Perbandingan trigonometri (sin, cos, tan, csc, sec, cot) pada segitiga siku-siku, sudut istimewa, dan penerapan untuk memecahkan masalah pengukuran tidak langsung di kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran (5)
M-E.8Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan segitiga siku-siku yang melibatkan perbandingan trigonometri dan aplikasinya.
M-E.8.1Memaknai perbandingan trigonometri sebagai keterkaitan sudut dengan sisi-sisi pada segitiga siku-siku.
Bagaimana mengukur tinggi gedung, tiang, pohon, atau tebing tanpa memanjatnya? Dalam banyak situasi, yang dapat diukur langsung justru jarak mendatar dan sudut pandang. Perbandingan trigonometri mengubah data itu menjadi panjang sisi yang belum diketahui.
Gambar: perbandingan trigonometri dimulai dari segitiga siku-siku, nama sisi, rasio, lalu penerapan.
Pada bab ini kamu akan menggunakan segitiga siku-siku sebagai model. Setiap sudut lancip pada segitiga siku-siku memiliki tiga perbandingan dasar:
sinθ,cosθ,tanθ
Ketiganya bukan sekadar rumus hafalan. Nilai tersebut adalah rasio panjang sisi. Karena itu, dua segitiga siku-siku yang bentuknya sebangun akan memiliki nilai perbandingan trigonometri yang sama meskipun ukurannya berbeda.
Target belajar bab ini:
Mengidentifikasi sisi depan, sisi samping, dan sisi miring terhadap sebuah sudut.
Menentukan nilai sin, cos, dan tan pada segitiga siku-siku.
Menentukan nilai sudut istimewa 0∘, 30∘, 45∘, 60∘, dan 90∘.
Menggunakan perbandingan trigonometri untuk mencari panjang sisi yang belum diketahui.
Menyelesaikan masalah tinggi, jarak, sudut elevasi, dan sudut depresi.
Kunci pentingnya sederhana: gambar segitiga siku-siku dulu, tandai sudut acuan, lalu pilih perbandingan yang memuat data yang diketahui dan besaran yang ditanya.
Teori - Perbandingan Trigonometri
Perbandingan trigonometri membahas hubungan antara besar sudut lancip dan perbandingan panjang sisi pada segitiga siku-siku. Bab ini sesuai dengan TP M-E.8: menyelesaikan permasalahan segitiga siku-siku yang melibatkan perbandingan trigonometri dan aplikasinya.
1. Mengingat Kembali Segitiga Siku-siku
Segitiga siku-siku memiliki satu sudut 90∘. Sisi yang berada di depan sudut siku-siku disebut sisi miring atau hipotenusa. Sisi miring selalu merupakan sisi terpanjang.
Jika panjang dua sisi siku-siku adalah a dan b, sedangkan sisi miring adalah c, maka berlaku Teorema Pythagoras:
a2+b2=c2
Teorema ini sering dipakai sebelum menentukan perbandingan trigonometri, terutama ketika salah satu sisi segitiga belum diketahui.
2. Nama Sisi terhadap Sudut Acuan
Nama sisi depan dan sisi samping bergantung pada sudut acuan. Sisi yang sama dapat menjadi sisi depan untuk satu sudut, tetapi menjadi sisi samping untuk sudut yang lain.
Gambar: sisi depan, sisi samping, dan sisi miring ditentukan relatif terhadap sudut acuan θ.
Untuk sebuah sudut lancip θ pada segitiga siku-siku:
Nama sisi
Arti
Sisi depan
Sisi yang berhadapan langsung dengan sudut θ
Sisi samping
Sisi yang menempel pada sudut θ, tetapi bukan sisi miring
Sisi miring
Sisi di depan sudut siku-siku
Langkah pertama setiap soal trigonometri adalah menentukan sudut acuan, lalu menamai sisi-sisinya.
3. Sinus, Cosinus, dan Tangen
Tiga perbandingan trigonometri dasar adalah sinus, cosinus, dan tangen.
sinθ=sisi miringsisi depan
cosθ=sisi miringsisi samping
tanθ=sisi sampingsisi depan
Contoh: sebuah segitiga siku-siku memiliki sisi depan sudut θ sepanjang 3, sisi samping 4, dan sisi miring 5.
sinθ=53
cosθ=54
tanθ=43
Perhatikan bahwa nilai trigonometri adalah nilai perbandingan, bukan panjang sisi. Jika semua sisi dikali bilangan yang sama, nilai sin, cos, dan tan tetap sama.
4. Mengapa Rasio Tetap pada Segitiga Sebangun?
Jika dua segitiga siku-siku memiliki satu sudut lancip yang sama besar, maka kedua segitiga itu sebangun. Akibatnya, perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian tetap sama.
