Materi genetik dan pewarisan sifat: struktur DNA, gen, dan kromosom; replikasi dan sintesis protein; mitosis-meiosis; hukum Mendel dan probabilitas; pola hereditas manusia; mutasi; serta epigenetik.
Tujuan Pembelajaran (12)
B-F.PI6Memahami kaitan DNA, RNA dan Ribosom dalam proses sintesis protein.
B-F.PI6.1Menerangkan komposisi sekaligus struktur DNA, gen, beserta kromosom.
B-F.PI6.2Mengkorelasikan peran antara DNA, gen, beserta kromosom pada pewarisan sifat.
B-F.PI6.3Menerangkan tahap-tahap sintesis protein (transkripsi, translasi).
B-F.PI6.4Menyandingkan tahap-tahap mitosis dibanding meiosis sekaligus mengkaji perannya pada produksi sel-sel identik secara genetik beserta variasi genetik.
B-F.PI7Memahami penerapan hukum Mendel dalam persilangan makhluk hidup.
B-F.PI7.1Menerapkan hukum Mendel I (segregasi) maupun hukum Mendel II (pemilahan bebas) pada persilangan monohibrid sekaligus dihibrid.
B-F.PI7.2Menghitung hasil persilangan demi memperoleh perbandingan fenotip maupun genotip keturunan.
B-F.PI8Memahami penerapan pola-pola hereditas pada persilangan makhluk hidup.
B-F.PI8.1Mengkaji pola-pola pewarisan sifat pada makhluk hidup (interaksi gen, pautan, gagal berpisah, hereditas pada manusia).
B-F.PI8.2Menerapkan konsep penyimpangan semu hukum Mendel pada beberapa kasus soal.
B-F.PI8.3Menerangkan peristiwa mutasi beserta sebab-sebab terjadinya (mutasi gen vs mutasi kromosom).
Genetik dan Pewarisan Sifat
Saudara kandung dapat memiliki banyak kemiripan, tetapi tidak pernah menjadi salinan sederhana satu sama lain. Warna rambut, golongan darah, kemampuan menghasilkan pigmen, dan ribuan karakter lain berkaitan dengan informasi genetik yang diwariskan. Namun, sifat yang tampak juga dapat dipengaruhi lingkungan, perkembangan, interaksi banyak gen, dan peluang selama pembentukan gamet.
Informasi genetik tersimpan terutama dalam DNA. Bagian DNA yang memiliki fungsi tertentu disebut gen, sedangkan versi alternatif suatu gen disebut alel. DNA dikemas bersama protein menjadi kromosom. Ketika sel membelah, DNA harus disalin dan dibagikan secara teratur. Ketika suatu gen diekspresikan, informasi urutan DNA dapat ditranskripsi menjadi RNA dan, untuk gen penyandi protein, diterjemahkan menjadi urutan asam amino.
Gambar 1. Perbedaan warna, bentuk, dan ukuran biji dapat dicatat sebagai data fenotip. Dengan membandingkan banyak tanaman dan mengetahui asal keturunannya, siswa dapat menyusun dugaan tentang peran pewarisan, lingkungan, dan peluang, bukan menyimpulkan hanya dari satu individu.
Bab ini tidak berhenti pada hafalan istilah. Kamu akan memakai model, tabel, diagram persilangan, data keturunan, dan silsilah keluarga untuk menjawab pertanyaan: bagaimana informasi genetik dipertahankan, diacak, diekspresikan, dan kadang berubah? Kamu juga akan menilai batas suatu model. Rasio Mendel, misalnya, menyatakan peluang yang diharapkan pada kondisi tertentu, bukan jaminan bahwa setiap keluarga atau sampel kecil harus tepat mengikuti rasio tersebut.
