Kembali ke Kurikulum

Energi Terbarukan

Masalah ketersediaan energi & dampak lingkungan bahan bakar fosil, ragam sumber energi terbarukan (matahari, angin, air, panas bumi, biomassa), prinsip konversi energi (hukum kekekalan), efisiensi & penyimpanan energi, hingga merancang prototipe alat penghasil energi alternatif.

Tujuan Pembelajaran (7)
  • IPA-E.PI7Mengembangkan produk energi alternatif sederhana untuk mengatasi permasalahan ketersediaan energi.
  • IPA-E.PI7.1Mengidentifikasi masalah ketersediaan energi global dan lokal akibat keterbatasan bahan bakar fosil beserta dampak lingkungannya.
  • IPA-E.PI7.2Membandingkan ragam sumber energi terbarukan (matahari, angin, air, panas bumi, biomassa) berdasarkan ketersediaan, potensi lokal, serta keunggulan dan kelemahannya.
  • IPA-E.PI7.3Menerapkan hukum kekekalan energi untuk menjelaskan proses konversi energi (mis. cahaya matahari menjadi listrik, energi kinetik menjadi listrik).
  • IPA-E.PI7.4Merancang prototipe sederhana pemanfaatan sumber energi alternatif (panel surya mini, turbin angin, biogas, dll.) sebagai solusi untuk lingkungan sekitar.
  • IPA-E.PI7.5Mengevaluasi efisiensi energi dan teknologi penyimpanan energi (baterai, sistem termal) sebagai bagian dari sistem energi berkelanjutan.
  • IPA-E.PI7.6Mengomunikasikan rancangan dan hasil uji coba prototipe energi terbarukan kepada masyarakat sebagai bentuk advokasi solusi energi.

Energi Terbarukan

Listrik membuat banyak kegiatan berjalan: belajar pada malam hari, menyimpan vaksin di puskesmas, mengolah hasil pertanian, mengakses informasi, sampai menjalankan usaha kecil. Namun, tidak semua daerah memiliki akses energi yang sama. Di sisi lain, sumber energi fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam terbentuk sangat lama, sementara penggunaannya berlangsung jauh lebih cepat.

Bab ini mengajak kamu melihat energi sebagai persoalan sains sekaligus persoalan masyarakat. Kamu akan menelusuri mengapa ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat menimbulkan masalah ketersediaan energi dan dampak lingkungan. Setelah itu, kamu akan membandingkan sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, air, panas bumi, biomassa, dan biogas berdasarkan potensi lokal serta cara konversi energinya.

Pembelajaran tidak berhenti pada mengenal jenis sumber energi. Kamu juga akan menggunakan hukum kekekalan energi untuk membaca perubahan energi pada pembangkit listrik, memperkirakan energi dari data sederhana, menilai efisiensi, dan merancang ide prototipe energi alternatif yang aman serta masuk akal untuk lingkungan sekitar.

Dalam bab ini kamu akan belajar:

  • mengidentifikasi masalah ketersediaan energi di tingkat lokal, nasional, dan global;
  • membedakan sumber energi terbarukan dan tak terbarukan;
  • menjelaskan konversi energi pada panel surya, turbin angin, mikrohidro, panas bumi, dan biogas;
  • membandingkan potensi sumber energi berdasarkan kondisi daerah;
  • menghitung energi listrik sederhana dari daya dan waktu pemakaian;
  • menilai peran penyimpanan energi dan efisiensi dalam sistem energi terbarukan;
  • merancang prototipe atau gagasan solusi energi alternatif sederhana;
  • mengomunikasikan ide energi bersih dengan argumen ilmiah dan data yang relevan.

Pilihan energi terbarukan untuk sekolah dan lingkungan sekitar

Gambar: energi terbarukan perlu dipilih berdasarkan kebutuhan, potensi lokal, dan dampak lingkungan, bukan sekadar mengikuti teknologi yang terlihat modern.

Gunakan tab Teori untuk memahami konsep, tab Soal untuk latihan terstruktur, tab Jawaban untuk mengecek pembahasan, dan tab Soal+ untuk latihan interaktif per-butir.

Pertanyaan Pemantik

Sebelum membaca teori, pikirkan pertanyaan berikut.

  1. Mengapa listrik sangat memengaruhi kualitas hidup masyarakat?
  2. Mengapa bahan bakar fosil disebut tidak terbarukan?
  3. Apakah semua daerah cocok memakai panel surya, turbin angin, atau mikrohidro? Mengapa?
  4. Pada pembangkit listrik, energi apa yang biasanya diubah menjadi energi listrik?
  5. Mengapa baterai atau sistem penyimpanan penting pada energi surya dan angin?
  6. Jika kamu diminta merancang solusi energi untuk sekolah, data apa saja yang perlu dikumpulkan lebih dulu?

Saat melakukan proyek energi sederhana, gunakan tegangan rendah, alat yang layak pakai, dan pendampingan guru. Jangan membongkar instalasi listrik rumah, stop kontak, adaptor, baterai besar, atau perangkat bertegangan tinggi.