Kembali ke Kurikulum

Tumbuh Kembang Makhluk Hidup

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, hewan, dan manusia: dasar seluler, perkecambahan, meristem, fase perkembangan, faktor internal-eksternal, serta penyelidikan dan interpretasi data.

Tujuan Pembelajaran (6)
  • B-F.PI9Menerapkan perbedaan konsep pertumbuhan dan perkembangan untuk menjelaskan perubahan pada tumbuhan, hewan, dan manusia.
  • B-F.PI9.1Menganalisis perkecambahan, pertumbuhan primer, dan pertumbuhan sekunder berdasarkan perubahan struktur serta aktivitas jaringan.
  • B-F.PI9.2Menghubungkan pembelahan sel, diferensiasi, dan pematangan fungsi dengan fase perkembangan hewan dan manusia.
  • B-F.PI9.3Menganalisis interaksi faktor internal, termasuk gen dan hormon, dengan faktor lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang makhluk hidup.
  • B-F.PI9.4Memprediksi pola pertumbuhan dari tabel atau grafik serta merancang penyelidikan dengan variabel, kontrol, pengulangan, dan pengukuran yang tepat.
  • B-F.PI9.5Mengevaluasi keterbatasan data dan mengusulkan solusi berbasis bukti terhadap masalah tumbuh kembang di lingkungan sekitar.

Tumbuh Kembang Makhluk Hidup

Sebutir biji yang semula tampak tidak aktif dapat menyerap air, memunculkan akar pertama, membentuk daun, lalu tumbuh menjadi tumbuhan dewasa. Anak hewan bertambah besar sekaligus memperoleh kemampuan baru. Manusia juga mengalami perubahan ukuran tubuh, koordinasi gerak, cara berpikir, dan kematangan fungsi organ. Perubahan-perubahan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan berlangsung beriringan, tetapi bukan proses yang sama.

Tiga siswa SMA mengukur dan mencatat pertumbuhan kecambah pada beberapa baki perlakuan

Penyelidikan tumbuh kembang memerlukan indikator yang terukur, perlakuan pembanding, dan pencatatan berulang.

Pertumbuhan berkaitan dengan pertambahan yang dapat diukur, misalnya massa kering, panjang, volume, atau jumlah sel. Perkembangan berkaitan dengan perubahan organisasi dan fungsi, misalnya diferensiasi sel, pembentukan organ, kematangan reproduksi, atau munculnya kemampuan baru. Biji yang hanya membengkak karena menyerap air belum tentu sudah bertumbuh; pengukuran perlu dibedakan dari perubahan sementara.

Bab ini mengajakmu membaca tumbuh kembang sebagai hasil interaksi. Gen memberi potensi dan mengatur banyak proses seluler, tetapi lingkungan ikut menentukan bagaimana potensi tersebut diwujudkan. Air, suhu, oksigen, cahaya, nutrisi, kesehatan, serta sinyal hormon dapat saling memperkuat atau membatasi. Karena itu, satu gejala tidak boleh langsung dijelaskan oleh satu faktor tanpa data pendukung.

Kamu juga akan berlatih sebagai penyelidik. Data tinggi kecambah, massa tubuh, jumlah biji yang berkecambah, atau perubahan struktur perlu dikumpulkan dengan variabel yang jelas, kelompok pembanding, pengulangan, dan cara ukur yang konsisten. Grafik yang tampak meyakinkan tetap harus diperiksa: apakah sampelnya cukup, apakah variabel lain dikendalikan, dan apakah kesimpulannya melampaui data?

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat:

  1. membedakan pertumbuhan dan perkembangan menggunakan bukti yang dapat diamati;
  2. menghubungkan pembelahan, pembesaran, diferensiasi, dan pematangan sel dengan tumbuh kembang organisme;
  3. menjelaskan urutan perkecambahan serta membandingkan perkecambahan epigeal dan hipogeal;
  4. membedakan pertumbuhan primer dan sekunder pada tumbuhan;
  5. menjelaskan peran umum auksin, giberelin, sitokinin, etilen, dan asam absisat sebagai bagian dari sistem pengaturan;
  6. menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal pada tumbuhan;
  7. membandingkan fase embrionik dan pascaembrionik pada hewan;
  8. menjelaskan faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia tanpa melakukan diagnosis dari satu ciri;
  9. menafsirkan tabel, kurva, dan hasil penyelidikan tumbuh kembang;
  10. merancang penyelidikan yang adil, aman, dan dapat diulang; serta
  11. mengusulkan solusi berbasis bukti terhadap masalah tumbuh kembang di lingkungan sekitar.

Pertanyaan Pemantik

  • Mengapa kecambah di tempat gelap dapat lebih panjang tetapi tampak pucat dan rapuh?
  • Apakah pertambahan ukuran selalu berarti pertumbuhan biologis?
  • Mengapa pemangkasan pucuk dapat membuat tanaman lebih bercabang?
  • Bagaimana kita membedakan pengaruh gen, hormon, nutrisi, dan lingkungan?
  • Mengapa satu data tinggi badan tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi kesehatan seseorang?

Cara Belajar dalam Bab Ini

Gunakan tiga kebiasaan berikut.

  1. Pisahkan pengamatan dari penjelasan. “Batang bertambah panjang” adalah pengamatan; “karena auksin” adalah penjelasan yang perlu bukti.
  2. Bandingkan pola, bukan satu angka. Perubahan dari waktu ke waktu lebih informatif daripada satu pengukuran.
  3. Nyatakan keterbatasan. Data yang baik tetap memiliki batas, misalnya jumlah sampel kecil atau suhu yang tidak sepenuhnya terkontrol.

Pada pembahasan manusia, gunakan bahasa ilmiah dan menghormati variasi individu. Grafik pertumbuhan adalah alat pemantauan, bukan bahan untuk memberi label atau mengejek tubuh seseorang. Penilaian kesehatan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan menggunakan pengukuran dan konteks yang sesuai.