Pewarisan sifat perlu dibahas dengan bahasa yang hati-hati. Alel dominan tidak otomatis lebih baik, lebih kuat, atau lebih umum daripada alel resesif. Perbedaan genetik juga tidak boleh dipakai untuk merendahkan seseorang. Informasi genetik manusia bersifat pribadi; analisis kelas harus menggunakan data rekaan, data anonim, atau organisme model, bukan memaksa siswa mengungkap riwayat kesehatan keluarga.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat:
menjelaskan hubungan nukleotida, DNA, gen, alel, kromatin, kromosom, dan genom;
menerangkan struktur DNA serta prinsip replikasi semikonservatif;
menghubungkan DNA, RNA, ribosom, dan kode genetik dalam transkripsi serta translasi;
membandingkan siklus sel, mitosis, dan meiosis berdasarkan tujuan, tahap, serta hasilnya;
menjelaskan sumber variasi genetik pada meiosis dan fertilisasi;
menggunakan istilah genotip, fenotip, homozigot, heterozigot, dominan, dan resesif dengan tepat;
menerapkan hukum segregasi dan pemilahan bebas pada persilangan monohibrid dan dihibrid;
menghitung peluang genotip atau fenotip dengan diagram Punnett dan aturan probabilitas;
menganalisis pola yang tidak mengikuti dominansi sederhana, termasuk dominansi tidak sempurna, kodominansi, alel majemuk, pautan, dan interaksi gen;
menafsirkan silsilah pewarisan sifat manusia tanpa menganggap hasil probabilitas sebagai diagnosis;
membedakan mutasi gen, perubahan struktur kromosom, dan perubahan jumlah kromosom; serta
menjelaskan bagaimana regulasi epigenetik dapat mengubah ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA.
Pertanyaan Pemantik
Mengapa dua saudara dari orang tua yang sama dapat memiliki kombinasi sifat yang berbeda?
Bagaimana satu perubahan basa DNA dapat tidak berpengaruh, mengubah satu asam amino, atau menghentikan pembentukan protein?
Mengapa rasio fenotip hasil percobaan tidak selalu tepat sama dengan rasio teoritis?
Dalam kondisi apa hukum pemilahan bebas tidak dapat diterapkan secara langsung?
Mengapa dua sel tubuh dengan DNA yang hampir sama dapat memiliki bentuk dan fungsi berbeda?
Cara Belajar dalam Bab Ini
Gunakan lima kebiasaan berikut.
Pisahkan tingkat organisasi. Nukleotida menyusun DNA; gen adalah bagian DNA; DNA dikemas dalam kromosom; genom mencakup keseluruhan informasi genetik.
Ikuti kromosom saat pembelahan. Bedakan kromosom homolog, kromatid saudara, dan jumlah set kromosom.
Tulis asumsi persilangan. Nyatakan dominansi, pautan gen, jenis gamet, dan apakah peluang setiap gamet dianggap sama.
Bedakan peluang dari kepastian. Diagram Punnett memprediksi distribusi pada banyak kejadian, bukan urutan kelahiran individu.
Jaga etika data. Gunakan data anonim dan hindari kesimpulan kesehatan atau kekerabatan tanpa pemeriksaan profesional dan persetujuan yang tepat.
Saat membaca diagram atau tabel, tanyakan: apa unit yang ditelusuri, proses apa yang mengubahnya, bukti apa yang tersedia, dan kesimpulan apa yang masih terlalu jauh dari data?
Teori: Genetik dan Pewarisan Sifat
1. Dari DNA Menuju Sifat
Genetika mempelajari pewarisan dan variasi sifat. Agar pembahasannya tidak rancu, beberapa tingkat organisasi harus dibedakan.
Istilah
Makna
nukleotida
unit penyusun asam nukleat yang terdiri atas gula, fosfat, dan basa nitrogen
DNA
polimer nukleotida yang menyimpan informasi genetik pada sebagian besar organisme
gen
bagian DNA yang produknya berupa RNA fungsional atau berperan dalam pembentukan suatu produk fungsional
alel
versi alternatif suatu gen pada lokus yang sama
kromatin
kompleks DNA dan protein pada sel eukariot
kromosom
satu molekul DNA yang terorganisasi bersama protein dan unsur lain; bentuknya berubah sepanjang siklus sel
genom
keseluruhan materi genetik suatu organisme atau sel
Gen bukan benda terpisah yang menempel pada DNA. Gen adalah bagian dari DNA. Pada organisme diploid, dua kromosom homolog membawa lokus gen yang bersesuaian, tetapi alelnya dapat sama atau berbeda. Susunan alel disebut genotip. Karakter yang dapat diamati atau diukur disebut fenotip.
