Kembali ke Kurikulum

Sistem Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit

Sistem pertahanan tubuh: komponen sel/jaringan/organ, mekanisme nonspesifik vs spesifik, kasus klinis, kesehatan masyarakat (puskesmas/dokter).

Tujuan Pembelajaran (7)
  • B-F.PI10Memahami keterkaitan struktur dan fungsi organ pada sistem organ serta kaitannya dengan sistem organ lainnya dalam merespon suatu stimulus.
  • B-F.PI10.1Menggambarkan komponen sel, jaringan, beserta organ yang menyusun sistem pertahanan tubuh.
  • B-F.PI10.2Memetakan mekanisme pertahanan tubuh (nonspesifik & spesifik) saat merespon infeksi patogen.
  • B-F.PI10.3Memproses data hasil pengamatan yang menunjukkan keterkaitan struktur dan fungsi komponen penyusun sistem pertahanan tubuh.
  • B-F.PI10.4Mengkaji keterkaitan struktur sekaligus fungsi antar-komponen penyusun sistem pertahanan tubuh manusia.
  • B-F.PI10.5Menyelidiki kondisi kesehatan masyarakat seputar sistem pertahanan tubuh lewat pihak kompeten (puskesmas, dokter).
  • B-F.PI10.6Mengomunikasikan hasil penyelidikan sistem pertahanan tubuh berbasis kasus kelainan maupun gangguan pada sistem.

Sistem Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit

Setiap hari tubuh bersentuhan dengan mikroorganisme, partikel asing, dan sel tubuh yang rusak. Namun, paparan tidak selalu berakhir menjadi penyakit. Kulit dan selaput lendir membatasi masuknya patogen, sel-sel imun bawaan merespons ancaman yang berhasil menembus penghalang, sedangkan imunitas adaptif mengenali sasaran tertentu dan dapat membentuk memori.

Bayangkan dua peristiwa. Luka kecil pada kulit dapat menjadi merah dan hangat beberapa jam kemudian. Sementara itu, vaksinasi dapat membantu tubuh merespons lebih cepat ketika kelak bertemu patogen tertentu. Keduanya melibatkan sistem pertahanan tubuh, tetapi komponen, kecepatan, dan tingkat kekhususan responsnya berbeda.

Tiga tindakan sehari-hari yang berkaitan dengan pertahanan tubuh

Gambar 1. Mencuci tangan membantu mengurangi paparan, vaksinasi melatih memori imun terhadap sasaran tertentu, dan perawatan luka membantu memulihkan penghalang kulit. Ketiganya bekerja melalui mekanisme yang berbeda dan tidak menjamin seseorang bebas dari seluruh penyakit.

Pada bab ini, patogen berarti organisme atau agen biologis yang dapat menyebabkan penyakit, infeksi berarti masuk dan berkembangnya patogen di dalam tubuh, sedangkan penyakit adalah gangguan fungsi tubuh yang dapat muncul akibat infeksi maupun penyebab lain. Ketiga istilah tersebut tidak boleh dipertukarkan begitu saja.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat:

  1. menjelaskan hubungan struktur dan fungsi penghalang fisik, kimiawi, serta biologis tubuh;
  2. membedakan imunitas bawaan dan imunitas adaptif berdasarkan kecepatan, kekhususan, komponen, dan memori;
  3. menjelaskan peran neutrofil, makrofag, sel dendritik, sel pembunuh alami, limfosit B, dan limfosit T;
  4. mengurutkan proses inflamasi, fagositosis, penyajian antigen, serta aktivasi respons humoral dan seluler;
  5. menjelaskan hubungan antigen, antibodi, sel plasma, dan sel memori;
  6. membandingkan imunitas aktif dan pasif serta yang diperoleh secara alami dan melalui tindakan medis;
  7. menjelaskan prinsip vaksinasi serta membedakan tes antigen, tes molekuler, dan tes antibodi;
  8. menganalisis mekanisme umum alergi, autoimunitas, dan imunodefisiensi tanpa menjadikannya alat diagnosis;
  9. mengolah data, mengevaluasi klaim kesehatan, dan merancang penyelidikan yang aman, etis, serta menghormati privasi.

Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa luka dapat menjadi merah, hangat, bengkak, dan nyeri?
  2. Bagaimana tubuh dapat merespons patogen yang belum pernah ditemui?
  3. Mengapa paparan kedua terhadap antigen yang sama sering memicu respons antibodi lebih cepat?
  4. Apa perbedaan antara antigen yang diperiksa pada tes cepat dan antibodi yang dibuat tubuh?
  5. Mengapa gejala yang mirip belum tentu berasal dari gangguan sistem imun yang sama?

Peta Singkat Bab

Pertahanan tubuh berlangsung sebagai jaringan kerja, bukan sebagai barisan yang sepenuhnya terpisah. Penghalang mengurangi peluang masuknya patogen. Imunitas bawaan memberikan respons cepat dan membantu mengaktifkan respons lain. Imunitas adaptif menargetkan antigen tertentu dan membentuk memori. Organ seperti sumsum tulang, timus, nodus limfa, limpa, kulit, dan jaringan mukosa menyediakan tempat pembentukan, pematangan, pertemuan, serta kerja sel-sel imun.

Saat membahas kasus kesehatan, bedakan data pengamatan, interpretasi, dan diagnosis. Diagnosis serta keputusan terapi memerlukan tenaga kesehatan dan pemeriksaan yang sesuai.