Kembali ke Kurikulum

Keanekaragaman Makhluk Hidup, Interaksi dan Peranannya di Alam

Memahami kekayaan hayati Indonesia, dasar pengklasifikasian makhluk hidup, dinamika interaksi antar komponen ekosistem, gangguan keseimbangan, peran bakteri & jamur, hingga teknik bioteknologi untuk pelestarian keanekaragaman hayati.

Tujuan Pembelajaran (11)
  • IPA-E.PI2Memahami klasifikasi dan pelestarian makhluk hidup.
  • IPA-E.PI2.1Mendeskripsikan tiga tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis/spesies, ekosistem) dengan contoh-contoh nyata di lingkungan sekitar.
  • IPA-E.PI2.2Menganalisis distribusi keanekaragaman hayati Indonesia (wilayah Asiatis, Australis, peralihan/Wallace-Weber) berdasarkan biogeografi.
  • IPA-E.PI2.3Menerapkan dasar klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri morfologi maupun genetik.
  • IPA-E.PI3Memahami peranan ekosistem sehingga dapat memelihara keseimbangan ekosistem yang berkelanjutan.
  • IPA-E.PI3.1Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem beserta pola interaksinya (rantai/jaring makanan, simbiosis).
  • IPA-E.PI3.2Menganalisis dampak hilangnya satu komponen ekosistem terhadap keseimbangan secara keseluruhan, dan merumuskan upaya pelestariannya.
  • IPA-E.PI5Mengenal karakteristik virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan serta dapat mengomunikasikannya.
  • IPA-E.PI5.1Membedakan ciri sel prokariotik bakteri dan eukariotik jamur (hifa, spora), serta menjelaskan peranan positif (bioteknologi pangan) dan negatif (penyakit) keduanya.
  • IPA-E.PI6Mengembangkan keterampilan praktis dalam produk bioteknologi.
  • IPA-E.PI6.1Menjelaskan penerapan teknik bioteknologi (kloning, kultur jaringan, inseminasi buatan) untuk melestarikan keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman Makhluk Hidup, Interaksi, dan Peranannya di Alam

Indonesia memiliki hutan hujan tropis, sabana, mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Setiap ekosistem dihuni oleh makhluk hidup dengan ciri dan peran yang berbeda. Bahkan dalam satu spesies pun dapat ditemukan variasi warna, ukuran, ketahanan terhadap penyakit, atau kemampuan beradaptasi. Keragaman ini bukan sekadar daftar nama organisme, melainkan jaringan kehidupan yang menopang pangan, air bersih, penyerbukan, kesuburan tanah, obat-obatan, budaya, dan ekonomi.

Ilustrasi komposit kekayaan ekosistem dan fauna Indonesia

Ilustrasi komposit ini memperkenalkan kekayaan hayati Indonesia. Organisme yang ditampilkan tidak seluruhnya hidup pada satu lokasi yang sama.

Namun, keanekaragaman hayati dapat menurun ketika habitat rusak, satu populasi terus diburu, pencemaran meningkat, spesies asing invasif menyebar, atau perubahan iklim mengubah kondisi lingkungan. Hilangnya satu komponen dapat memengaruhi komponen lain karena organisme berhubungan melalui aliran energi, daur materi, kompetisi, predasi, dan simbiosis.

Bab ini mengajak kamu mempelajari kehidupan dari dua arah. Pertama, kamu akan mengenali persamaan dan perbedaan organisme untuk memahami keanekaragaman serta klasifikasi. Kedua, kamu akan melihat organisme sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung. Bakteri dan fungi mendapat perhatian khusus karena ukurannya sering tidak terlihat, tetapi perannya besar sebagai pengurai, mitra organisme lain, penyebab penyakit, dan pelaku berbagai proses bioteknologi.

Dalam bab ini kamu akan belajar:

  • membedakan keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem;
  • menjelaskan pola umum persebaran fauna Indonesia bagian barat, kawasan peralihan, dan bagian timur;
  • menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati dan pentingnya keragaman genetik;
  • menggunakan persamaan dan perbedaan ciri untuk mengelompokkan makhluk hidup;
  • membandingkan klasifikasi buatan, alami, dan filogenetik;
  • mengenali model lima kingdom beserta keterbatasannya;
  • membedakan ciri sel prokariotik bakteri dan sel eukariotik fungi;
  • menganalisis peran menguntungkan dan merugikan bakteri serta fungi;
  • mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem;
  • menelusuri aliran energi, daur materi, rantai makanan, dan jaring-jaring makanan;
  • memprediksi dampak perubahan satu komponen terhadap keseimbangan ekosistem;
  • membandingkan pelestarian in situ dan ex situ; serta
  • menilai peran dan keterbatasan kultur jaringan, inseminasi buatan, kloning, dan penyimpanan materi genetik dalam konservasi.

Gunakan tab Teori untuk memahami konsep, tab Soal untuk berlatih menggunakan data dan kasus, serta tab Jawaban untuk memeriksa alasan ilmiah di balik setiap jawaban.

Pertanyaan Pemantik

  1. Jika semua tanaman padi memiliki susunan genetik yang hampir sama, apa yang mungkin terjadi ketika muncul hama baru?
  2. Mengapa jalak bali yang hilang dari alam tidak dapat digantikan begitu saja oleh burung lain?
  3. Apakah dua organisme harus berasal dari famili yang sama agar dapat disebut menunjukkan keanekaragaman tingkat spesies?
  4. Mengapa bakteri tidak sama dengan virus, meskipun keduanya dapat menyebabkan penyakit?
  5. Apa yang mungkin terjadi pada suatu jaring-jaring makanan jika salah satu predator utamanya hilang?
  6. Apakah memperbanyak organisme dengan kloning selalu cukup untuk menyelamatkan spesies dari kepunahan?

Arah Penyelidikan

Pilih satu lokasi yang aman di sekitar sekolah atau rumah. Catat komponen biotik dan abiotik yang dapat diamati tanpa merusak habitat. Kelompokkan organisme berdasarkan ciri yang terlihat, lalu buat dugaan hubungan di antara organisme tersebut. Gunakan sumber tepercaya untuk memeriksa dugaanmu dan jelaskan keterbatasan data pengamatan.

Jangan menangkap satwa liar, merusak sarang, mencabut tumbuhan langka, atau membiakkan mikroorganisme yang tidak dikenal tanpa fasilitas laboratorium dan pendampingan guru.