Fenotip tidak selalu merupakan hasil satu gen. Banyak sifat muncul dari interaksi beberapa gen, regulasi ekspresi gen, perkembangan, dan lingkungan. Tinggi badan manusia, misalnya, dipengaruhi banyak varian genetik serta gizi dan kesehatan. Karena itu, hubungan genotip-fenotip sering bersifat probabilistik, bukan satu gen pasti menghasilkan satu ciri sederhana.
Gambar 2. Gen merupakan bagian tertentu dari molekul DNA. DNA dikemas menjadi kromosom di dalam inti sel, sedangkan genom mencakup keseluruhan materi genetik suatu organisme.
2. Struktur DNA, Pengemasan, dan Replikasi
Nukleotida dan heliks ganda
Nukleotida DNA tersusun atas gula deoksiribosa, gugus fosfat, dan salah satu basa nitrogen: adenin (A), timin (T), sitosin (C), atau guanin (G). Nukleotida dalam satu untai dihubungkan oleh ikatan fosfodiester sehingga terbentuk arah kimia 5′→3′.
Dua untai DNA pada heliks ganda bersifat antiparalel: jika satu untai berarah 5′→3′, pasangannya berarah 3′→5′. Basa pada kedua untai berpasangan secara komplementer:
A berpasangan dengan T melalui dua ikatan hidrogen; dan
C berpasangan dengan G melalui tiga ikatan hidrogen.
Jika satu untai ditulis 5′-A C G T T A-3′, untai komplemennya adalah 3′-T G C A A T-5′. Jika untai komplemen juga harus ditulis dari 5′ ke 3′, urutannya dibalik menjadi 5′-T A A C G T-3′.
Pada sel eukariot, DNA inti umumnya berbentuk beberapa molekul linear. DNA melilit protein histon membentuk nukleosom, lalu tersusun menjadi kromatin. Kromatin memadat kuat ketika sel membelah sehingga kromosom mudah dipisahkan. Bakteri juga memiliki kromosom, umumnya berupa satu molekul DNA sirkular, dan dapat memiliki DNA tambahan berupa plasmid. Mitokondria dan kloroplas mempunyai genom sendiri. Virus dapat memiliki genom DNA atau RNA, tetapi virus bukan sel.
Replikasi semikonservatif
Sebelum pembelahan, DNA disalin melalui replikasi semikonservatif. Setiap molekul DNA hasil replikasi mengandung satu untai lama dan satu untai baru. Pada sel eukariot, replikasi DNA inti terutama berlangsung pada fase S siklus sel.
Tahap intinya adalah:
Helikase membuka heliks ganda dan membentuk garpu replikasi.
Primase membuat primer RNA pendek yang menyediakan ujung awal.
DNA polimerase menambahkan nukleotida baru dengan membaca cetakan 3′→5′ dan menyintesis untai baru hanya dalam arah 5′→3′.
Pada untai utama, sintesis dapat berlangsung relatif kontinu menuju garpu replikasi.
Pada untai tertinggal, sintesis berlangsung terputus-putus sebagai fragmen Okazaki.
Primer diganti, celah diisi, dan DNA ligase menyambungkan fragmen.
DNA polimerase dan sistem perbaikan dapat mengoreksi banyak kesalahan, tetapi tidak semuanya. Kesalahan yang lolos dapat menjadi mutasi.
Gambar 3. Helikase memisahkan dua untai DNA induk, kemudian DNA polimerase menyusun untai komplementer baru. Setiap molekul DNA hasil mempertahankan satu untai lama dan memiliki satu untai baru; diagram ini menyederhanakan mekanisme untuk menekankan prinsip semikonservatif.
