Kembali ke Kurikulum

Evolusi

Evolusi sebagai perubahan frekuensi alel antargenerasi: asal-usul kehidupan, perkembangan gagasan evolusi, bukti, seleksi alam, hanyutan dan aliran gen, Hardy-Weinberg, spesiasi, filogeni, serta kaitannya dengan biodiversitas dan perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran (8)
  • B-F.PI11Memahami kaitan teori evolusi dengan biodiversitas di masa kini maupun pada masa lampau.
  • B-F.PI11.1Menerangkan aneka teori seputar asal-usul makhluk hidup (abiogenesis, biogenesis, evolusi kimia).
  • B-F.PI11.2Menerangkan mekanisme terjadinya evolusi (Lamarck, Darwin, sintesis modern) beserta bukti-bukti adanya evolusi.
  • B-F.PI11.3Mengaitkan prinsip adaptasi beserta seleksi alam dengan mekanisme evolusi.
  • B-F.PI11.4Mengkaji prinsip genetic drift (hanyutan genetik) maupun gene flow (aliran gen) dalam mekanisme evolusi.
  • B-F.PI11.5Membuktikan perubahan frekuensi gen lewat hukum Hardy-Weinberg pada populasi.
  • B-F.PI12Memahami dampak perubahan iklim terhadap proses evolusi dan penyebaran makhluk hidup.
  • B-F.PI12.1Mengkaji pengaruh perubahan iklim global pada arah seleksi alam, distribusi geografis, beserta kepunahan spesies.

Evolusi

Burung dalam satu populasi tidak selalu memiliki bentuk paruh yang persis sama. Jika jenis makanan di suatu pulau berubah, sebagian variasi paruh mungkin membantu pemiliknya memperoleh makanan dan menghasilkan lebih banyak keturunan. Setelah banyak generasi, proporsi sifat dalam populasi dapat berubah. Perubahan antargenerasi inilah yang dipelajari dalam evolusi.

Siswa menelaah variasi paruh burung dan sumber makanannya

Gambar 1. Pengukuran banyak individu mengubah kesan visual menjadi data. Perbandingan bentuk paruh, sumber makanan, dan keberhasilan reproduksi dapat menguji apakah suatu variasi berkaitan dengan lingkungan; satu individu saja tidak cukup untuk menyimpulkan evolusi.

Dalam biologi modern, evolusi dapat dinyatakan sebagai perubahan sifat terwariskan atau frekuensi alel dalam suatu populasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Individu dapat tumbuh, belajar, atau menyesuaikan fisiologinya, tetapi individu tidak berevolusi selama hidupnya. Populasilah yang dapat mengalami perubahan evolusioner.

Evolusi bukan tangga yang selalu bergerak dari "rendah" ke "tinggi". Sejarah kehidupan lebih tepat digambarkan sebagai pohon bercabang. Setiap spesies yang hidup sekarang telah melewati sejarah evolusi yang sama panjang sejak leluhur bersama, tetapi menghadapi jalur dan lingkungan yang berbeda.

Bab ini juga membedakan dua pertanyaan yang sering tercampur:

  • asal-usul kehidupan menanyakan bagaimana sistem kimia nonhayati pada Bumi purba dapat berkembang menuju sistem yang mampu bereplikasi; dan
  • evolusi biologis menjelaskan perubahan serta percabangan populasi setelah terdapat kehidupan dan pewarisan.

Keduanya dapat diteliti secara ilmiah, tetapi bukti dan hipotesis yang digunakan tidak sama.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat:

  1. menjelaskan evolusi sebagai perubahan populasi antargenerasi dan membedakannya dari perubahan individu;
  2. membedakan abiogenesis historis, biogenesis, dan hipotesis evolusi kimia;
  3. membandingkan gagasan Lamarck, Darwin-Wallace, dan sintesis modern dalam konteks sejarahnya;
  4. menganalisis bukti fosil, anatomi perbandingan, biogeografi, dan molekuler sebagai garis bukti yang saling menguatkan;
  5. menjelaskan bagaimana variasi terwariskan, perbedaan keberhasilan reproduksi, dan seleksi alam mengubah populasi;
  6. membandingkan mutasi, rekombinasi, seleksi, hanyutan genetik, aliran gen, dan perkawinan tidak acak;
  7. menggunakan model Hardy-Weinberg untuk menghitung frekuensi alel dan genotip serta menilai asumsi model;
  8. menjelaskan terbentuknya spesies melalui isolasi reproduktif;
  9. membaca pohon filogenetik berdasarkan titik percabangan dan karakter turunan bersama; serta
  10. menganalisis bagaimana perubahan iklim dapat memengaruhi sebaran, ukuran populasi, seleksi, dan risiko kepunahan.

Pertanyaan Pemantik

  • Mengapa penggunaan antibiotik tidak "mengajari" bakteri menjadi kebal, tetapi tetap dapat meningkatkan frekuensi bakteri resisten?
  • Bagaimana fosil, kesamaan tulang, persebaran pulau, dan DNA dapat mendukung kesimpulan yang sama?
  • Apakah perubahan frekuensi alel selalu disebabkan seleksi alam?
  • Mengapa populasi kecil lebih mudah berubah secara acak?
  • Bagaimana perubahan iklim dapat menyebabkan pergeseran sebaran tanpa selalu menghasilkan adaptasi genetik?

Cara Belajar dalam Bab Ini

Gunakan lima kebiasaan berikut.

  1. Tentukan unitnya. Tanyakan apakah pernyataan membahas individu, populasi, spesies, atau garis keturunan.
  2. Pisahkan sumber variasi dan penyaring variasi. Mutasi dan rekombinasi menghasilkan variasi; seleksi mengubah keberhasilan reproduksi berdasarkan variasi yang sudah ada.
  3. Bandingkan mekanisme acak dan tidak acak. Hanyutan genetik bersifat acak terhadap kebugaran, sedangkan seleksi alam tidak acak terhadap pengaruh fenotip pada reproduksi di lingkungan tertentu.
  4. Periksa asumsi model. Hasil Hardy-Weinberg hanya dapat ditafsirkan dengan menyebut asumsi dan kualitas data.
  5. Hindari bahasa bertujuan. Organisme tidak memperoleh sifat karena membutuhkannya. Variasi muncul lebih dahulu; lingkungan memengaruhi variasi mana yang lebih banyak diwariskan.

Saat menilai klaim evolusi, tanyakan: data apa yang diamati, mekanisme apa yang mungkin, penjelasan alternatif apa yang belum disingkirkan, dan kesimpulan apa yang benar-benar didukung?