Kembali ke Kurikulum

Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030

Pengertian kimia hijau (green chemistry), 12 prinsipnya, identifikasi proses kimia di kehidupan sehari-hari yang sesuai/tidak sesuai prinsip kimia hijau, dan kontribusinya pada agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Tujuan Pembelajaran (7)
  • IPA-E.PI9Menganalisis reaksi kimia, hukum dasar kimia untuk memecahkan permasalahan lingkungan.
  • IPA-E.PI9.1Menjelaskan pengertian kimia hijau (green chemistry) dan urgensinya dalam konteks pelestarian lingkungan.
  • IPA-E.PI9.2Mendeskripsikan dua belas prinsip kimia hijau (efisiensi atom, sintesis ramah lingkungan, pelarut & energi yang efisien, dst.) sebagai panduan reaksi kimia berkelanjutan.
  • IPA-E.PI9.3Membandingkan reaksi kimia atau proses sehari-hari yang sesuai prinsip kimia hijau dengan yang tidak sesuai.
  • IPA-E.PI9.4Menganalisis dampak proses kimia non-hijau terhadap lingkungan (polusi udara, air, tanah, gas rumah kaca).
  • IPA-E.PI9.5Merancang alternatif proses kimia ramah lingkungan untuk konteks rumah tangga, sekolah, atau industri kecil.
  • IPA-E.PI9.6Mengaitkan praktik kimia hijau dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.

Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030

Kegiatan manusia tidak pernah lepas dari proses kimia. Bahan bakar terbakar di kendaraan, sabun membersihkan minyak, makanan mengalami perubahan saat dimasak, plastik dibuat dari bahan kimia, dan tumbuhan melakukan fotosintesis setiap hari. Sebagian proses kimia membantu kehidupan, tetapi sebagian lain dapat menghasilkan limbah, emisi, atau risiko kesehatan jika tidak dirancang dengan bijak.

Kimia hijau mengajak kita melihat proses kimia dari sisi keselamatan, efisiensi, dan dampak lingkungan. Tujuannya bukan menolak kimia, melainkan menggunakan ilmu kimia untuk merancang bahan dan proses yang lebih aman, hemat energi, minim limbah, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Peta konsep Kimia Hijau

Gambar: pembelajaran kimia hijau menghubungkan reaksi kimia, 12 prinsip, analisis proses, contoh sehari-hari, dan SDGs 2030.

Bab ini sejalan dengan IPA Fase E. Kamu akan menggunakan konsep reaksi kimia dan hukum dasar kimia untuk menganalisis masalah lingkungan, lalu menghubungkannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan 2030.

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan pentingnya kimia hijau.
  2. Menguraikan 12 prinsip kimia hijau sebagai panduan menilai proses kimia.
  3. Menyetarakan beberapa persamaan reaksi sederhana yang berkaitan dengan proses kimia.
  4. Membedakan proses sehari-hari yang selaras dan tidak selaras dengan prinsip kimia hijau.
  5. Menganalisis dampak proses kimia yang tidak ramah lingkungan terhadap manusia dan lingkungan.
  6. Merancang alternatif proses atau aksi sederhana yang lebih hijau di lingkungan sekitar.
  7. Menghubungkan kimia hijau dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan 2030.
  8. Mengomunikasikan hasil analisis atau proyek kimia hijau secara berbasis data.

Gagasan penting bab ini adalah reaksi kimia dapat dirancang. Pilihan bahan baku, pelarut, energi, katalis, cara memantau proses, dan pengelolaan produk akhir akan menentukan apakah suatu proses makin aman atau justru menambah masalah baru.