3. Ekspresi Gen: Transkripsi dan Translasi
Tidak semua gen menyandi protein. Sebagian gen menghasilkan RNA fungsional. Untuk gen penyandi protein, aliran informasi yang umum adalah:
DNAtranskripsiRNAtranslasipolipeptida
Skema ini membantu memahami aliran informasi, tetapi tidak berarti semua DNA selalu ditranskripsi atau semua RNA diterjemahkan. Retrovirus, misalnya, menggunakan transkripsi balik dari RNA ke DNA.
Transkripsi
Pada transkripsi, RNA polimerase menggunakan salah satu untai DNA sebagai cetakan. Enzim membaca cetakan 3′→5′ dan menyintesis RNA 5′→3′. Basa RNA berpasangan dengan cetakan DNA, tetapi urasil (U) menggantikan timin (T).
Pada sel eukariot, transkripsi gen inti berlangsung di nukleus. Transkrip awal mRNA biasanya diproses dengan penambahan tudung 5′, ekor poli-A, dan penyambungan RNA yang membuang intron serta menggabungkan ekson. mRNA matang kemudian dapat keluar ke sitoplasma.
Tiga jenis RNA yang penting dalam sintesis protein adalah:
mRNA, membawa urutan kodon;
tRNA, membawa asam amino dan memiliki antikodon yang berpasangan dengan kodon; dan
rRNA, menjadi komponen struktural sekaligus katalitik ribosom.
Translasi
Ribosom membaca mRNA per tiga basa. Setiap triplet pada mRNA disebut kodon. Kodon AUG biasanya menjadi kodon awal dan menyandi metionin. Kodon UAA, UAG, dan UGA merupakan kodon stop pada kode genetik standar.
Translasi mencakup:
inisiasi, ketika ribosom, mRNA, dan tRNA awal tersusun;
elongasi, ketika tRNA membawa asam amino sesuai kodon dan ribosom membentuk ikatan peptida; dan
terminasi, ketika kodon stop memicu pelepasan polipeptida.
Kode genetik bersifat degenerat, artinya beberapa kodon dapat menyandi asam amino yang sama. Karena itu, perubahan satu basa tidak selalu mengubah asam amino. Namun, perubahan lain dapat mengganti asam amino atau menghasilkan kodon stop.
Protein yang terbentuk masih dapat dilipat, dipotong, diberi gugus kimia, atau dikirim ke lokasi tertentu. Fenotip bergantung pada fungsi produk gen dan jaringan tempat gen diekspresikan, bukan sekadar keberadaan urutan DNA.
Gambar 4. Informasi pada DNA ditranskripsi menjadi mRNA di dalam nukleus. Setelah keluar ke sitoplasma, mRNA dibaca ribosom dari arah 5′ ke 3′; tRNA membawa asam amino yang dirangkai menjadi polipeptida.
4. Siklus Sel, Mitosis, dan Meiosis
Siklus sel dan mitosis
Siklus sel eukariot meliputi fase G1, S, G2, dan M. Pada G1 sel tumbuh; pada S DNA direplikasi; pada G2 sel mempersiapkan pembelahan; dan pada fase M terjadi pembelahan inti serta sitokinesis. Titik pemeriksaan membantu mencegah sel membelah ketika DNA rusak atau pembagian kromosom belum siap.
Setelah fase S, setiap kromosom terdiri atas dua kromatid saudara yang terhubung pada sentromer. Jumlah kromosom dihitung berdasarkan jumlah sentromer, sehingga replikasi menggandakan jumlah DNA dan kromatid, bukan langsung menggandakan jumlah kromosom.
Tahap utama mitosis adalah:
profase-prometafase: kromatin memadat, gelendong terbentuk, membran inti terurai, dan mikrotubulus menempel pada kinetokor;
metafase: kromosom berjajar pada bidang ekuator;
anafase: kromatid saudara berpisah dan bergerak ke kutub berlawanan;
telofase: membran inti terbentuk kembali; dan
sitokinesis: sitoplasma terbagi.
