Teori: Pergerakan Zat melalui Membran Sel
1. Membran Plasma sebagai Batas Selektif
Membran plasma memisahkan bagian dalam sel dari lingkungannya sekaligus mengatur pertukaran zat. Membran tidak bersifat tertutup sepenuhnya. Sebagian molekul dapat melewatinya secara langsung, sedangkan molekul lain memerlukan protein transpor atau energi.
Model yang digunakan untuk menjelaskan struktur membran adalah model mosaik fluida. Membran tersusun terutama atas dua lapis fosfolipid. Kepala fosfolipid bersifat hidrofilik dan menghadap cairan, sedangkan ekornya bersifat hidrofobik dan saling berhadapan di bagian tengah membran. Protein, kolesterol, dan gugus karbohidrat tersebar di antara fosfolipid.
| Komponen |
Fungsi utama |
| Fosfolipid |
Membentuk bilayer sebagai batas dasar sel |
| Protein kanal |
Membentuk jalur hidrofilik bagi ion atau molekul tertentu |
| Protein pembawa |
Mengikat zat tertentu lalu berubah bentuk untuk memindahkannya |
| Protein pompa |
Memindahkan zat dengan menggunakan energi |
| Kolesterol |
Membantu menjaga kestabilan dan kelenturan membran |
| Glikoprotein dan glikolipid |
Membantu pengenalan, perlekatan, dan komunikasi antarsel |
Membran disebut selektif permeabel karena kemampuan setiap zat untuk melintas berbeda. Ukuran, muatan, kepolaran, kelarutan dalam lipid, gradien konsentrasi, dan keberadaan protein transpor menentukan cara suatu zat melewati membran.
2. Gradien dan Dua Kelompok Transpor
Gradien konsentrasi adalah perbedaan konsentrasi suatu zat antara dua wilayah. Gerak acak partikel dapat menghasilkan perpindahan bersih dari konsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. Ketika konsentrasi telah merata, partikel tetap bergerak dua arah, tetapi tidak ada perpindahan bersih.
Transpor membran dibedakan menjadi dua kelompok utama:
- Transpor pasif tidak menggunakan energi ATP secara langsung dan berlangsung menuruni gradien konsentrasi atau gradien elektrokimia.
- Transpor aktif memerlukan energi untuk memindahkan zat melawan gradien atau untuk memindahkan materi melalui vesikel.
Penggunaan protein tidak otomatis membuat suatu proses menjadi aktif. Difusi terfasilitasi menggunakan protein, tetapi tetap pasif karena zat bergerak menuruni gradien tanpa hidrolisis ATP secara langsung.

Gambar 1. Empat mekanisme transpor dapat dibedakan dengan memeriksa zat yang berpindah, arah panah terhadap gradien, keberadaan protein membran, dan penggunaan ATP.
3. Transpor Pasif
A. Osmosis
Osmosis adalah perpindahan bersih molekul air melalui membran selektif permeabel dari wilayah dengan potensial air lebih tinggi menuju wilayah dengan potensial air lebih rendah. Pada contoh sederhana, air berpindah dari larutan yang lebih encer menuju larutan yang lebih pekat jika zat terlarut tidak mudah melewati membran.
Air tetap bergerak ke dua arah. Istilah "perpindahan bersih" menunjukkan bahwa jumlah air yang bergerak ke satu arah lebih besar daripada yang bergerak ke arah sebaliknya.
Osmolaritas menyatakan jumlah total partikel zat terlarut dalam larutan. Tonisitas menyatakan pengaruh suatu larutan terhadap volume sel dan terutama ditentukan oleh zat terlarut yang tidak mudah menembus membran. Karena itu, istilah hipotonik, isotonik, dan hipertonik selalu digunakan secara relatif terhadap sel atau larutan pembanding, bukan sebagai sifat mutlak suatu larutan.
| Kondisi larutan di luar sel |
Perpindahan bersih air |
Sel hewan |
Sel tumbuhan |
| Isotonik |
Tidak ada perpindahan bersih |
Bentuk relatif stabil |
Flasid karena tekanan turgor rendah |
| Hipotonik |
Masuk ke sel |
Membengkak dan dapat mengalami lisis |
Turgid karena dinding sel menahan tekanan |
| Hipertonik |
Keluar dari sel |
Menyusut atau mengalami krenasi |
Mengalami plasmolisis |

Gambar 2. Baris atas menunjukkan sel hewan dan baris bawah menunjukkan sel tumbuhan. Dari kiri ke kanan, kondisi larutan adalah isotonik, hipotonik, dan hipertonik. Arah panah menunjukkan perpindahan bersih air; pada kondisi isotonik air tetap bergerak dua arah tanpa perubahan bersih.
