Kinematika: posisi-perpindahan-kecepatan-percepatan, GLB & GLBB, grafik posisi/kecepatan/percepatan-waktu, gerak parabola, gerak melingkar beraturan.
Tujuan Pembelajaran (6)
FIS-F.PI1Menganalisis konsep gerak menggunakan vektor untuk menjelaskan berbagai fenomena.
FIS-F.PI1.1Mengupas besaran-besaran fisis yang muncul pada gerak lurus (posisi, perpindahan, kecepatan, percepatan).
FIS-F.PI1.2Mengkaji ciri GLB (gerak lurus beraturan) sekaligus GLBB (gerak lurus dengan percepatan tetap).
FIS-F.PI1.3Menafsirkan grafik posisi-waktu, kecepatan-waktu, beserta percepatan-waktu untuk gerak lurus.
FIS-F.PI1.4Mengkaji ciri gerak parabola lewat penguraian vektor kecepatan ke arah mendatar maupun tegak.
FIS-F.PI1.5Mengkaji ciri gerak melingkar beraturan sekaligus menerapkan konsepnya pada persoalan keseharian.
Kinematika
Mengapa landasan pacu bandara harus panjang? Bagaimana pemain basket memperkirakan lemparannya agar bola melengkung tepat masuk ring? Mengapa penumpang di dalam kereta yang melaju merasa diam, padahal menurut orang di peron ia bergerak cepat? Semua pertanyaan itu berhubungan dengan gerak — dan bab inilah yang membahasnya.
Kinematika adalah cabang fisika yang mempelajari gerak benda tanpa mempersoalkan penyebabnya. Kita akan mendeskripsikan gerak menggunakan besaran-besaran fisis — posisi, perpindahan, kecepatan, dan percepatan — lalu memakainya untuk membedah tiga jenis gerak yang paling sering dijumpai: gerak lurus (GLB dan GLBB), gerak parabola, dan gerak melingkar beraturan.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat:
Menganalisis konsep gerak menggunakan vektor untuk menjelaskan berbagai fenomena.
Menguraikan besaran-besaran fisis pada gerak lurus: posisi, perpindahan, kecepatan, dan percepatan.
Mengkaji ciri gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB).
Menafsirkan grafik posisi-waktu, kecepatan-waktu, dan percepatan-waktu untuk gerak lurus.
Mengkaji ciri gerak parabola melalui penguraian vektor kecepatan ke arah mendatar dan tegak.
Mengkaji ciri gerak melingkar beraturan dan menerapkannya pada persoalan keseharian.
Pertanyaan Pemantik
Seorang pelari mengelilingi lapangan satu putaran penuh lalu kembali ke titik start. Berapa perpindahannya? Apakah sama dengan jarak yang ia tempuh?
Speedometer mobil menunjukkan angka 80 km/jam. Apakah angka itu kecepatan atau kelajuan?
Saat bola yang dilempar melambung berada tepat di titik tertingginya, apakah bola berhenti sesaat?
Jarum jam dinding berputar dengan kelajuan tetap. Apakah jarum itu mengalami percepatan?
Temukan jawabannya di tab Teori, lalu uji pemahamanmu di tab Soal+.
Teori - Kinematika
Kinematika mendeskripsikan gerak benda tanpa mempersoalkan penyebabnya. Bab ini membahas besaran-besaran gerak, gerak lurus (GLB dan GLBB), cara membaca grafik gerak, gerak parabola, dan gerak melingkar beraturan.
1. Besaran-Besaran Gerak
Kerangka Acuan dan Posisi
Sebuah benda dikatakan bergerak jika posisinya berubah terhadap suatu titik acuan. Titik acuan (patokan) ini disebut kerangka acuan. Karena itulah gerak bersifat relatif: penumpang di dalam kereta yang melaju diam menurut penumpang di sebelahnya, tetapi bergerak cepat menurut orang yang berdiri di peron. Sebelum menyatakan suatu benda bergerak atau diam, kita harus sepakat dulu acuannya.
Posisi adalah letak benda terhadap kerangka acuan. Pada gerak lurus, posisi cukup dinyatakan satu koordinat, misalnya x, lengkap dengan tandanya: positif di satu arah, negatif di arah sebaliknya.
Jarak dan Perpindahan
Jarak adalah panjang seluruh lintasan yang dilalui benda — besaran skalar (tidak punya arah).
Perpindahan adalah perubahan posisi dari titik awal ke titik akhir — besaran vektor (punya arah).
Karena lintasan sebenarnya tidak mungkin lebih pendek dari garis lurus penghubungnya, selalu berlaku jarak≥∣perpindahan∣. Contoh: siswa berjalan 100m ke timur lalu 40m ke barat. Jaraknya 140m, tetapi perpindahannya hanya 100−40=60m ke timur.
