Teori - Hukum Dasar Kimia di Sekitar Kita
1. Mengenali Reaksi Kimia
Dalam reaksi kimia, atom-atom tidak berubah menjadi atom jenis lain. Atom-atom tersebut tersusun ulang sehingga menghasilkan zat dengan komposisi dan sifat berbeda. Beberapa gejala yang dapat menyertai reaksi adalah:
- perubahan warna yang bukan sekadar pengenceran;
- terbentuk gas;
- terbentuk endapan;
- perubahan suhu tanpa pemanasan atau pendinginan dari luar;
- muncul cahaya atau bau baru.
Satu gejala saja belum selalu membuktikan reaksi. Air mendidih menghasilkan gelembung, tetapi proses itu merupakan perubahan fisika. Kesimpulan perlu didukung konteks, pengukuran, atau bukti terbentuknya zat baru.
Persamaan reaksi merangkum zat sebelum dan sesudah perubahan:
reaktan⟶produk
Contoh pembakaran sempurna metana:
CH4(g)+2O2(g)→CO2(g)+2H2O(g)
Simbol keadaan yang sering dipakai adalah (s) untuk padat, (l) untuk cair, (g) untuk gas, dan (aq) untuk zat yang terlarut dalam air.
2. Menyetarakan Persamaan Reaksi
Persamaan dikatakan setara jika jumlah atom setiap unsur di ruas kiri sama dengan jumlah atom unsur itu di ruas kanan. Penyetaraan dilakukan dengan mengubah koefisien, yaitu angka di depan rumus. Indeks di dalam rumus tidak boleh diubah karena perubahan indeks berarti perubahan identitas atau komposisi zat.
Misalnya, persamaan pembentukan air yang belum setara adalah:
H2+O2→H2O
Tambahkan koefisien sehingga jumlah H dan O pada kedua ruas sama:
2H2+O2→2H2O
Sekarang terdapat 4 atom H dan 2 atom O di setiap ruas.

Langkah yang dapat digunakan:
- Tulis rumus reaktan dan produk dengan benar.
- Hitung jumlah atom setiap unsur di kedua ruas.
- Ubah koefisien satu zat pada satu waktu.
- Dahulukan unsur yang muncul pada sedikit jenis zat.
- Periksa kembali semua unsur dan sederhanakan koefisien menjadi bilangan bulat terkecil.
Contoh:
C3H8+O2→CO2+H2O
Setarakan C menjadi 3CO2, lalu H menjadi 4H2O. Di kanan terdapat 3(2)+4(1)=10 atom O, sehingga di kiri diperlukan 5O2.
C3H8+5O2→3CO2+4H2O
Koefisien memberi perbandingan jumlah partikel dan jumlah mol. Persamaan tersebut berarti 1 molekul propana bereaksi dengan 5 molekul oksigen, atau 1 mol propana bereaksi dengan 5 mol oksigen.
3. Mol dan Hipotesis Avogadro
Jumlah partikel dalam sampel berukuran sehari-hari sangat besar. Karena itu, kimiawan menggunakan satuan mol:
1 mol=6,022×1023 partikel
Jenis partikel harus disebutkan, misalnya atom, molekul, atau ion. Angka tersebut disebut konstanta Avogadro.
Hipotesis Avogadro menyatakan bahwa volume gas yang sama pada suhu dan tekanan yang sama mengandung jumlah partikel yang sama. Akibatnya, untuk zat-zat berwujud gas pada kondisi yang sama, perbandingan koefisien dapat dibaca sebagai perbandingan jumlah molekul, jumlah mol, dan volume gas.
Hubungan ini tidak berarti semua gas bermassa sama. Molekul yang berbeda memiliki massa berbeda meskipun jumlah molekulnya sama.
4. Hukum Kekekalan Massa - Lavoisier
Hukum kekekalan massa menyatakan bahwa dalam reaksi kimia, massa total reaktan sama dengan massa total produk jika seluruh zat yang terlibat diperhitungkan.
mreaktan=mproduk
Reaksi antara besi dan belerang dapat digambarkan sebagai:
Fe(s)+S(s)→FeS(s)
Jika 5,6 g Fe bereaksi tepat dengan 3,2 g S, massa FeS yang terbentuk adalah:
5,6 g+3,2 g=8,8 g

Sistem terbuka dan sistem tertutup
- Sistem tertutup tidak bertukar materi dengan lingkungan. Massa sebelum dan sesudah reaksi dapat dibandingkan langsung jika tidak ada kebocoran.
- Sistem terbuka dapat menerima atau melepaskan materi. Data yang ditimbang hanya pada wadah dapat tampak bertambah atau berkurang.
Pada pembakaran kayu, sebagian produk berupa gas dan partikel asap meninggalkan tempat penimbangan. Pada perkaratan, besi menerima oksigen dari udara. Kedua kasus tetap memenuhi kekekalan massa jika massa semua reaktan dan produk, termasuk gas, diperhitungkan.
5. Hukum Perbandingan Tetap - Proust
Hukum Proust menyatakan bahwa unsur-unsur dalam suatu senyawa murni selalu memiliki perbandingan massa tetap. Air murni selalu tersusun dari H dan O dengan perbandingan massa:
mH:mO=2(1):16=1:8
Jika tersedia 2 g H dan 20 g O, hanya 16 g O yang diperlukan untuk bereaksi dengan 2 g H. Produk air yang terbentuk 18 g dan 4 g O tersisa.
Untuk senyawa AxBy, perbandingan massa unsur dapat diperkirakan dari massa atom relatif:
mA:mB=xAr(A):yAr(B)
Fraksi massa unsur A adalah:
fraksi massa A=Mr(AxBy)xAr(A)
Hukum Proust berlaku untuk senyawa murni, bukan untuk campuran. Air garam dari dua pantai dapat memiliki kadar garam berbeda karena air garam adalah campuran. Namun, natrium klorida murni di dalamnya tetap memiliki komposisi Na dan Cl yang tetap.
6. Hukum Perbandingan Berganda - Dalton
Hukum Dalton digunakan ketika dua unsur yang sama membentuk lebih dari satu senyawa. Jika massa salah satu unsur dibuat tetap, massa unsur lainnya yang bergabung berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.
Karbon dan oksigen membentuk CO serta CO2.
| Senyawa |
Massa C |
Massa O |
Massa O untuk 12 g C |
| CO |
12 g |
16 g |
16 g |
| CO2 |
12 g |
32 g |
32 g |
Untuk massa C yang sama, perbandingan massa O adalah:
16:32=1:2