Mitosis biasanya menghasilkan dua sel anak dengan set kromosom sama seperti sel induk. Sel anak sangat mirip secara genetik, tetapi mutasi atau pembagian komponen sel yang tidak identik dapat menimbulkan perbedaan.
Meiosis
Meiosis menghasilkan sel haploid dari sel diploid dan terdiri atas dua pembelahan setelah satu kali replikasi DNA.
Pada meiosis I, kromosom homolog berpasangan. Pindah silang dapat terjadi antara kromatid nonsaudara pada profase I. Pasangan homolog berjajar pada metafase I dan kemudian berpisah pada anafase I.
Pada meiosis II, kromatid saudara berpisah, menyerupai pemisahan pada mitosis.
Hasil akhir umumnya empat inti haploid yang berbeda secara genetik. Dalam spermatogenesis, empat sel dapat berkembang menjadi gamet. Dalam oogenesis manusia, pembagian sitoplasma tidak seimbang sehingga satu sel telur fungsional dan badan kutub terbentuk.
Tiga sumber utama variasi pada reproduksi seksual adalah:
pindah silang;
orientasi acak pasangan homolog pada metafase I; dan
pertemuan gamet secara acak saat fertilisasi.
Jika kromosom homolog atau kromatid saudara gagal berpisah, terjadi nondisjungsi yang dapat menghasilkan gamet dengan jumlah kromosom tidak normal.
Gambar 5. Setelah satu kali replikasi DNA, mitosis melakukan satu pembelahan dan mempertahankan ploidi pada dua sel anak. Meiosis melakukan dua pembelahan, mengurangi ploidi, dan menghasilkan empat sel yang dapat berbeda akibat segregasi serta pindah silang.
5. Dasar Hukum Mendel dan Probabilitas
Istilah dasar
Lokus adalah posisi suatu gen pada kromosom.
Homozigot berarti memiliki dua alel sama pada suatu lokus, misalnya AA atau aa.
Heterozigot berarti memiliki dua alel berbeda, misalnya Aa.
Pada dominansi penuh, fenotip heterozigot sama dengan fenotip homozigot dominan.
Istilah dominan tidak berarti alel itu lebih sehat, lebih sering, lebih baru, atau lebih kuat secara biologis. Dominansi hanya menjelaskan hubungan fenotip alel dalam genotip heterozigot.
Hukum segregasi
Dua alel pada organisme diploid berpisah ketika kromosom homolog berpisah saat meiosis. Akibatnya, setiap gamet normal membawa satu alel dari setiap pasangan. Persilangan Aa×Aa menghasilkan peluang genotip:
41AA:21Aa:41aa
Pada dominansi penuh, rasio fenotip yang diharapkan adalah 3:1. Kata diharapkan penting: pada jumlah keturunan kecil, hasil nyata dapat menyimpang karena pengambilan sampel acak.
Hukum pemilahan bebas
Alel dari gen berbeda dapat memasuki gamet secara independen jika gen berada pada kromosom berbeda atau cukup berjauhan pada kromosom yang sama. Persilangan AaBb×AaBb dapat menghasilkan rasio fenotip 9:3:3:1 jika:
kedua gen bersegregasi independen;
tiap lokus menunjukkan dominansi penuh;
semua genotip memiliki peluang hidup dan teramati yang sama; dan
tidak ada interaksi gen yang mengubah kategori fenotip.
Gen yang berdekatan pada kromosom yang sama dapat terpaut, sehingga pemilahan bebas tidak berlaku langsung.
Menggunakan probabilitas
Diagram Punnett merangkum kombinasi gamet. Untuk peristiwa independen, peluang gabungan diperoleh dengan aturan perkalian. Peluang keturunan aaB− dari AaBb×AaBb adalah:
P(aa)×P(B−)=41×43=163
Aturan penjumlahan digunakan untuk hasil yang saling lepas. Peluang genotip heterozigot Aa pada Aa×Aa, misalnya, dapat dihitung dari dua jalur: A dari induk pertama dan a dari induk kedua, atau sebaliknya.
