Representasi dan Interpretasi Data
1. Data, Variabel, dan Pertanyaan Statistika
Data adalah kumpulan keterangan atau nilai hasil pengamatan. Sebuah kolom yang karakteristiknya dapat berubah disebut variabel. Sebelum membuat grafik atau menghitung ukuran statistika, tentukan dahulu pertanyaan yang ingin dijawab.
Secara umum, data dapat dibedakan menjadi:
| Jenis data |
Ciri |
Contoh |
| Kategorik |
berupa kelompok atau label |
moda transportasi, jenis ekstrakurikuler |
| Numerik diskret |
hasil menghitung, biasanya bilangan cacah |
banyak buku, jumlah saudara |
| Numerik kontinu |
hasil mengukur dan dapat berada di antara dua nilai |
waktu, tinggi, massa |
Pemilihan representasi bergantung pada jenis data dan tujuan analisis:
| Tujuan |
Representasi yang sesuai |
| membandingkan kategori |
diagram batang |
| melihat setiap nilai pada data numerik berukuran kecil |
dot plot |
| melihat bentuk distribusi data numerik yang dikelompokkan |
histogram |
| membandingkan pusat dan penyebaran beberapa kelompok |
box plot |
| menyelidiki hubungan dua variabel numerik berpasangan |
diagram pencar |
| melihat perubahan suatu nilai terhadap waktu |
diagram garis atau diagram pencar dengan waktu pada sumbu horizontal |

Tidak ada grafik yang terbaik untuk semua situasi. Grafik yang baik harus menjawab pertanyaan, memakai skala yang jujur, dan menyertakan label serta satuan.
2. Tabel Frekuensi, Diagram Batang, dan Histogram
A. Frekuensi dan frekuensi relatif
Frekuensi adalah banyaknya data pada suatu nilai, kategori, atau interval. Jika total data adalah n dan frekuensi suatu kelompok adalah fi, frekuensi relatifnya:
ri=nfi.
Dalam persen:
pi=nfi×100%.
Frekuensi relatif penting ketika dua kelompok mempunyai jumlah anggota berbeda.
Contoh distribusi nilai 20 siswa:
| Interval nilai |
Frekuensi |
Frekuensi relatif |
| 60-69 |
5 |
25% |
| 70-79 |
8 |
40% |
| 80-89 |
6 |
30% |
| 90-99 |
1 |
5% |
| Total |
20 |
100% |
B. Diagram batang dan histogram
Walaupun tampak mirip, keduanya digunakan untuk data yang berbeda.
- Diagram batang membandingkan kategori. Antarbatang biasanya diberi jarak karena satu kategori terpisah dari kategori lain.
- Histogram menunjukkan distribusi data numerik dalam interval. Batang bersebelahan karena interval membentuk skala berkelanjutan.
- Pada histogram dengan lebar interval sama, tinggi batang dapat menunjukkan frekuensi.
- Jika lebar interval berbeda, perbandingan harus berdasarkan luas batang. Tinggi yang dipakai adalah kepadatan frekuensi:
kepadatan frekuensi=lebar intervalfrekuensi.
Bentuk histogram dapat berubah jika batas dan lebar interval diubah. Karena itu, ketika membaca histogram, periksa interval kelasnya sebelum menyimpulkan bentuk distribusi.
C. Dot plot
Pada dot plot, setiap titik mewakili satu pengamatan. Dot plot berguna untuk data numerik berukuran kecil atau sedang karena pembaca masih dapat melihat:
- nilai minimum dan maksimum;
- nilai yang sering muncul;
- celah pada data;
- kelompok nilai;
- kemungkinan pencilan.
3. Ukuran Pemusatan
Ukuran pemusatan merangkum nilai yang dianggap mewakili suatu kumpulan data.
A. Mean
Untuk data tunggal x1,x2,…,xn:
xˉ=nx1+x2+…+xn=n∑i=1nxi.
Untuk tabel frekuensi:
xˉ=∑fi∑fixi.
Mean menggunakan seluruh data sehingga peka terhadap nilai ekstrem.
Contoh data 4,5,5,6,10:
xˉ=54+5+5+6+10=6.
B. Median
Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan.
- Jika n ganjil, median adalah data pada posisi 2n+1.
- Jika n genap, median adalah rata-rata data pada posisi 2n dan 2n+1.
Untuk data 4,5,5,6,10, median adalah 5. Median lebih tahan terhadap pencilan daripada mean.
C. Modus
Modus adalah nilai atau kategori dengan frekuensi terbesar. Data dapat:
- tidak memiliki modus;
- memiliki satu modus;
- memiliki dua modus atau lebih.
Modus dapat digunakan pada data kategorik maupun numerik.