Dinding sel tumbuhan tidak menghentikan osmosis. Dinding tersebut menahan peningkatan tekanan ketika air masuk sehingga sel menjadi turgid. Dalam larutan hipertonik, air keluar, vakuola mengecil, dan membran plasma dapat tertarik menjauh dari dinding sel. Keadaan ini disebut plasmolisis.
B. Difusi Sederhana
Difusi sederhana adalah perpindahan bersih zat dari konsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah tanpa bantuan protein transpor dan tanpa penggunaan ATP secara langsung. Molekul kecil nonpolar seperti O2 dan CO2 dapat melewati bagian hidrofobik bilayer fosfolipid.
Contohnya adalah pertukaran gas antara alveolus dan kapiler darah. O2 bergerak dari wilayah dengan tekanan parsial lebih tinggi di alveolus menuju darah, sedangkan CO2 bergerak dari darah menuju alveolus ketika gradiennya mengarah demikian.
C. Difusi Terfasilitasi
Difusi terfasilitasi memindahkan zat menuruni gradien dengan bantuan protein membran. Proses ini tidak menggunakan ATP secara langsung.
- Protein kanal membentuk jalur hidrofilik dan sering bersifat selektif terhadap ukuran atau muatan ion.
- Protein pembawa mengikat molekul tertentu, berubah bentuk, lalu melepaskannya di sisi lain membran.
Glukosa bersifat polar sehingga tidak mudah menembus bagian tengah bilayer. Protein pembawa seperti GLUT membantu glukosa bergerak mengikuti gradien konsentrasinya. Protein pembawa dapat mengalami kejenuhan ketika seluruh tempat pengikatan sedang digunakan.
4. Transpor Aktif
Transpor aktif memindahkan zat melawan gradien konsentrasi atau gradien elektrokimia. Proses ini menggunakan protein khusus dan sumber energi.
Pada transpor aktif primer, energi diperoleh langsung dari hidrolisis ATP. Contohnya adalah pompa natrium-kalium. Dalam satu siklus, pompa memindahkan tiga ion Na+ keluar sel dan dua ion K+ masuk sel dengan menggunakan energi dari satu ATP. Gradien ion yang terbentuk penting bagi kerja sel saraf dan sel otot.
Pada transpor aktif sekunder, perpindahan suatu zat digandengkan dengan pergerakan ion yang menuruni gradiennya. Energinya berasal dari gradien ion yang sebelumnya dibentuk oleh transpor aktif primer. Protein dapat memindahkan dua zat searah sebagai simpor atau berlawanan arah sebagai antiport.
5. Endositosis dan Eksositosis
Materi berukuran besar tidak dapat melewati bilayer atau kanal satu per satu. Sel dapat memindahkannya menggunakan vesikel.
- Endositosis memasukkan materi ketika membran melengkung dan membentuk vesikel. Fagositosis memasukkan partikel besar, sedangkan pinositosis memasukkan cairan dan zat terlarut.
- Eksositosis mengeluarkan materi ketika vesikel menyatu dengan membran plasma. Contohnya adalah pelepasan hormon, enzim, atau neurotransmiter.
Kedua proses tersebut memerlukan energi dan perubahan terkoordinasi pada membran serta sitoskeleton.
6. Ringkasan Perbandingan
| Mekanisme |
Arah umum |
Protein transpor |
ATP langsung |
Contoh |
| Difusi sederhana |
Menuruni gradien |
Tidak |
Tidak |
O2 dan CO2 |
| Osmosis |
Air menuju potensial air lebih rendah |
Dapat melalui akuaporin |
Tidak |
Perubahan volume sel |
| Difusi terfasilitasi |
Menuruni gradien |
Kanal atau pembawa |
Tidak |
Glukosa melalui GLUT |
| Transpor aktif primer |
Melawan gradien |
Pompa |
Ya |
Pompa Na+/K+ |
| Transpor aktif sekunder |
Salah satu zat dapat melawan gradien |
Kotransporter |
Tidak langsung |
Simpor dan antiport |
| Endositosis atau eksositosis |
Masuk atau keluar melalui vesikel |
Protein pembentuk vesikel |
Ya |
Fagositosis dan sekresi hormon |
7. Faktor yang Memengaruhi Laju Transpor
Laju transpor tidak hanya ditentukan oleh jenis mekanismenya. Faktor yang dapat berpengaruh antara lain:
- Besarnya gradien konsentrasi atau elektrokimia.
