Kembali ke Kurikulum

Genetik dan Pewarisan Sifat

Materi genetik dan pewarisan sifat: struktur DNA, gen, dan kromosom; replikasi dan sintesis protein; mitosis-meiosis; hukum Mendel dan probabilitas; pola hereditas manusia; mutasi; serta epigenetik.

Tujuan Pembelajaran (12)
  • B-F.PI6Memahami kaitan DNA, RNA dan Ribosom dalam proses sintesis protein.
  • B-F.PI6.1Menerangkan komposisi sekaligus struktur DNA, gen, beserta kromosom.
  • B-F.PI6.2Mengkorelasikan peran antara DNA, gen, beserta kromosom pada pewarisan sifat.
  • B-F.PI6.3Menerangkan tahap-tahap sintesis protein (transkripsi, translasi).
  • B-F.PI6.4Menyandingkan tahap-tahap mitosis dibanding meiosis sekaligus mengkaji perannya pada produksi sel-sel identik secara genetik beserta variasi genetik.
  • B-F.PI7Memahami penerapan hukum Mendel dalam persilangan makhluk hidup.
  • B-F.PI7.1Menerapkan hukum Mendel I (segregasi) maupun hukum Mendel II (pemilahan bebas) pada persilangan monohibrid sekaligus dihibrid.
  • B-F.PI7.2Menghitung hasil persilangan demi memperoleh perbandingan fenotip maupun genotip keturunan.
  • B-F.PI8Memahami penerapan pola-pola hereditas pada persilangan makhluk hidup.
  • B-F.PI8.1Mengkaji pola-pola pewarisan sifat pada makhluk hidup (interaksi gen, pautan, gagal berpisah, hereditas pada manusia).
  • B-F.PI8.2Menerapkan konsep penyimpangan semu hukum Mendel pada beberapa kasus soal.
  • B-F.PI8.3Menerangkan peristiwa mutasi beserta sebab-sebab terjadinya (mutasi gen vs mutasi kromosom).

Genetik dan Pewarisan Sifat

Saudara kandung dapat memiliki banyak kemiripan, tetapi tidak pernah menjadi salinan sederhana satu sama lain. Warna rambut, golongan darah, kemampuan menghasilkan pigmen, dan ribuan karakter lain berkaitan dengan informasi genetik yang diwariskan. Namun, sifat yang tampak juga dapat dipengaruhi lingkungan, perkembangan, interaksi banyak gen, dan peluang selama pembentukan gamet.

Informasi genetik tersimpan terutama dalam DNA. Bagian DNA yang memiliki fungsi tertentu disebut gen, sedangkan versi alternatif suatu gen disebut alel. DNA dikemas bersama protein menjadi kromosom. Ketika sel membelah, DNA harus disalin dan dibagikan secara teratur. Ketika suatu gen diekspresikan, informasi urutan DNA dapat ditranskripsi menjadi RNA dan, untuk gen penyandi protein, diterjemahkan menjadi urutan asam amino.

Siswa membandingkan variasi sifat tanaman kacang

Gambar 1. Perbedaan warna, bentuk, dan ukuran biji dapat dicatat sebagai data fenotip. Dengan membandingkan banyak tanaman dan mengetahui asal keturunannya, siswa dapat menyusun dugaan tentang peran pewarisan, lingkungan, dan peluang, bukan menyimpulkan hanya dari satu individu.

Bab ini tidak berhenti pada hafalan istilah. Kamu akan memakai model, tabel, diagram persilangan, data keturunan, dan silsilah keluarga untuk menjawab pertanyaan: bagaimana informasi genetik dipertahankan, diacak, diekspresikan, dan kadang berubah? Kamu juga akan menilai batas suatu model. Rasio Mendel, misalnya, menyatakan peluang yang diharapkan pada kondisi tertentu, bukan jaminan bahwa setiap keluarga atau sampel kecil harus tepat mengikuti rasio tersebut.

Pewarisan sifat perlu dibahas dengan bahasa yang hati-hati. Alel dominan tidak otomatis lebih baik, lebih kuat, atau lebih umum daripada alel resesif. Perbedaan genetik juga tidak boleh dipakai untuk merendahkan seseorang. Informasi genetik manusia bersifat pribadi; analisis kelas harus menggunakan data rekaan, data anonim, atau organisme model, bukan memaksa siswa mengungkap riwayat kesehatan keluarga.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat:

  1. menjelaskan hubungan nukleotida, DNA, gen, alel, kromatin, kromosom, dan genom;
  2. menerangkan struktur DNA serta prinsip replikasi semikonservatif;
  3. menghubungkan DNA, RNA, ribosom, dan kode genetik dalam transkripsi serta translasi;
  4. membandingkan siklus sel, mitosis, dan meiosis berdasarkan tujuan, tahap, serta hasilnya;
  5. menjelaskan sumber variasi genetik pada meiosis dan fertilisasi;
  6. menggunakan istilah genotip, fenotip, homozigot, heterozigot, dominan, dan resesif dengan tepat;
  7. menerapkan hukum segregasi dan pemilahan bebas pada persilangan monohibrid dan dihibrid;
  8. menghitung peluang genotip atau fenotip dengan diagram Punnett dan aturan probabilitas;
  9. menganalisis pola yang tidak mengikuti dominansi sederhana, termasuk dominansi tidak sempurna, kodominansi, alel majemuk, pautan, dan interaksi gen;
  10. menafsirkan silsilah pewarisan sifat manusia tanpa menganggap hasil probabilitas sebagai diagnosis;
  11. membedakan mutasi gen, perubahan struktur kromosom, dan perubahan jumlah kromosom; serta
  12. menjelaskan bagaimana regulasi epigenetik dapat mengubah ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA.

Pertanyaan Pemantik

  • Mengapa dua saudara dari orang tua yang sama dapat memiliki kombinasi sifat yang berbeda?
  • Bagaimana satu perubahan basa DNA dapat tidak berpengaruh, mengubah satu asam amino, atau menghentikan pembentukan protein?
  • Mengapa rasio fenotip hasil percobaan tidak selalu tepat sama dengan rasio teoritis?
  • Dalam kondisi apa hukum pemilahan bebas tidak dapat diterapkan secara langsung?
  • Mengapa dua sel tubuh dengan DNA yang hampir sama dapat memiliki bentuk dan fungsi berbeda?

Cara Belajar dalam Bab Ini

Gunakan lima kebiasaan berikut.

  1. Pisahkan tingkat organisasi. Nukleotida menyusun DNA; gen adalah bagian DNA; DNA dikemas dalam kromosom; genom mencakup keseluruhan informasi genetik.
  2. Ikuti kromosom saat pembelahan. Bedakan kromosom homolog, kromatid saudara, dan jumlah set kromosom.
  3. Tulis asumsi persilangan. Nyatakan dominansi, pautan gen, jenis gamet, dan apakah peluang setiap gamet dianggap sama.
  4. Bedakan peluang dari kepastian. Diagram Punnett memprediksi distribusi pada banyak kejadian, bukan urutan kelahiran individu.
  5. Jaga etika data. Gunakan data anonim dan hindari kesimpulan kesehatan atau kekerabatan tanpa pemeriksaan profesional dan persetujuan yang tepat.

Saat membaca diagram atau tabel, tanyakan: apa unit yang ditelusuri, proses apa yang mengubahnya, bukti apa yang tersedia, dan kesimpulan apa yang masih terlalu jauh dari data?