D. Memilih ukuran pemusatan
| Ukuran |
Tepat digunakan ketika |
Keterbatasan |
| Mean |
data numerik relatif simetris dan seluruh nilai perlu diperhitungkan |
mudah berubah karena pencilan |
| Median |
data numerik menceng atau memiliki pencilan |
tidak menggunakan besar setiap nilai secara langsung |
| Modus |
nilai/kategori paling umum ingin diketahui |
dapat tidak ada atau lebih dari satu |
Satu nilai pusat tidak cukup untuk menjelaskan seluruh distribusi. Dua kelompok dapat mempunyai mean yang sama tetapi penyebaran yang sangat berbeda.
4. Ukuran Pemusatan Data Kelompok
Pada data yang sudah dikelompokkan, nilai asli tiap anggota tidak diketahui. Perhitungan menggunakan asumsi atau interpolasi sehingga hasilnya merupakan perkiraan.
A. Mean data kelompok
Jika xi adalah titik tengah interval dan fi frekuensinya:
xˉ≈∑fi∑fixi.
Titik tengah interval:
xi=2batas bawah+batas atas.
Contoh:
| Interval |
Frekuensi |
Titik tengah |
| 0-9 |
2 |
4,5 |
| 10-19 |
5 |
14,5 |
| 20-29 |
3 |
24,5 |
Maka:
xˉ≈102(4,5)+5(14,5)+3(24,5)=15,5.
B. Median data kelompok
Tentukan dahulu kelas yang memuat posisi 2n. Perkiraan median:
Me=L+(fm2n−F)p,
dengan:
- L = tepi bawah kelas median;
- F = frekuensi kumulatif sebelum kelas median;
- fm = frekuensi kelas median;
- p = panjang kelas.
Pada contoh di atas, n=10, kelas median adalah 10-19, L=9,5, F=2, fm=5, dan p=10:
Me=9,5+(55−2)10=15,5.
C. Modus data kelompok
Kelas modus adalah interval dengan frekuensi terbesar. Jika diperlukan perkiraan nilai modus:
Mo=L+(d1+d2d1)p,
dengan d1 selisih frekuensi kelas modus terhadap kelas sebelumnya dan d2 selisihnya terhadap kelas sesudahnya.
5. Kuartil, Persentil, dan Ukuran Penyebaran
A. Kuartil data tunggal
Setelah data diurutkan:
- Q1 memisahkan sekitar 25% data terbawah;
- Q2 adalah median;
- Q3 memisahkan sekitar 75% data terbawah.
Dalam materi ini digunakan konvensi posisi buku:
- posisi Q1=4n;
- posisi Q2=2n;
- posisi Q3=43n.
Jika posisi tepat berupa bilangan bulat m, nilai kuartil diambil sebagai rata-rata data ke-m dan ke-(m+1). Jika tidak bulat, posisi dibulatkan ke atas. Perangkat lunak dapat memakai konvensi berbeda, jadi metode yang digunakan harus dinyatakan ketika hasil dibandingkan.
B. Persentil
Persentil membagi data terurut menjadi 100 bagian. Pk adalah nilai yang membuat sekitar k% data berada pada atau di bawah nilai tersebut.
Misalnya, P80=78 berarti sekitar 80% pengamatan bernilai paling tinggi 78, sedangkan sekitar 20% berada di atasnya.
Untuk data kelompok, kuartil atau persentil dapat diperkirakan dengan interpolasi:
Qk=L+(f4kn−F)p,k=1,2,3,
Pk=L+(f100kn−F)p.
C. Jangkauan dan jangkauan interkuartil
Jangkauan:
R=xmax−xmin.
Jangkauan interkuartil atau IQR:
IQR=Q3−Q1.
IQR mengukur lebar 50% data tengah sehingga lebih tahan terhadap nilai ekstrem daripada jangkauan.
Contoh data terurut:
2,4,5,7,8,10,12,14.
Diperoleh:
Q1=24+5=4,5,Q2=27+8=7,5,Q3=210+12=11.
Maka:
IQR=11−4,5=6,5.
D. Pencilan dengan aturan IQR
Batas bawah:
Q1−1,5(IQR).
Batas atas:
Q3+1,5(IQR).
Nilai di luar kedua batas tersebut ditandai sebagai calon pencilan. Status pencilan bukan alasan otomatis untuk menghapus data; penyebabnya perlu diperiksa.

6. Box Plot
Box plot merangkum distribusi menggunakan lima ukuran:
minimum,Q1,median,Q3,maksimum.
Pada box plot termodifikasi, pencilan digambar sebagai titik terpisah dan whisker mencapai nilai ekstrem terjauh yang masih berada di dalam batas pencilan.