- Suhu, karena suhu memengaruhi gerak partikel dan aktivitas protein.
- Luas permukaan serta ketebalan membran.
- Ukuran, muatan, dan kepolaran molekul.
- Jumlah protein kanal, pembawa, atau pompa yang tersedia.
- Ketersediaan ATP untuk proses aktif.
Kesimpulan tentang pengaruh suatu faktor harus didasarkan pada data penyelidikan dengan variabel lain yang dikendalikan.
8. Merancang Penyelidikan Osmosis
Perubahan massa potongan kentang setelah direndam dalam larutan gula dapat digunakan sebagai model untuk menyelidiki osmosis. Percobaan ini menunjukkan perubahan massa jaringan, bukan mengukur gerak setiap molekul air secara langsung.
Contoh pertanyaan ilmiah:
Bagaimana pengaruh konsentrasi larutan gula terhadap persentase perubahan massa potongan kentang setelah waktu perendaman yang sama?
Contoh hipotesis:
Semakin tinggi konsentrasi larutan gula, semakin besar kecenderungan massa kentang berkurang karena air keluar dari sel.
Variabel penyelidikan dapat disusun sebagai berikut:
- Variabel bebas: konsentrasi larutan gula.
- Variabel terikat: persentase perubahan massa kentang.
- Variabel kontrol: jenis dan ukuran kentang, volume larutan, suhu, lama perendaman, serta cara mengeringkan permukaan kentang sebelum ditimbang.
Gunakan beberapa ulangan dan catat data secara sistematis. Keringkan permukaan setiap potongan dengan cara yang sama sebelum ditimbang agar larutan yang menempel tidak dianggap sebagai perubahan massa jaringan. Persentase perubahan massa dihitung dengan:
persentase perubahan massa=massa awalmassa akhir−massa awal×100%
Nilai positif menunjukkan massa bertambah, sedangkan nilai negatif menunjukkan massa berkurang. Grafik konsentrasi larutan terhadap persentase perubahan massa dapat digunakan untuk memperkirakan konsentrasi isotonik, yaitu titik ketika perubahan massa bersih mendekati nol.
9. Menganalisis dan Mengomunikasikan Hasil
Kesimpulan harus menjawab pertanyaan berdasarkan pola data, bukan sekadar mengulang hipotesis. Jika hasil antarpengulangan berbeda jauh, periksa kemungkinan sumber ketidakpastian, seperti ukuran potongan yang tidak sama, konsentrasi larutan yang kurang tepat, waktu perendaman berbeda, atau air di permukaan yang belum dikeringkan secara konsisten.
Hasil dapat dikomunikasikan melalui tabel, grafik, gambar berlabel, dan uraian. Laporan yang baik memisahkan hasil pengamatan dari penjelasan teori serta menyebutkan keterbatasan metode dan usulan perbaikannya.
10. Peran Transpor Membran dalam Homeostasis
Transpor membran membantu mempertahankan kondisi internal sel dalam rentang yang sesuai. Sel mengatur air, ion, gas, nutrien, dan sisa metabolisme melalui kombinasi mekanisme pasif dan aktif.
Cairan infus dibuat dengan konsentrasi yang sesuai agar tidak menyebabkan sel darah kehilangan atau menerima air secara berlebihan. Pada akar tumbuhan, air masuk terutama melalui osmosis, sedangkan ion mineral dapat diserap dengan bantuan protein transpor. Pada usus, hasil pencernaan diserap melalui difusi, difusi terfasilitasi, dan transpor aktif.
Saat membaca diagram transpor membran, periksa empat hal: zat yang berpindah, arah perpindahan, perbedaan konsentrasi, dan penggunaan energi. Empat petunjuk tersebut membantu menentukan mekanisme yang sedang berlangsung.