Kembali ke Kurikulum

Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia

Sistem koordinasi dan homeostasis: saraf, alat indra, sistem hormon, mekanisme homeostasis (suhu/cairan/gula darah), gangguan, eksperimen respons tubuh.

Tujuan Pembelajaran (6)
  • IPA-D.PI8Menganalisis hubungan fungsi dan kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ.
  • IPA-D.PI8.1Menggambarkan struktur sekaligus fungsi sistem saraf, organ indera, hingga sistem hormon.
  • IPA-D.PI8.2Mengkaji mekanisme homeostasis ketika tubuh mengatur suhu, kadar cairan, beserta kadar gula darah.
  • IPA-D.PI8.3Melakukan eksperimen pendek demi mengamati respons tubuh atas aneka rangsangan.
  • IPA-D.PI8.4Memetakan gangguan akibat ketakseimbangan sistem koordinasi maupun homeostasis.
  • IPA-D.PI8.5Merancang dan menjalankan survei/pelaporan ringkas seputar penyakit sistem koordinasi.

Sistem Koordinasi dan Homeostasis Tubuh Manusia

Pernahkah kamu langsung menarik tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas? Atau merasa jantung berdebar ketika akan tampil di depan kelas? Tubuh tidak menunggu perintah tertulis untuk merespons keadaan seperti itu. Ada sistem pengatur yang bekerja cepat, ada pula pengatur yang bekerja lebih lambat tetapi dampaknya lebih lama.

Bab ini membahas bagaimana tubuh menerima rangsangan, mengolah informasi, mengirim perintah, dan menjaga keadaan internal tetap seimbang. Keseimbangan itu disebut homeostasis. Tubuh yang sehat bukan berarti semua kondisinya selalu sama persis, melainkan mampu menyesuaikan diri dalam batas aman.

Peta sistem koordinasi tubuh

Gambar: rangsangan diterima reseptor, diolah oleh sistem saraf, dibantu hormon, lalu menghasilkan respons yang menjaga homeostasis.

Dalam bab ini kamu akan belajar:

  • menjelaskan peran sistem saraf, alat indra, dan sistem hormon dalam koordinasi tubuh;
  • membedakan respons cepat melalui saraf dan respons lebih lambat melalui hormon;
  • menganalisis contoh homeostasis pada suhu tubuh, cairan tubuh, dan kadar gula darah;
  • melakukan pengamatan sederhana tentang respons tubuh terhadap rangsangan;
  • mengenali gangguan yang dapat muncul ketika sistem koordinasi atau homeostasis tidak bekerja seimbang;
  • menyusun laporan atau kampanye singkat tentang cara menjaga kesehatan sistem pengatur tubuh.

Gunakan tab Teori untuk memahami konsep, tab Soal untuk latihan, dan tab Jawaban untuk mengecek pembahasan.

Pertanyaan Pemantik

Sebelum masuk ke teori, pikirkan beberapa pertanyaan berikut.

  1. Mengapa tubuh berkeringat saat panas atau setelah olahraga?
  2. Mengapa tangan dapat bergerak menjauh dari benda panas sebelum kita sempat berpikir panjang?
  3. Bagaimana mata, telinga, kulit, hidung, dan lidah membantu otak memahami lingkungan?
  4. Mengapa orang yang kurang tidur atau terlalu lama menatap layar dapat sulit fokus?
  5. Apa yang mungkin terjadi jika kadar gula darah atau cairan tubuh tidak terjaga?

Pertanyaan-pertanyaan itu akan menjadi jembatan untuk memahami bahwa tubuh bekerja sebagai sistem yang saling terhubung.