Teori: Karakteristik dan Klasifikasi Makhluk Hidup
Makhluk hidup di Bumi sangat beranekaragam. Ada yang besar seperti paus, ada yang kecil seperti semut, ada yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, dan ada yang tampak diam tetapi tetap hidup. Untuk mempelajarinya, ilmuwan mengamati karakteristik, membandingkan persamaan dan perbedaan, lalu mengelompokkannya secara sistematis.
A. Makhluk Hidup atau Benda Mati?
Sesuatu disebut makhluk hidup jika menunjukkan karakteristik kehidupan secara utuh. Satu ciri saja belum cukup. Mobil dapat bergerak dan membutuhkan bahan bakar, tetapi mobil tidak tersusun atas sel, tidak tumbuh, tidak bereproduksi, dan tidak melakukan metabolisme seperti organisme. Karena itu mobil tetap termasuk benda mati.

Gambar 1. Beberapa benda dapat memiliki satu ciri yang mirip makhluk hidup, tetapi organisme harus menunjukkan rangkaian ciri kehidupan.
Karakteristik umum makhluk hidup meliputi:
- mampu bergerak;
- tumbuh dan berkembang;
- bereproduksi;
- menanggapi rangsang;
- mengambil dan menggunakan energi;
- bernapas;
- mengeluarkan zat sisa atau ekskresi;
- tersusun atas satu sel atau banyak sel.

Gambar 2. Delapan ciri umum makhluk hidup saling berkaitan. Sesuatu disebut organisme jika ciri-ciri kehidupan ini terpenuhi secara utuh.
1. Bergerak
Hewan biasanya bergerak jelas, misalnya berjalan, berenang, terbang, atau merayap. Tumbuhan juga bergerak, tetapi geraknya sering lambat. Daun putri malu menutup saat disentuh, akar tumbuh menuju air, dan batang tumbuhan dapat condong ke arah cahaya.
2. Tumbuh dan Berkembang
Pertumbuhan berarti ukuran atau jumlah sel bertambah. Perkembangan berarti struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih matang. Biji kacang dapat berkecambah, anak ayam tumbuh menjadi ayam dewasa, dan manusia mengalami perubahan sejak bayi sampai dewasa.
3. Bereproduksi
Makhluk hidup menghasilkan keturunan agar jenisnya tetap bertahan. Reproduksi dapat terjadi secara seksual, misalnya pada ayam dan manusia, atau aseksual, misalnya pembelahan diri pada beberapa organisme bersel satu.
4. Menanggapi Rangsang
Rangsang atau stimulus adalah perubahan yang dapat diterima makhluk hidup. Respons adalah tanggapan terhadap rangsang tersebut. Contohnya tangan ditarik saat menyentuh benda panas, pupil mata mengecil saat cahaya terlalu terang, dan tumbuhan bergerak mengikuti arah cahaya.
5. Mengambil dan Menggunakan Energi
Tumbuhan membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Hewan memperoleh energi dengan memakan organisme lain. Energi digunakan untuk bergerak, tumbuh, memperbaiki bagian tubuh, dan menjalankan fungsi hidup lainnya.
6. Bernapas
Bernapas berkaitan dengan pertukaran gas dan proses memperoleh energi dari makanan. Banyak hewan mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Tumbuhan juga melakukan respirasi, walaupun tumbuhan juga menggunakan karbon dioksida untuk fotosintesis.
7. Ekskresi
Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa metabolisme dari tubuh. Manusia mengeluarkan karbon dioksida saat bernapas, keringat melalui kulit, urine melalui ginjal, dan zat sisa pencernaan melalui sistem pencernaan.
8. Tersusun atas Sel
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil penyusun makhluk hidup. Ada organisme uniseluler yang tersusun dari satu sel, misalnya Amoeba dan Paramecium. Ada pula organisme multiseluler yang tersusun dari banyak sel, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, dan jamur.
B. Sistem Organisasi Kehidupan
Tubuh makhluk hidup multiseluler tersusun berjenjang. Sel-sel yang sejenis dan bekerja bersama membentuk jaringan. Beberapa jaringan membentuk organ. Beberapa organ bekerja bersama membentuk sistem organ. Semua sistem organ membentuk organisme.

