Gerak dan Gaya
Pernahkah kamu memperhatikan bola yang menggelinding lalu akhirnya berhenti, sepeda yang terasa lebih berat saat melawan angin, atau roket yang meluncur karena menyemburkan gas ke belakang? Peristiwa-peristiwa itu tampak berbeda, tetapi semuanya dapat dipahami melalui konsep gerak dan gaya.

Di bab ini, kamu akan mempelajari cara menggambarkan gerak benda secara ilmiah. Kamu akan membedakan jarak tempuh dan perpindahan, menghitung kelajuan dan kecepatan, memahami percepatan, lalu menghubungkannya dengan gaya. Kamu juga akan mengenal gaya gesek dan tiga Hukum Newton yang menjadi dasar banyak teknologi, dari kendaraan sederhana sampai roket.
Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:
- Menjelaskan bahwa gerak bergantung pada titik acuan.
- Membedakan jarak tempuh dan perpindahan.
- Menghitung kelajuan rata-rata dengan rumus .
- Membedakan kelajuan dan kecepatan sebagai besaran skalar dan vektor.
- Menjelaskan percepatan sebagai perubahan kecepatan tiap satuan waktu.
- Mengidentifikasi gaya sebagai tarikan atau dorongan yang dapat mengubah gerak, arah, kecepatan, atau bentuk benda.
- Menghitung resultan gaya searah dan berlawanan arah.
- Menyebutkan contoh gaya otot, gaya pegas, gaya magnet, gaya listrik, gaya gravitasi, gaya mesin, dan gaya gesek.
- Membedakan gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.
- Menjelaskan Hukum I, II, dan III Newton melalui contoh sehari-hari.
- Menggunakan rumus untuk kasus sederhana.
- Merancang percobaan sederhana tentang gerak dan gaya, lalu menuliskan hasil pengamatannya.
Pertanyaan pemantik:
- Mengapa benda yang didorong di lantai akhirnya berhenti?
- Mengapa penumpang terdorong ke depan saat kendaraan direm mendadak?
- Mengapa roket dapat bergerak maju ketika gas disemburkan ke belakang?
- Apa yang berubah jika massa benda lebih besar, tetapi gaya dorongnya sama?