Kembali ke Kurikulum

Hukum Dasar Kimia di Sekitar Kita

Menelusuri hukum-hukum dasar yang melandasi reaksi kimia: kekekalan massa (Lavoisier), perbandingan tetap (Proust), perbandingan berganda (Dalton), perbandingan volume gas (Gay-Lussac) dan hipotesis Avogadro, serta peranannya di kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (7)
  • IPA-E.PI9Menganalisis reaksi kimia, hukum dasar kimia untuk memecahkan permasalahan lingkungan.
  • IPA-E.PI9.1Menyetarakan persamaan reaksi kimia berdasarkan jumlah atom tiap unsur di kedua sisi reaksi.
  • IPA-E.PI9.2Menerapkan hukum kekekalan massa (Lavoisier) pada reaksi kimia di sistem tertutup.
  • IPA-E.PI9.3Menerapkan hukum perbandingan tetap (Proust) untuk menentukan komposisi unsur dalam suatu senyawa.
  • IPA-E.PI9.4Menerapkan hukum perbandingan berganda (Dalton) pada pasangan senyawa yang dibentuk dari unsur yang sama.
  • IPA-E.PI9.5Menerapkan hukum perbandingan volume gas (Gay-Lussac) dan hipotesis Avogadro pada reaksi yang melibatkan gas.
  • IPA-E.PI9.6Memecahkan masalah kontekstual (termasuk isu lingkungan) dengan menggunakan reaksi kimia dan hukum dasar kimia.

Hukum Dasar Kimia di Sekitar Kita

Ketika kayu dibakar, massanya tampak berkurang. Ketika besi berkarat, massanya justru dapat bertambah. Apakah kedua peristiwa itu melanggar kekekalan massa? Tidak. Perubahan yang terlihat hanya sebagian dari keseluruhan sistem. Gas dari pembakaran dapat lepas ke udara, sedangkan besi yang berkarat mengikat oksigen dari udara.

Kimia membantu kita memeriksa perubahan tersebut dengan bukti kuantitatif. Rumus zat menunjukkan jenis dan perbandingan atom, persamaan reaksi menunjukkan susunan ulang atom, sedangkan hasil pengukuran massa atau volume membantu menguji apakah model yang digunakan sesuai dengan data.

Bab ini membahas empat hukum dasar kimia: kekekalan massa, perbandingan tetap, perbandingan berganda, dan perbandingan volume gas. Sebelum menggunakannya, kamu akan berlatih mengenali reaksi kimia dan menyetarakan persamaan reaksi. Hipotesis Avogadro kemudian membantu menghubungkan koefisien reaksi dengan jumlah partikel, mol, dan volume gas pada kondisi yang sama.

Peta hubungan bukti reaksi, persamaan setara, dan empat hukum dasar kimia

Dalam bab ini kamu akan belajar:

  • mengenali bukti yang mendukung terjadinya reaksi kimia;
  • membedakan koefisien, indeks, rumus kimia, dan simbol keadaan zat;
  • menyetarakan persamaan reaksi tanpa mengubah rumus zat;
  • menggunakan hukum Lavoisier untuk menelusuri massa dalam sistem;
  • menggunakan hukum Proust untuk menentukan komposisi tetap suatu senyawa;
  • menggunakan hukum Dalton untuk membandingkan dua senyawa yang tersusun dari unsur yang sama;
  • menggunakan hukum Gay-Lussac pada perbandingan volume gas;
  • menjelaskan kaitan hipotesis Avogadro dengan koefisien reaksi gas;
  • menafsirkan data reaksi pada persoalan sehari-hari dan lingkungan.

Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa massa abu lebih kecil daripada massa kayu sebelum dibakar?
  2. Mengapa kita boleh mengubah koefisien, tetapi tidak boleh mengubah indeks pada rumus kimia saat menyetarakan reaksi?
  3. Apakah air dari sumber yang berbeda tetap mempunyai perbandingan massa hidrogen dan oksigen yang sama?
  4. Bagaimana dua unsur yang sama dapat membentuk lebih dari satu senyawa?
  5. Kapan koefisien reaksi dapat langsung dipakai sebagai perbandingan volume gas?
  6. Mengapa batas sistem dan kondisi pengukuran harus dinyatakan ketika menganalisis data reaksi?

Keselamatan Dasar

Jangan mencicipi, menghirup langsung, atau mencampurkan bahan kimia tanpa petunjuk guru. Reaksi yang menghasilkan gas tidak boleh dilakukan dalam wadah kaku yang tertutup rapat karena tekanan dapat meningkat. Gunakan kacamata pelindung, bekerja dengan jumlah bahan yang ditentukan, jauhkan bahan mudah terbakar dari nyala api, dan buang sisa bahan sesuai prosedur laboratorium.