Uji silang dilakukan dengan menyilangkan individu berfenotip dominan yang genotipnya belum diketahui dengan individu homozigot resesif. Keturunan resesif menunjukkan bahwa induk yang diuji membawa alel resesif. Namun, jumlah keturunan yang terlalu kecil belum memberi kepastian mutlak.
Gambar 6. Kotak Punnett menampilkan empat kombinasi gamet yang sama peluangnya pada persilangan Aa×Aa. Rasio 1:2:1 untuk genotip dan 3:1 untuk fenotip adalah nilai harapan; sampel kecil tidak harus tepat menghasilkan rasio tersebut.
6. Pola Pewarisan di Luar Dominansi Sederhana
Hukum segregasi tetap berlaku pada banyak pola berikut, tetapi hubungan genotip-fenotipnya berbeda dari dominansi penuh sederhana.
Dominansi tidak sempurna dan kodominansi
Pada dominansi tidak sempurna, heterozigot memiliki fenotip antara dua homozigot. Jika bunga merah CRCR disilangkan dengan bunga putih CWCW dan heterozigotnya merah muda, persilangan sesama heterozigot memberi rasio fenotip 1:2:1.
Pada kodominansi, kedua alel pada heterozigot terekspresi. Sistem golongan darah ABO memiliki tiga alel dalam populasi: IA, IB, dan i. Setiap individu tetap membawa paling banyak dua alel pada lokus tersebut. IA dan IB kodominan satu sama lain dan keduanya dominan terhadap i.
Fenotip ABO
Genotip yang mungkin
A
IAIA atau IAi
B
IBIB atau IBi
AB
IAIB
O
ii
Golongan darah ABO saja tidak cukup untuk memastikan hubungan biologis seseorang. Ia hanya dapat menyingkirkan beberapa kemungkinan dan tetap memerlukan data lain.
Interaksi gen dan sifat kompleks
Epistasis terjadi ketika alel pada satu lokus memengaruhi ekspresi lokus lain. Rasio fenotip dapat berubah, misalnya menjadi 9:3:4 atau 9:7, bergantung mekanismenya. Rasio harus diturunkan dari aturan genotip-fenotip, bukan dihafalkan tanpa model.
Pada pewarisan poligenik, banyak lokus berkontribusi pada satu sifat sehingga variasinya sering kontinu. Sebaliknya, pleiotropi berarti satu gen memengaruhi beberapa karakter.
Pautan dan pindah silang
Gen pada kromosom yang sama membentuk kelompok pautan. Pindah silang dapat menghasilkan gamet rekombinan. Semakin jauh dua lokus, semakin besar peluang pindah silang di antaranya sampai batas pengamatan sekitar 50%. Frekuensi rekombinasi dapat dipakai memperkirakan jarak genetik, tetapi tidak sama persis dengan jarak fisik DNA.
Gambar 7. Dominansi tidak sempurna menghasilkan fenotip heterozigot antara dua homozigot, sedangkan pada golongan darah AB antigen A dan B sama-sama diekspresikan. Gen terpaut cenderung diwariskan bersama, tetapi pindah silang dapat menghasilkan kombinasi rekombinan.
7. Menafsirkan Pewarisan pada Manusia
Eksperimen persilangan terkontrol tidak etis dilakukan pada manusia. Karena itu, pola pewarisan dipelajari melalui pedigri atau silsilah, data populasi, dan pengujian molekuler dengan persetujuan yang tepat.
Dalam pedigri standar, persegi biasanya mewakili laki-laki, lingkaran mewakili perempuan, simbol berarsir menunjukkan individu dengan fenotip yang ditelusuri, dan garis menghubungkan pasangan atau keturunan. Simbol ini adalah konvensi analisis, bukan penilaian terhadap individu.
