penyelidikan dari artikel ilmiah tentang gangguan/kelainan.

Mobilitas pada Manusia

Saat kok melaju ke arahmu, mata menangkap perubahan posisi kok. Informasi itu diubah menjadi impuls saraf, diproses oleh sistem saraf pusat, lalu perintah motorik dikirim ke otot. Otot menghasilkan gaya, tendon meneruskannya ke tulang, dan sendi membatasi sekaligus mengarahkan gerak. Dalam waktu singkat, banyak organ bekerja sebagai satu sistem.

Mobilitas bukan hanya kemampuan berpindah tempat. Menulis, mempertahankan keseimbangan, mengubah ekspresi wajah, menarik tangan dari benda berbahaya, dan menjaga postur juga memerlukan koordinasi saraf dan alat gerak. Gerakan yang tampak sederhana sebenarnya merupakan hasil hubungan antara rangsang, reseptor, jalur saraf, pusat pengolah, neuron motorik, otot, tulang, sendi, dan umpan balik sensorik.

Koordinasi sistem saraf dan sistem gerak saat menangkap kok

Gambar 1. Mata mendeteksi arah kok, otak mengolah informasi, lalu jalur motorik mengaktifkan otot lengan. Kontraksi otot menarik tulang pada sendi sehingga tangan bergerak menuju kok. Panah menunjukkan bahwa gerak yang tampak sederhana memerlukan koordinasi sensorik, saraf, otot, dan rangka.

Gerak sadar dan refleks memiliki jalur yang berbeda. Gerak sadar direncanakan dan dikendalikan oleh bagian-bagian otak, sedangkan banyak refleks dapat dikoordinasikan cepat melalui sumsum tulang belakang atau batang otak. Meskipun demikian, informasi refleks tetap dapat diteruskan ke otak sehingga kita menyadari kejadian dan menyesuaikan tindakan berikutnya.

Bab ini juga membahas perubahan mobilitas akibat gangguan. Gejala yang mirip, seperti kelemahan tangan, dapat muncul karena gangguan pada otak, sumsum tulang belakang, saraf tepi, sambungan saraf-otot, otot, tulang, atau sendi. Karena itu, satu gejala tidak cukup untuk menentukan penyebab. Kita perlu menafsirkan lokasi, pola, waktu kejadian, dan data pemeriksaan secara hati-hati.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat:

  1. menjelaskan organisasi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi dalam pengendalian gerak;
  2. menghubungkan struktur neuron, sinaps, dan impuls saraf dengan pengiriman informasi;
  3. membandingkan jalur gerak sadar dan gerak refleks;
  4. menjelaskan fungsi rangka aksial, rangka apendikular, tulang, sendi, tendon, dan ligamen;
  5. menghubungkan struktur otot rangka dengan mekanisme kontraksi;
  6. menjelaskan urutan peristiwa dari impuls neuron motorik hingga pemendekan sarkomer;
  7. menganalisis kerja otot antagonis dan peran umpan balik sensorik dalam postur serta keseimbangan;
  8. menafsirkan data sederhana tentang waktu respons, kekuatan gerak, atau pola gangguan mobilitas;
  9. membedakan bukti pengamatan, hipotesis, kesimpulan, dan diagnosis; serta
  10. merancang penyelidikan mobilitas yang aman, etis, dan tidak digunakan untuk mendiagnosis teman.

Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa kita dapat mengubah arah tangan ketika benda yang akan diraih berpindah?
  2. Mengapa mengetuk tendon dalam pemeriksaan medis dapat menghasilkan gerakan kaki?
  3. Bagaimana otot dapat menarik tulang tetapi tidak dapat mendorongnya kembali?
  4. Mengapa kerusakan di otak dapat menimbulkan kelemahan otot yang sebenarnya tidak robek?
  5. Data apa yang diperlukan untuk membedakan gangguan saraf, otot, tulang, dan sendi?

Peta Singkat Bab

Alur utama mobilitas dapat diringkas sebagai berikut:

rangsang -> reseptor -> neuron sensorik -> sistem saraf pusat -> neuron motorik -> sambungan saraf-otot -> kontraksi otot -> gaya pada tulang dan sendi -> gerak -> umpan balik sensorik.

Alur ini bukan satu arah yang kaku. Otak dan sumsum tulang belakang terus menerima informasi tentang posisi sendi, panjang otot, keseimbangan, penglihatan, dan sentuhan. Umpan balik tersebut digunakan untuk memperbaiki gerak berikutnya.

Materi kesehatan pada bab ini bersifat pendidikan, bukan alat diagnosis. Keluhan mendadak seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau hilang keseimbangan memerlukan pertolongan medis segera.