Kembali ke Kurikulum

Bumi dan Tata Surya

Bumi dan tata surya: benda langit (planet/satelit/asteroid/komet), kondisi yang sesuai untuk kehidupan manusia, akibat pergerakan Bumi (siang-malam, musim, gerhana, pasang surut), peran Matahari, perubahan iklim akibat proses alami Tata Surya.

Tujuan Pembelajaran (6)
  • IPA-D.PI6Menganalisis hubungan posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya untuk menjelaskan fenomena alam dan perubahan iklim.
  • IPA-D.PI6.1Mengamati, memetakan, sekaligus membedakan ragam benda langit (planet, satelit, asteroid, komet).
  • IPA-D.PI6.2Mengolah dan mengkaji informasi sebagai sandaran pendapat tentang kondisi objek angkasa yang paling cocok bagi kehidupan manusia.
  • IPA-D.PI6.3Menyelidiki dampak pergerakan Bumi maupun objek angkasa lain pada fenomena di permukaan Bumi (siang-malam, musim, gerhana, pasang surut).
  • IPA-D.PI6.4Menerangkan peran Matahari pada kehidupan.
  • IPA-D.PI6.5Menerangkan proses-proses alami pada Tata Surya yang berpotensi memicu pergeseran iklim Bumi.

Bumi dan Tata Surya

Bumi adalah rumah kita, tetapi Bumi bukan satu-satunya benda langit di alam semesta. Bumi bergerak bersama Bulan, planet lain, asteroid, komet, dan Matahari dalam sistem yang teratur. Keteraturan itu membuat kita mengalami siang dan malam, perubahan musim di beberapa wilayah, fase Bulan, gerhana, pasang surut, serta berbagai kondisi yang memengaruhi kehidupan.

Pada bab ini kamu akan menelusuri pertanyaan besar: mengapa Bumi sangat cocok untuk kehidupan, dan apakah ada benda langit lain yang dapat menjadi "Bumi baru"? Untuk menjawabnya, kamu perlu membandingkan karakteristik benda langit, memahami posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari, dan membaca data tentang fenomena alam secara teliti.

Siswa mengamati langit malam dan model tata surya

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi benda langit dalam tata surya, seperti planet, satelit, asteroid, komet, meteor, dan Matahari.
  2. Membedakan karakteristik beberapa benda langit berdasarkan ukuran, komposisi, atmosfer, gravitasi, suhu, dan jaraknya dari Matahari.
  3. Menjelaskan mengapa Bumi memiliki kondisi yang sesuai bagi kehidupan.
  4. Menganalisis hubungan posisi relatif Bumi-Bulan-Matahari dalam fenomena alam.
  5. Menjelaskan akibat rotasi Bumi terhadap siang, malam, dan perbedaan waktu.
  6. Menjelaskan akibat revolusi Bumi dan kemiringan sumbu Bumi terhadap musim.
  7. Menghubungkan gerak Bulan dengan fase Bulan, gerhana, dan pasang surut.
  8. Menjelaskan peran Matahari bagi kehidupan di Bumi.
  9. Menjelaskan beberapa proses alami yang dapat memengaruhi iklim Bumi.
  10. Menggunakan data dan argumen ilmiah untuk menilai kelayakan benda langit sebagai tempat hidup.
  11. Menyusun rekomendasi "Bumi baru" secara kritis, dengan tetap memahami bahwa Bumi perlu dijaga.
  12. Mengomunikasikan hasil analisis dengan bahasa ilmiah yang runtut.

Pertanyaan Pemantik

Gunakan pertanyaan berikut untuk memulai penyelidikan.

  1. Mengapa Bumi mengalami siang dan malam?
  2. Mengapa bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi berubah-ubah?
  3. Mengapa Indonesia tidak mengalami empat musim seperti beberapa negara lain?
  4. Apa saja syarat benda langit agar dapat mendukung kehidupan manusia?
  5. Apakah perubahan iklim hanya dipengaruhi oleh aktivitas manusia?
  6. Jika harus memilih kandidat "Bumi baru", data apa saja yang perlu dikumpulkan?

Gambaran Kegiatan

Pada bab ini kamu akan membaca informasi, mengamati model, membuat perbandingan, menghitung dengan data sederhana, dan menyusun argumen. Beberapa kegiatan dapat dilakukan dengan model fisik sederhana, misalnya bola sebagai Bumi, lampu sebagai Matahari, dan bola kecil sebagai Bulan. Model tidak harus sama persis dengan ukuran sebenarnya, tetapi harus membantu menjelaskan hubungan posisi dan gerak benda langit.

Di akhir bab, kamu akan menyusun rekomendasi benda langit yang paling mungkin diteliti sebagai calon tempat hidup manusia. Rekomendasi itu perlu berbasis bukti, bukan hanya karena benda langit tersebut terlihat menarik.