Petunjuk pola umum:
autosomal dominan sering muncul pada beberapa generasi, tetapi dapat tampak terlewat karena penetransi tidak lengkap atau data keluarga kecil;
autosomal resesif dapat muncul pada anak dari dua orang tua tanpa fenotip yang sama;
terpaut-X resesif lebih sering tampak pada individu dengan satu kromosom X dan tidak diwariskan dari ayah kepada anak laki-laki melalui kromosom X;
mitokondrial umumnya diturunkan melalui sel telur, sehingga ibu dapat meneruskan varian kepada anak-anaknya.
Tidak satu pun petunjuk tunggal selalu membuktikan pola. Ukuran keluarga, informasi yang hilang, mutasi baru, penetransi, dan kesalahan pencatatan harus dipertimbangkan.
Pada manusia, perkembangan karakter seks melibatkan kromosom, gen, hormon, reseptor, dan proses perkembangan. Model XX/XY berguna untuk banyak kasus, tetapi tidak mencakup seluruh variasi biologis. Bahasa pembelajaran harus akurat dan tidak menstigma.
Peluang genetik bukan diagnosis. Konseling dan pemeriksaan genetik memerlukan persetujuan, perlindungan data, penjelasan keterbatasan tes, dan tenaga profesional.
Gambar 8. Distribusi fenotip antarjenis kelamin dan antargenerasi memberi petunjuk untuk membandingkan model autosomal dominan, autosomal resesif, dan terpaut-X resesif. Pedigri kecil tidak cukup untuk menetapkan diagnosis tanpa data tambahan.
8. Mutasi Gen dan Kromosom
Mutasi adalah perubahan materi genetik. Mutasi dapat muncul spontan akibat kesalahan replikasi atau dipicu mutagen seperti radiasi tertentu dan beberapa bahan kimia. Tidak semua paparan menghasilkan mutasi, dan tidak semua mutasi menimbulkan fenotip.
Mutasi tingkat gen
Substitusi mengganti satu pasangan basa. Dampaknya dapat sinonim (asam amino tetap), salah makna atau missense (asam amino berubah), atau tanpa makna atau nonsense (muncul kodon stop).
Insersi menambahkan nukleotida.
Delesi menghilangkan nukleotida.
Insersi atau delesi pada daerah penyandi dapat menggeser rangka baca jika jumlah nukleotida bukan kelipatan tiga. Namun, dampak mutasi juga bergantung lokasi, jenis sel, dan fungsi wilayah DNA.
Perubahan kromosom
Perubahan struktur meliputi delesi, duplikasi, inversi, dan translokasi. Perubahan jumlah mencakup aneuploidi, yaitu kehilangan atau penambahan kromosom tertentu. Nondisjungsi saat meiosis dapat menghasilkan gamet n+1 atau n−1.
Trisomi 21 merupakan penyebab kromosomal sindrom Down. Sebagian besar kasus berasal dari nondisjungsi dan bukan akibat tindakan orang tua. Sebagian kecil berkaitan dengan translokasi. Pembahasan kondisi genetik harus memakai bahasa yang menghormati orang, tidak mereduksi identitas seseorang menjadi diagnosis.
Mutasi pada garis germinal dapat diwariskan jika masuk ke gamet. Mutasi somatik tidak diwariskan melalui reproduksi seksual, tetapi dapat memengaruhi jaringan tubuh dan berperan dalam kanker. Dampak mutasi dapat merugikan, netral, atau menguntungkan bergantung lingkungan dan konteks.
Gambar 9. Substitusi mengganti basa, sedangkan insersi atau delesi dapat menggeser rangka baca. Pada tingkat kromosom dapat terjadi perubahan struktur; kegagalan kromosom homolog berpisah saat meiosis I menghasilkan dua gamet n+1 dan dua gamet n−1 pada contoh sederhana ini.
9. Epigenetik dan Regulasi Ekspresi Gen
Sel saraf dan sel hati pada satu individu memiliki urutan DNA yang hampir sama, tetapi mengekspresikan kumpulan gen berbeda. Salah satu penyebabnya adalah regulasi epigenetik, yaitu perubahan keadaan ekspresi gen yang tidak disebabkan perubahan urutan DNA.