Saat membandingkan box plot, perhatikan:
- median untuk membandingkan pusat;
- IQR untuk membandingkan penyebaran 50% data tengah;
- jangkauan dan panjang whisker untuk melihat sebaran keseluruhan;
- posisi median dalam kotak dan whisker yang tidak seimbang sebagai petunjuk kemencengan;
- pencilan yang mungkin memerlukan penyelidikan.
Box plot tidak memperlihatkan setiap nilai, jumlah data, atau banyaknya puncak distribusi. Gunakan dot plot atau histogram jika detail tersebut penting.
7. Diagram Pencar
Diagram pencar digunakan untuk data berpasangan (x,y). Setiap titik mewakili satu objek atau satu waktu pengamatan.
Langkah membaca diagram pencar:
- periksa arti, skala, dan satuan kedua sumbu;
- lihat arah hubungan: positif, negatif, atau tidak tampak;
- lihat bentuk hubungan: linear atau melengkung;
- lihat kekuatan hubungan dari kedekatan titik terhadap pola;
- cari kelompok data dan pencilan.
- Hubungan positif: x cenderung meningkat saat y meningkat.
- Hubungan negatif: x cenderung meningkat saat y menurun.
- Tidak ada hubungan yang tampak: titik tidak membentuk kecenderungan jelas.
Jika waktu menjadi variabel bebas, letakkan waktu pada sumbu horizontal untuk melihat tren.
Korelasi bukan sebab-akibat
Hubungan pada diagram pencar tidak cukup untuk membuktikan bahwa perubahan satu variabel menyebabkan perubahan variabel lain. Hubungan dapat muncul karena:
- variabel ketiga yang tidak diamati;
- kebetulan;
- cara sampel dipilih;
- arah sebab yang terbalik.
Kesimpulan sebab-akibat memerlukan rancangan penelitian dan bukti tambahan.
8. Mengevaluasi Laporan Statistika
Sebelum menerima klaim berbasis data, periksa hal-hal berikut.
A. Sumber dan pengumpulan data
- Siapa yang mengumpulkan data?
- Populasi apa yang ingin dijelaskan?
- Bagaimana sampel dipilih dan berapa ukurannya?
- Apakah pertanyaan survei netral?
- Kapan dan di mana data dikumpulkan?
B. Perhitungan dan pembanding
- Apakah mean, median, persentase, atau ukuran lain dihitung dengan benar?
- Apakah kelompok yang dibandingkan mempunyai penyebut yang sama?
- Jika ukuran kelompok berbeda, apakah frekuensi relatif lebih tepat?
- Apakah pencilan membuat mean kurang mewakili data?
C. Tampilan grafik
- Apakah judul, label, satuan, legenda, dan sumber tersedia?
- Apakah sumbu dipotong sehingga perbedaan tampak berlebihan?
- Apakah interval kelas dipilih secara wajar?
- Apakah luas gambar atau ikon mengubah kesan besar data?
- Apakah grafik yang dipilih sesuai dengan jenis data?
D. Bahasa kesimpulan
Bedakan antara:
- deskripsi data yang benar-benar diamati;
- generalisasi dari sampel ke populasi;
- prediksi;
- klaim sebab-akibat.
Contoh: dua batang bernilai 98 dan 100 akan terlihat sangat berbeda jika sumbu vertikal dimulai dari 97. Nilainya memang berbeda, tetapi tampilan tersebut membesar-besarkan perbedaannya.

9. Alur Analisis Data
Gunakan alur berikut:
- rumuskan pertanyaan;
- kenali jenis data dan cara pengumpulannya;
- bersihkan serta susun data;
- pilih tabel, grafik, dan ukuran statistika;
- hitung dan periksa hasil;
- interpretasikan dalam konteks;
- nyatakan keterbatasan;
- komunikasikan kesimpulan tanpa melebihi bukti.
10. Ringkasan
- Diagram batang digunakan untuk kategori; histogram untuk distribusi data numerik berinterval.
- Dot plot mempertahankan nilai individual, sedangkan box plot meringkas pusat dan penyebaran.
- Mean memakai semua nilai tetapi peka terhadap pencilan; median lebih tahan terhadap pencilan; modus menunjukkan nilai paling sering.
- Perhitungan data kelompok merupakan perkiraan karena memakai titik tengah atau interpolasi.
- Kuartil dan persentil menunjukkan posisi data; jangkauan dan IQR menunjukkan penyebaran.
- Box plot membantu membandingkan median, IQR, kemencengan, dan pencilan.
- Diagram pencar menunjukkan pola hubungan dua variabel numerik, tetapi korelasi tidak otomatis berarti sebab-akibat.
- Laporan statistika perlu dievaluasi dari sumber data, sampel, perhitungan, representasi, dan bahasa kesimpulannya.