Kembali ke Kurikulum

Perubahan Iklim

Tanda-tanda perubahan iklim global (peningkatan suhu, naiknya muka laut, cuaca ekstrem), penyebabnya (gas rumah kaca dari aktivitas manusia), dampaknya pada bencana dan ekosistem, serta upaya mitigasi dan adaptasi sebagai aplikasi nyata pemahaman IPA.

Tujuan Pembelajaran (7)
  • IPA-E.PI4Memahami penyebab dan dampak serta melakukan upaya mitigasi dan adaptasi atas terjadinya perubahan iklim.
  • IPA-E.PI4.1Menjelaskan tanda-tanda perubahan iklim global (peningkatan suhu bumi dan lautan, pencairan es kutub, naiknya permukaan laut, cuaca ekstrem) berdasarkan data ilmiah.
  • IPA-E.PI4.2Menganalisis efek rumah kaca dan kontribusi gas-gasnya (CO2, CH4, N2O, dan refrigeran) dari aktivitas manusia (pembakaran bahan bakar fosil, perubahan penggunaan lahan, peternakan, dan industri) terhadap perubahan iklim.
  • IPA-E.PI4.3Mengevaluasi dampak perubahan iklim pada bencana alam, ekosistem, dan keanekaragaman hayati (kekeringan, banjir, dan risiko kepunahan spesies).
  • IPA-E.PI4.4Merancang upaya mitigasi (mengurangi emisi gas rumah kaca melalui energi terbarukan, kimia hijau, dan pemulihan ekosistem) untuk menanggulangi perubahan iklim.
  • IPA-E.PI4.5Merencanakan upaya adaptasi gaya hidup dan lingkungan dalam konteks pribadi, keluarga, sekolah, atau komunitas.
  • IPA-E.PI4.6Mengomunikasikan hasil analisis perubahan iklim dan ajakan untuk berperan aktif dalam mitigasi dan adaptasi kepada masyarakat luas.

Perubahan Iklim

Satu hari yang sangat panas belum cukup untuk membuktikan perubahan iklim. Cuaca dapat berubah dari jam ke jam, sedangkan iklim dikenali dari pola cuaca dalam wilayah dan rentang waktu yang panjang. Karena itu, pembahasan perubahan iklim harus dimulai dari data, bukan hanya dari kesan atau satu kejadian.

Berbagai pengamatan menunjukkan perubahan yang saling berkaitan: suhu rata-rata udara dan laut meningkat, banyak gletser kehilangan massa, muka laut naik, dan beberapa kejadian cuaca ekstrem berubah peluang atau intensitasnya. Para ilmuwan membandingkan banyak jenis bukti agar kesimpulan tidak bergantung pada satu grafik saja.

Penyebab utama pemanasan yang terjadi saat ini adalah penguatan efek rumah kaca akibat bertambahnya gas rumah kaca dari aktivitas manusia. Pembakaran batu bara, minyak, dan gas menambah karbon dioksida ke atmosfer. Perubahan penggunaan lahan mengurangi penyerap karbon, sedangkan peternakan, pengelolaan sampah, pupuk, dan refrigeran juga menghasilkan gas rumah kaca lain.

Perubahan iklim memengaruhi air, pangan, kesehatan, pesisir, dan ekosistem. Risikonya tidak sama di setiap tempat. Wilayah pesisir menghadapi ancaman yang berbeda dari daerah pertanian kering atau kawasan perkotaan padat. Karena itu, solusi perlu disesuaikan dengan sumber emisi dan kerentanan setempat.

Peta hubungan bukti, penyebab, dampak, mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim

Dalam bab ini kamu akan belajar:

  • membedakan cuaca, variabilitas iklim, pemanasan global, dan perubahan iklim;
  • mengenali bukti perubahan iklim dari pola data jangka panjang;
  • menjelaskan efek rumah kaca normal dan efek rumah kaca yang menguat;
  • menghubungkan aktivitas manusia, gas rumah kaca, dan perubahan keseimbangan energi bumi;
  • menganalisis dampak perubahan iklim pada manusia dan ekosistem;
  • membedakan mitigasi dan adaptasi;
  • mengevaluasi klaim perubahan iklim berdasarkan mutu bukti;
  • merancang tindakan yang relevan, terukur, dan dapat dievaluasi.

Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa satu banjir atau satu hari panas tidak dapat langsung disebut bukti perubahan iklim?
  2. Mengapa efek rumah kaca dibutuhkan kehidupan, tetapi penguatannya menimbulkan masalah?
  3. Bagaimana karbon dari bahan bakar yang tersimpan di bawah tanah dapat menambah karbon di atmosfer?
  4. Mengapa El Nino dan La Nina tidak sama dengan perubahan iklim?
  5. Apa perbedaan menurunkan emisi dan menyesuaikan diri terhadap dampak iklim?
  6. Tindakan iklim apa di sekolah yang hasilnya dapat benar-benar diukur?

Sikap Ilmiah

Data iklim sering digunakan dalam perdebatan publik. Periksa sumber, rentang waktu, satuan, dan cara pengumpulan data sebelum menerima suatu klaim. Bedakan data observasi, penjelasan ilmiah, prediksi, dan pendapat. Jika bukti belum cukup, nyatakan keterbatasannya daripada memaksakan kesimpulan.