Kembali ke Kurikulum

Inovasi Bioteknologi

Inovasi bioteknologi: definisi & peran, konvensional vs modern, cabang ilmu terlibat, inovasi (mis. tempe nonkedelai), evaluasi kultur-rekayasa, bioetika.

Tujuan Pembelajaran (7)
  • B-F.PI6Memahami kaitan DNA, RNA dan Ribosom dalam proses sintesis protein.
  • B-F.PI6.1Menafsirkan definisi bioteknologi sekaligus memetakan peran bioteknologi pada kehidupan manusia.
  • B-F.PI6.2Mengkaji perbedaan bioteknologi konvensional (fermentasi, kultur tradisional) dibanding bioteknologi modern (rekayasa genetika).
  • B-F.PI6.3Mengkaji cabang-cabang ilmu yang terlibat dalam bioteknologi (mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler).
  • B-F.PI6.4Menyodorkan saran inovasi pembuatan tempe (dari bahan nonkedelai, berprotein sempurna) sekaligus pemanfaatan bioteknologi di bidang lain.
  • B-F.PI6.5Mengevaluasi pemanfaatan bioteknologi konvensional maupun modern (rekayasa genetika, kultur jaringan).
  • B-F.PI6.6Menyodorkan argumentasi pemanfaatan bioteknologi modern sekaligus mengevaluasinya berbasis bioetika.

Pengantar — Inovasi Bioteknologi

Bioteknologi bukan hanya teknologi laboratorium yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Tempe di meja makan, bibit tanaman hasil kultur jaringan, tes PCR, insulin rekombinan, vaksin, dan pengolahan limbah memakai mikroba adalah contoh bagaimana makhluk hidup atau bagian-bagiannya dimanfaatkan untuk memecahkan masalah manusia.

Bab ini menghubungkan dua sisi bioteknologi:

  1. Bioteknologi konvensional, seperti fermentasi tempe, tape, yoghurt, dan kecap. Teknologi ini memakai mikroorganisme secara utuh tanpa mengubah DNA-nya secara langsung.
  2. Bioteknologi modern, seperti PCR, rekayasa genetika, kultur jaringan, dan CRISPR. Teknologi ini bekerja lebih dekat ke tingkat sel, enzim, DNA, RNA, dan protein.
Peta ringkas bioteknologi konvensional dan modern
Gambar: bioteknologi konvensional berangkat dari fermentasi dan seleksi organisme, sedangkan bioteknologi modern bekerja lebih langsung pada sel, DNA, dan protein.

Kunci untuk memahami bioteknologi modern adalah memahami alur informasi genetik. DNA menyimpan instruksi, RNA membawa salinan instruksi, ribosom membaca instruksi itu, lalu sel membentuk protein. Banyak inovasi bioteknologi memanfaatkan alur ini: menggandakan DNA, membaca urutan gen, memindahkan gen, atau mengubah kerja protein tertentu.

Dalam konteks Indonesia, bab ini sangat dekat dengan kehidupan nyata. Tempe adalah contoh bioteknologi pangan yang kuat secara budaya dan ilmiah. Di sisi lain, istilah PCR menjadi dikenal luas saat pandemi COVID-19. Dua contoh ini menunjukkan bahwa bioteknologi dapat bersifat tradisional, modern, lokal, global, bermanfaat, sekaligus perlu dievaluasi secara etis.

Apa yang Akan Dipelajari?

Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan hubungan DNA, RNA, ribosom, dan protein sebagai dasar bioteknologi modern.
  2. Menafsirkan definisi bioteknologi dan perannya dalam kehidupan manusia.
  3. Membedakan bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
  4. Mengaitkan mikrobiologi, biokimia, genetika, dan biologi molekuler dengan inovasi bioteknologi.
  5. Menganalisis contoh inovasi pangan, termasuk tempe nonkedelai.
  6. Mengevaluasi pemanfaatan kultur jaringan, rekayasa genetika, PCR, dan CRISPR.
  7. Menyusun argumen tentang bioetika dalam pemanfaatan bioteknologi modern.