Kelajuan dan Kecepatan
Dua besaran ini sering tertukar, padahal berbeda:
kelajuan rata-rata=selang waktujarak total
vˉ=ΔtΔx=takhir−tawalxakhir−xawal
Kelajuan dihitung dari jarak (skalar), sedangkan kecepatanvˉ dihitung dari perpindahan (vektor). Pelari yang menempuh lintasan 400m satu putaran penuh dalam 80s memiliki kelajuan rata-rata 5m/s, tetapi kecepatan rata-ratanya nol — karena ia kembali ke posisi semula.
Angka yang ditunjukkan speedometer kendaraan adalah kelajuan sesaat: kelajuan pada suatu saat tertentu.
Gerak Relatif dan Penjumlahan Kecepatan
Karena gerak bergantung pada kerangka acuan, kecepatan juga bisa dinyatakan relatif terhadap pengamat tertentu. Misalnya, kecepatan penumpang terhadap tanah tidak selalu sama dengan kecepatan penumpang terhadap bus yang ia naiki.
Secara vektor, hubungan kecepatan relatif dapat ditulis:
vA/B=vA/C+vC/B
Artinya, kecepatan benda A menurut pengamat B dapat diperoleh dari kecepatan A menurut acuan C ditambah kecepatan acuan C menurut B. Pada gerak satu garis lurus, tanda positif dan negatif cukup untuk menunjukkan arah. Pada gerak dua dimensi, seperti perahu yang menyeberangi sungai sambil terbawa arus, penjumlahan harus dilakukan sebagai penjumlahan vektor, bukan sekadar menjumlahkan besar kecepatannya.
Percepatan
Percepatan menyatakan seberapa cepat kecepatan berubah:
a=ΔtΔv=Δtvt−v0
dengan v0 = kecepatan awal (m/s), vt = kecepatan akhir (m/s), dan a dalam m/s2.
Arah percepatan terhadap arah gerak menentukan nasib benda: jika searah, benda makin cepat; jika berlawanan arah, benda makin lambat (sering disebut perlambatan). Ingat: kecepatan adalah vektor, sehingga perubahan arah gerak pun termasuk percepatan — walau kelajuannya tetap. Inilah yang terjadi pada gerak melingkar (Bagian 6).
2. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
GLB adalah gerak pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap — besar maupun arahnya. Artinya, dalam selang waktu yang sama benda menempuh jarak yang sama. Pada GLB tidak ada percepatan (a=0).
Persamaan GLB:
x=x0+vt
dengan x0 = posisi awal (m), v = kecepatan (m/s), t = waktu (s).
Contoh. Mobil bergerak lurus beraturan dengan kelajuan 72km/jam=20m/s. Dalam 30s mobil menempuh:
x=v×t=20×30=600m
Perhatikan langkah konversi satuan: 72km/jam=72×36001000=20m/s. Selalu samakan satuan sebelum menghitung.
3. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)
GLBB adalah gerak pada lintasan lurus dengan percepatan tetap: kecepatannya berubah secara teratur. GLBB dibedakan menjadi GLBB dipercepat (a searah gerak) dan GLBB diperlambat (a berlawanan arah gerak).
Tiga persamaan pokok GLBB:
vt=v0+at
Δx=v0t+21at2
vt2−v02=2aΔx
Pilih persamaan sesuai besaran yang diketahui: persamaan pertama tanpa Δx, kedua tanpa vt, ketiga tanpa t.
Contoh. Mobil bergerak 20m/s lalu direm dengan perlambatan tetap 4m/s2 hingga berhenti. Jarak pengereman dicari dengan persamaan ketiga (tanpa t):
02−202=2×(−4)×Δx⟹Δx=8400=50m
Tanda a negatif karena mengerem (berlawanan arah gerak).
Gerak Vertikal
Benda yang jatuh atau dilempar vertikal (hambatan udara diabaikan) mengalami GLBB dengan percepatan tetap sebesar percepatan gravitasi g≈10m/s2 yang selalu mengarah ke bawah. Tiga persamaan GLBB di atas berlaku langsung — tinggal mengganti a dengan g dan konsisten dengan tanda arah. Pada gerak jatuh bebas (dilepas tanpa kecepatan awal), v0=0 sehingga waktu jatuh dari ketinggian h memenuhi h=21gt2.
4. Membaca Grafik Gerak
Grafik adalah "bahasa" gerak: satu gambar bisa menceritakan seluruh perjalanan benda. Dua aturan kuncinya:
Grafik
Kemiringan garis
Luas di bawah kurva
posisi–waktu (x–t)
kecepatan
—
kecepatan–waktu (v–t)
percepatan
perpindahan/jarak
Grafik posisi–waktu (x–t)
Garis naik → benda bergerak ke arah positif; makin curam, makin cepat.
Garis mendatar → posisi tidak berubah, benda diam.
Garis turun → benda bergerak ke arah negatif (kembali).