Mekanisme penting meliputi:
metilasi DNA, yang pada konteks tertentu berkaitan dengan penurunan transkripsi;
modifikasi histon, yang dapat membuat kromatin lebih terbuka atau tertutup;
remodeling kromatin, yang mengubah keterjangkauan DNA; dan
RNA nonpenyandi, yang dapat mengatur kestabilan RNA atau proses transkripsi.
Tanda epigenetik dapat berubah selama perkembangan atau akibat sinyal lingkungan. Sebagian pola dipertahankan ketika sel membelah sehingga membantu mempertahankan identitas sel. Namun, banyak tanda diatur ulang pada pembentukan gamet dan perkembangan awal. Klaim bahwa setiap pengalaman orang tua pasti diwariskan secara epigenetik kepada banyak generasi manusia memerlukan bukti kuat dan tidak boleh disimpulkan dari satu korelasi.
Epigenetik tidak menggantikan genetika. Urutan DNA, regulasi gen, lingkungan, dan perkembangan bekerja bersama membentuk fenotip.
Gambar 10. Keadaan kromatin memengaruhi kemudahan mesin transkripsi mengakses DNA. Metilasi DNA dan modifikasi histon dapat berkaitan dengan tingkat transkripsi yang berbeda tanpa mengubah urutan DNA; arah dan besarnya efek tetap bergantung konteks.
10. Menggunakan Data Genetik secara Ilmiah
Model genetika menghasilkan nilai harapan. Jika 160 keturunan dihibrid diprediksi mengikuti rasio 9:3:3:1, jumlah harapannya adalah 90, 30, 30, dan 10. Hasil pengamatan dapat berbeda karena peluang acak, viabilitas genotip, kesalahan klasifikasi, pautan, atau asumsi model yang tidak terpenuhi.
Sebelum menyimpulkan, lakukan langkah berikut:
tuliskan hipotesis dan asumsi model;
tentukan kategori data sebelum melihat hasil;
gunakan sampel cukup besar dan prosedur pencatatan konsisten;
bandingkan data pengamatan dengan nilai harapan;
cari penjelasan alternatif untuk penyimpangan; dan
laporkan keterbatasan serta ketidakpastian.
Uji statistik, seperti uji khi-kuadrat, dapat membantu menilai apakah selisih data dan model lebih besar daripada yang wajar karena peluang acak. Uji tersebut tidak membuktikan model benar; hasilnya hanya menunjukkan seberapa sesuai data dengan asumsi yang diuji.
Dalam genetika manusia, kualitas analisis harus disertai etika. Data DNA dapat mengungkap informasi kesehatan dan kekerabatan yang tidak hanya menyangkut satu orang. Karena itu, persetujuan, privasi, keamanan penyimpanan, dan komunikasi ketidakpastian merupakan bagian dari praktik ilmiah yang bertanggung jawab.
Ringkasan Konsep
DNA tersusun dari dua untai antiparalel dan direplikasi secara semikonservatif.
Gen adalah bagian DNA; alel adalah versi alternatif suatu gen; kromosom mengorganisasi DNA.
Transkripsi menghasilkan RNA, sedangkan translasi membaca kodon mRNA untuk menyusun polipeptida.
Mitosis mempertahankan set kromosom, sedangkan meiosis mengurangi jumlah set dan menghasilkan variasi.
Segregasi berlaku pada pasangan alel; pemilahan bebas memerlukan gen yang tidak terpaut erat.
Rasio persilangan adalah peluang yang bergantung pada asumsi dan ukuran sampel.
Dominansi tidak sempurna, kodominansi, alel majemuk, epistasis, pautan, dan sifat poligenik memperluas model Mendel sederhana.
Mutasi dan rekombinasi menghasilkan variasi genetik; epigenetik mengatur ekspresi tanpa mengubah urutan DNA.
Analisis genetika manusia harus menjaga privasi, menghindari determinisme, dan tidak menggantikan diagnosis profesional.