Teori - Virus dan Peranannya
Bab ini sesuai dengan IPA Fase E, terutama tujuan mengenal karakteristik virus, bakteri, dan jamur dalam kehidupan serta mengomunikasikannya. Pembahasan di bab ini difokuskan pada virus: ciri, struktur, replikasi, peran, pencegahan, dan pemanfaatannya dalam bioteknologi.
1. Apa Itu Virus?
Virus adalah partikel biologis sangat kecil yang memiliki materi genetik, tetapi tidak tersusun sebagai sel. Partikel virus lengkap disebut virion.
Virus berbeda dari sel karena:
- tidak memiliki membran sel, sitoplasma, dan ribosom seperti sel;
- tidak dapat melakukan metabolisme sendiri;
- tidak dapat memperbanyak diri di luar sel inang;
- hanya dapat bereplikasi ketika materi genetiknya masuk ke sel inang yang sesuai.
Ukuran virus sangat kecil, umumnya puluhan sampai ratusan nanometer. Karena itu, virus tidak dapat diamati dengan mikroskop cahaya biasa. Pengamatan struktur virus memerlukan mikroskop elektron atau metode molekuler.
2. Struktur Dasar Virus
Struktur yang selalu ada pada virus adalah asam nukleat dan kapsid.

Gambar: virion memiliki materi genetik dan kapsid; sebagian virus juga memiliki amplop.
Bagian utama virus:
Asam nukleat
Materi genetik virus dapat berupa DNA atau RNA. Materi genetik inilah yang membawa instruksi untuk membuat partikel virus baru.
Kapsid
Kapsid adalah selubung protein yang melindungi asam nukleat. Kapsid tersusun atas subunit protein yang disebut kapsomer.
Amplop
Sebagian virus memiliki amplop, yaitu selubung luar yang umumnya berasal dari membran sel inang. Pada amplop dapat terdapat protein permukaan, misalnya protein spike pada koronavirus.
Struktur tambahan
Virus tertentu memiliki ekor, serabut ekor, atau struktur penempel lain. Struktur ini membantu virus mengenali dan menempel pada sel inang.
3. Bentuk dan Pengelompokan Virus
Virus dapat dikelompokkan berdasarkan materi genetik, bentuk, inang, atau ada tidaknya amplop.

Gambar: bentuk virus dapat berupa heliks, polihedral, beramplop, atau kompleks.
Contoh bentuk virus:
- Heliks, misalnya virus mosaik tembakau.
- Polihedral, misalnya adenovirus.
- Beramplop atau sferis, misalnya virus influenza dan koronavirus.
- Kompleks, misalnya bakteriofag yang menginfeksi bakteri.
Virus juga dapat dibedakan menjadi virus DNA dan virus RNA. Pembeda ini penting karena cara replikasi dan strategi pengobatan atau pencegahannya dapat berbeda.
4. Apakah Virus Makhluk Hidup?
Dalam konteks pembelajaran SMA, virus umumnya tidak digolongkan sebagai makhluk hidup karena virus bukan sel dan tidak dapat melakukan metabolisme sendiri.
Namun, virus memiliki satu ciri yang menyerupai makhluk hidup, yaitu dapat memperbanyak diri. Bedanya, virus hanya dapat memperbanyak diri di dalam sel inang. Karena itu, virus sering disebut berada pada batas antara benda tak hidup dan makhluk hidup.
Cara berpikir yang tepat:
- di luar sel inang, virus bersifat seperti partikel pasif;
- di dalam sel inang yang cocok, materi genetik virus dapat mengambil alih sistem sel untuk membuat virus baru.
5. Replikasi Virus
Replikasi virus adalah proses perbanyakan virus di dalam sel inang. Dua jalur utama yang sering dipelajari adalah daur litik dan daur lisogenik.

Gambar: daur litik berakhir dengan pecahnya sel inang, sedangkan daur lisogenik membawa materi genetik virus bersama materi genetik inang.
Tahapan umum daur litik:
Pelekatan
Virus menempel pada reseptor spesifik di permukaan sel inang.
Penetrasi
Materi genetik virus masuk ke dalam sel inang.
Sintesis
Sel inang diarahkan untuk membuat materi genetik dan protein virus.
Perakitan
Komponen virus dirakit menjadi virion baru.
Lisis
Sel inang pecah dan melepaskan banyak virus baru.
Pada daur lisogenik, materi genetik virus bergabung atau ikut terbawa bersama materi genetik sel inang. Sel inang dapat tetap hidup dan membelah. Dalam kondisi tertentu, daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik.
6. Kekhususan Inang
Virus tidak menginfeksi semua jenis sel. Virus hanya dapat menginfeksi sel yang memiliki reseptor sesuai dengan struktur penempel virus.
Contoh:
- bakteriofag menginfeksi bakteri;
- virus dengue terkait dengan penularan melalui nyamuk Aedes;
- HIV menyerang sel tertentu pada sistem imun;
- virus influenza menyerang sel saluran pernapasan.
Kekhususan ini menjelaskan mengapa satu virus memiliki cara penularan, jaringan target, dan gejala yang berbeda dari virus lain.
7. Peran Virus yang Merugikan dan Menguntungkan
Virus dapat merugikan karena menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun, virus juga dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, pertanian, dan bioteknologi.