Pada grafik di atas: benda bergerak maju dengan kecepatan 420=5m/s (0–4 s), diam (4–6 s), lalu kembali dengan kecepatan −5m/s (6–10 s). Karena kembali tepat ke titik awal, perpindahan totalnya nol — tetapi jaraknya 40m.
Grafik kecepatan–waktu (v–t)
Garis miring → percepatan tetap (GLBB); kemiringannya = nilai a.
Garis mendatar → kecepatan tetap (GLB), percepatan nol.
Luas daerah di bawah kurva = perpindahan (atau jarak, jika tidak berbalik arah).
Pada grafik di atas: percepatan 4 s pertama adalah 48=2m/s2 (GLBB), lalu benda ber-GLB pada 8m/s. Jarak total selama 10 s = luas segitiga + persegi panjang = 21×4×8+6×8=64m.
Untuk GLBB, grafik percepatan–waktu (a–t) berbentuk garis mendatar sejajar sumbu waktu — karena nilai a tetap.
5. Gerak Parabola
Bola yang ditendang melambung menempuh lintasan melengkung yang disebut parabola. Rahasianya: gerak parabola adalah perpaduan dua gerak yang saling bebas:
Arah mendatar (sumbu x): GLB — tidak ada gaya yang mengubahnya (hambatan udara diabaikan), sehingga vx tetap.
Arah tegak (sumbu y): GLBB — dipengaruhi gravitasi g ke bawah.
Kecepatan awal v0 yang membentuk sudut θ terhadap tanah diuraikan dulu ke dua komponen:
v0x=v0cosθv0y=v0sinθ
Dari situ semua besaran penting bisa diturunkan dengan persamaan GLB/GLBB biasa:
Besaran
Rumus
Waktu ke puncak
tpuncak=gv0y
Tinggi maksimum
hmaks=2gv0y2
Waktu total di udara
ttotal=g2v0y
Jangkauan mendatar
R=v0x×ttotal
Dua fakta yang sering keliru dipahami:
Di titik puncak, bola tidak berhenti. Yang nol hanya komponen tegak (vy=0); komponen mendatar vx tetap, sehingga di puncak bola masih bergerak mendatar.
Percepatan selalu g ke bawah di seluruh lintasan — saat naik, di puncak, maupun saat turun.
Karena kedua arah saling bebas, dua benda yang dilepas dari ketinggian sama akan menyentuh tanah bersamaan — walaupun satu dijatuhkan lurus dan satunya dilempar mendatar. Kecepatan mendatar tidak memengaruhi waktu jatuh.
6. Gerak Melingkar Beraturan
Gerak melingkar beraturan (GMB) adalah gerak pada lintasan lingkaran dengan kelajuan tetap — contohnya jarum jam, kincir, atau satelit yang mengorbit. Walaupun kelajuannya tetap, arah kecepatannya terus berubah (selalu menyinggung lingkaran), sehingga benda tetap mengalami percepatan.
Besaran-besaran GMB:
PeriodeT = waktu untuk satu putaran penuh (s); frekuensif = banyak putaran tiap sekon (Hz), dengan f=T1.
Kecepatan sudutω = sudut yang ditempuh tiap satuan waktu:
ω=T2π=2πf(rad/s)
Kelajuan linearv, terkait jari-jari lintasan r:
v=ωr
Percepatan sentripetalas — selalu mengarah ke pusat lingkaran, tugasnya membelokkan arah gerak (bukan menambah kelajuan):
as=rv2=ω2r
Contoh. Bola diikat tali sepanjang r=0,5m diputar mendatar dengan frekuensi 2Hz. Maka ω=2πf=4πrad/s, kelajuan linearnya v=ωr=2π≈6,28m/s, dan percepatan sentripetalnya as=ω2r=8π2≈80m/s2 (dengan π2≈10), arahnya sepanjang tali menuju tangan.
Rangkuman
Gerak bersifat relatif terhadap kerangka acuan; kecepatan relatif dihitung dengan penjumlahan vektor. Jarak ≠ perpindahan; kelajuan ≠ kecepatan — pasangan pertama skalar, pasangan kedua vektor.
GLB: kecepatan tetap, x=x0+vt. GLBB: percepatan tetap, dengan tiga persamaan pokok (vt=v0+at; Δx=v0t+21at2; vt2−v02=2aΔx).
Pada grafik: kemiringan x–t = kecepatan; kemiringan v–t = percepatan; luas di bawah kurva v–t = perpindahan.
Gerak parabola = GLB mendatar + GLBB tegak. Di puncak hanya vy yang nol; percepatan selalu g ke bawah.
GMB: kelajuan tetap tetapi arah berubah; ω=2πf, v=ωr, dan percepatan sentripetal as=rv2 mengarah ke pusat.
Selanjutnya, uji pemahamanmu di tab Soal+ — tersedia 16 soal berjenjang dari konsep dasar sampai analisis grafik dan penerapan.