Perbedaan pentingnya:
- Proust membandingkan komposisi unsur dalam satu senyawa yang sama dari berbagai sampel.
- Dalton membandingkan komposisi dua atau lebih senyawa berbeda yang tersusun dari pasangan unsur sama.
Sebelum menerapkan hukum Dalton, samakan dahulu massa salah satu unsur. Perbandingan langsung dari data yang massa acuannya belum sama dapat menghasilkan kesimpulan keliru.
7. Hukum Perbandingan Volume - Gay-Lussac
Gay-Lussac menemukan bahwa volume gas-gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana, asalkan diukur pada suhu dan tekanan yang sama.
Untuk pembentukan uap air:
2H2(g)+O2(g)→2H2O(g)
Perbandingan volumenya adalah:
VH2:VO2:VH2O(g)=2:1:2

Jika 60 mL H2 dicampur dengan 40 mL O2 pada kondisi sama, 60 mL H2 memerlukan 30 mL O2 dan menghasilkan 60 mL uap air. Tersisa 10 mL O2.
Perbandingan koefisien hanya dapat digunakan langsung untuk volume zat yang semuanya berupa gas dan dibandingkan pada suhu serta tekanan yang sama. Volume cairan atau padatan tidak mengikuti aturan ini. Jika uap air didinginkan menjadi cairan, volumenya tidak lagi mengikuti rasio 2 : 1 : 2.
8. Strategi Memecahkan Masalah
Gunakan urutan berikut agar hukum yang dipilih sesuai dengan data:
- Tentukan sistem dan zat apa saja yang diperhitungkan.
- Tulis serta setarakan persamaan reaksinya.
- Tandai besaran yang diketahui: massa, volume gas, komposisi, atau jumlah mol.
- Pilih hukum yang sesuai dengan jenis perbandingan.
- Samakan satuan dan, untuk Dalton, samakan massa unsur acuan.
- Hitung zat yang bereaksi, produk, dan zat yang tersisa.
- Uji kewajaran hasil terhadap kekekalan massa dan kondisi soal.
Contoh pembakaran sempurna metana:
CH4+2O2→CO2+2H2O
Dengan Ar(H)=1, Ar(C)=12, dan Ar(O)=16:
16 g CH4+64 g O2→44 g CO2+36 g H2O
Massa kedua ruas sama-sama 80 g. Dalam pengukuran emisi nyata, hasil dapat tampak tidak lengkap jika uap air, gas lain, bahan bakar tersisa, atau partikel tidak ikut diukur. Hukum kekekalan massa membantu menunjukkan data apa yang masih perlu dicari; hukum itu tidak menggantikan pengukuran seluruh produk.
9. Penyelidikan dan Keselamatan
Hukum Lavoisier dapat diuji dengan reaksi yang menghasilkan gas bila sistem dirancang agar materi tidak lepas, misalnya wadah tertutup yang dilengkapi penampung gas fleksibel. Massa seluruh rangkaian ditimbang sebelum dan sesudah reaksi. Wadah kaku tidak boleh ditutup rapat untuk reaksi pembentuk gas karena tekanan dapat meningkat.
Data yang baik mencantumkan:
- massa seluruh sistem sebelum dan sesudah reaksi;
- ketelitian neraca;
- bahan serta jumlahnya;
- kondisi yang dijaga tetap;
- tanda kebocoran atau tumpahan;
- pengulangan pengukuran dan ketidakpastiannya.
Selisih kecil dalam data eksperimen tidak otomatis membantah hukum. Selisih dapat berasal dari resolusi neraca, kebocoran, penguapan, tumpahan, atau prosedur penimbangan yang tidak konsisten. Kesimpulan harus membedakan model ilmiah dari keterbatasan pengukuran.
Ringkasan
| Konsep |
Pertanyaan yang dijawab |
Syarat penting |
| Persamaan setara |
Apakah jumlah atom setiap unsur sama di kedua ruas? |
ubah koefisien, bukan indeks |
| Lavoisier |
Ke mana massa reaktan berpindah? |
semua materi dalam sistem diperhitungkan |
| Proust |
Apakah komposisi satu senyawa murni tetap? |
bandingkan senyawa yang sama |
| Dalton |
Bagaimana pasangan unsur membentuk beberapa senyawa? |
samakan massa salah satu unsur |
| Gay-Lussac |
Bagaimana rasio volume gas dalam reaksi? |
gas diukur pada suhu dan tekanan sama |
| Avogadro |
Mengapa rasio koefisien sesuai dengan rasio volume gas? |
volume sama pada kondisi sama memuat jumlah partikel sama |