Gambar: dua segitiga berbeda ukuran dapat memiliki nilai tanθ yang sama karena rasionya tetap.
Misalnya:
tanθ=63=126=21
Inilah alasan perbandingan trigonometri bergantung pada besar sudut, bukan pada ukuran segitiga.
5. Perbandingan Kebalikan: Cosecan, Secan, dan Cotangen
Selain sin, cos, dan tan, ada tiga perbandingan kebalikan:
cscθ=sinθ1=sisi depansisi miring
secθ=cosθ1=sisi sampingsisi miring
cotθ=tanθ1=sisi depansisi samping
Contoh jika sinθ=53, maka:
cscθ=35
Jika tanθ=43, maka:
cotθ=34
Perbandingan kebalikan hanya terdefinisi jika penyebutnya tidak sama dengan nol.
6. Hubungan Dasar antar Perbandingan
Karena semua perbandingan berasal dari sisi segitiga yang sama, beberapa hubungan berikut selalu berlaku untuk sudut lancip:
tanθ=cosθsinθ
dan:
sin2θ+cos2θ=1
Identitas kedua berasal dari Teorema Pythagoras. Jika sisi depan a, sisi samping b, dan sisi miring c, maka:
(ca)2+(cb)2=c2a2+b2=c2c2=1
7. Sudut Istimewa
Sudut istimewa adalah sudut yang nilai trigonometri dasarnya dapat ditentukan secara eksak. Nilai 30∘, 45∘, dan 60∘ dapat diturunkan dari dua segitiga khusus.
Gambar: segitiga 45∘-45∘-90∘ dan 30∘-60∘-90∘ menjadi dasar tabel sudut istimewa.
θ
sinθ
cosθ
tanθ
0∘
0
1
0
30∘
21
23
33
45∘
22
22
1
60∘
23
21
3
90∘
1
0
tidak terdefinisi
Untuk perbandingan kebalikan:
θ
cscθ
secθ
cotθ
0∘
tidak terdefinisi
1
tidak terdefinisi
30∘
2
323
3
45∘
2
2
1
60∘
323
2
33
90∘
1
tidak terdefinisi
0
Catatan: bentuk 32 biasanya dirasionalkan menjadi 323.
8. Mencari Sisi yang Belum Diketahui
Untuk mencari panjang sisi, pilih rasio yang memuat:
sisi yang diketahui,
sisi yang ditanya,
sudut yang diketahui.
Contoh: dari suatu titik di tanah, sudut elevasi ke puncak tiang adalah 30∘. Jarak titik ke kaki tiang adalah 18 m. Tinggi tiang adalah h.
Sisi yang diketahui adalah sisi samping, sedangkan yang ditanya adalah sisi depan. Rasio yang memuat depan dan samping adalah tangen:
tan30∘=18h
33=18h
h=18⋅33=63
Jadi tinggi tiang adalah 63 m, atau sekitar 10,39 m.
9. Sudut Elevasi dan Sudut Depresi
Sudut elevasi adalah sudut dari garis horizontal ke arah atas. Sudut depresi adalah sudut dari garis horizontal ke arah bawah.
Gambar: sudut elevasi digunakan saat melihat ke atas, sedangkan sudut depresi digunakan saat melihat ke bawah.
Pada masalah pengukuran tidak langsung, biasanya segitiga siku-siku terbentuk dari:
Unsur situasi
Unsur segitiga
Jarak mendatar
sisi samping
Selisih tinggi
sisi depan
Garis pandang
sisi miring
Jika tinggi mata pengamat tidak diabaikan, tambahkan tinggi mata ke hasil selisih tinggi dari tanah ke garis mata.
Contoh: seorang siswa berdiri 40 m dari gedung. Sudut elevasi ke puncak gedung adalah 30∘. Tinggi mata siswa 1,5 m.
Selisih tinggi dari mata ke puncak gedung:
tan30∘=40h
h=40⋅33
Tinggi gedung:
40⋅33+1,5
Hasil pendekatan:
40⋅0,577+1,5=24,58
Jadi tinggi gedung sekitar 24,58 m.
10. Strategi Menyelesaikan Soal
Gunakan langkah berikut:
Gambar segitiga siku-siku dari situasi soal.
Tandai sudut acuan.
Tentukan sisi depan, sisi samping, dan sisi miring.
Pilih sin, cos, atau tan sesuai sisi yang diketahui dan ditanya.
Susun persamaan rasio.
Hitung panjang sisi atau sudut yang diminta.
Periksa apakah satuan dan konteks jawaban masuk akal.
Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih rumus sebelum menggambar segitiga. Dalam trigonometri, gambar sederhana sering lebih penting daripada menghafal banyak bentuk rumus.