Gambar: peran virus perlu dianalisis dari dampak negatif dan pemanfaatan positifnya.
Contoh dampak merugikan:
- penyakit pada manusia, seperti influenza, hepatitis, rabies, demam berdarah, polio, dan COVID-19;
- penyakit pada hewan, seperti tetelo pada unggas;
- penyakit pada tumbuhan, seperti mosaik tembakau dan tungro pada padi;
- wabah yang mengganggu kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial.
Contoh pemanfaatan virus:
Vaksin
Bagian virus atau virus yang telah dilemahkan/dimatikan dapat memicu respons imun.
Terapi gen
Virus dapat direkayasa sebagai pembawa gen tertentu ke sel target.
Virus onkolitik
Virus tertentu dapat direkayasa untuk menyerang sel kanker secara lebih selektif.
Biopestisida
Virus yang menyerang serangga tertentu dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama.
Riset genetika dan biologi molekuler
Virus digunakan untuk mempelajari mekanisme pewarisan informasi genetik dan regulasi sel.
8. Pencegahan Penyebaran Virus
Setiap virus memiliki cara penyebaran yang berbeda. Karena itu, strategi pencegahan harus disesuaikan dengan jalur penularannya.

Gambar: pencegahan penyebaran virus dapat dilakukan secara fisik, kimia, dan biologis.
Contoh strategi pencegahan:
Fisik
Menggunakan masker, menjaga jarak saat diperlukan, memperbaiki ventilasi, mengisolasi orang yang sakit, dan menghindari penggunaan alat pribadi secara bergantian.
Kimia
Mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer yang sesuai, dan membersihkan permukaan yang sering disentuh. Sabun dapat mengganggu amplop lipid pada beberapa virus beramplop.
Biologis
Vaksinasi, menjaga daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, tidur cukup, dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Contoh penyesuaian strategi:
- virus dengue dicegah dengan mengendalikan nyamuk vektor;
- virus yang menyebar melalui droplet dicegah dengan masker, ventilasi, dan etika batuk;
- virus yang menyebar melalui darah dicegah dengan penggunaan alat steril dan perilaku aman.
9. Efikasi Vaksin Secara Sederhana
Efikasi vaksin menggambarkan seberapa besar vaksin menurunkan risiko sakit dalam kondisi penelitian.
Rumus sederhana:
Efikasi=Risiko pada pembandingRisiko pada pembanding−Risiko pada kelompok vaksin×100%
Contoh: dalam sebuah penelitian, 20 dari 500 orang kelompok vaksin terinfeksi, sedangkan 100 dari 500 orang kelompok pembanding terinfeksi.
Risiko kelompok vaksin:
50020=0,04
Risiko kelompok pembanding:
500100=0,20
Efikasi:
0,200,20−0,04×100%=80%
Artinya, dalam kondisi penelitian tersebut, vaksin menurunkan risiko terinfeksi sebesar 80% dibandingkan kelompok pembanding.
10. Proyek Komunikasi Kasus Virus
Bab ini juga menekankan keterampilan proses: mencari informasi, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasil.
Langkah proyek sederhana:
- Pilih satu penyakit akibat virus yang relevan di lingkungan sekitar.
- Kumpulkan informasi dari sumber tepercaya, misalnya puskesmas, tenaga kesehatan, publikasi resmi, atau artikel ilmiah populer yang jelas sumbernya.
- Identifikasi nama virus, inang, cara penularan, gejala umum, dan strategi pencegahan.
- Buat media komunikasi, misalnya poster, infografis, slide, video pendek, atau laporan.
- Sampaikan pesan pencegahan dengan bahasa yang akurat, sopan, dan tidak menimbulkan kepanikan.
Dalam menyampaikan informasi kesehatan, hindari klaim berlebihan. Gunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan ikuti anjuran tenaga kesehatan.