Gambar 3. Organisasi kehidupan pada organisme multiseluler tersusun dari sel, jaringan, organ, sistem organ, hingga organisme.
Urutan sederhananya adalah:
sel→jaringan→organ→sistem organ→organisme
Contoh pada manusia:
| Tingkatan |
Contoh |
| Sel |
sel otot |
| Jaringan |
jaringan otot |
| Organ |
jantung |
| Sistem organ |
sistem peredaran darah |
| Organisme |
manusia |
Contoh pada tumbuhan:
| Tingkatan |
Contoh |
| Sel |
sel penyusun daun |
| Jaringan |
jaringan palisade |
| Organ |
daun |
| Sistem organ |
sistem organ vegetatif |
| Organisme |
tumbuhan kacang |
C. Mengapa Makhluk Hidup Dikelompokkan?
Jumlah makhluk hidup sangat banyak. Jika setiap organisme dipelajari satu per satu tanpa pengelompokan, pembelajaran menjadi sulit. Klasifikasi membuat makhluk hidup lebih mudah dikenali karena organisme yang memiliki persamaan ciri ditempatkan dalam kelompok yang sama.
Klasifikasi bertujuan untuk:
- mempermudah mengenali makhluk hidup yang beranekaragam;
- menunjukkan persamaan dan perbedaan antarorganisme;
- membantu mengidentifikasi organisme yang belum dikenal;
- memudahkan komunikasi ilmiah;
- membantu memprediksi karakteristik organisme berdasarkan kelompoknya.
Ilmu yang mempelajari pengelompokan makhluk hidup disebut taksonomi.
D. Kunci Klasifikasi
Kunci klasifikasi adalah alat bantu untuk mengidentifikasi organisme berdasarkan ciri yang diamati. Kunci yang baik harus jelas, sederhana, mudah diikuti, dan menghasilkan identifikasi yang konsisten.
1. Kunci Dikotomi
Kunci dikotomi adalah kunci determinasi yang memberi dua pilihan berlawanan pada setiap langkah. Pilihan tersebut mengarahkan pengamat ke cabang berikutnya sampai organisme dapat dikenali.

Gambar 4. Kunci dikotomi memakai pasangan ciri yang berlawanan, misalnya memiliki rambut atau tidak, memiliki bulu atau tidak, dan seterusnya.
Contoh alur identifikasi:
- Hewan memiliki tulang belakang atau tidak?
- Jika memiliki tulang belakang, apakah memiliki rambut?
- Jika tidak memiliki rambut, apakah memiliki bulu?
- Jika tidak memiliki bulu, apakah kulitnya kering bersisik?
- Jika tidak, apakah hidup di air dan memiliki sisik?
Dari alur seperti ini, hewan dapat diarahkan ke kelompok Mamalia, Aves, Reptilia, Pisces, atau Amfibi.
2. Kunci Determinasi Format Tabel
Kunci determinasi format tabel menyajikan pilihan ciri dalam bentuk baris. Pengguna membaca pernyataan, memilih ciri yang sesuai, lalu mengikuti petunjuk "lanjut ke nomor..." sampai menemukan kelompok akhir.

Gambar 5. Kunci determinasi format tabel membantu pengguna mengikuti langkah identifikasi secara berurutan.
Contoh sederhana:
| Langkah |
Ciri |
Hasil |
| 1a |
Tidak memiliki tulang belakang |
Invertebrata |
| 1b |
Memiliki tulang belakang |
Lanjut ke 2 |
| 2a |
Memiliki rambut |
Mamalia |
| 2b |
Tidak memiliki rambut |
Lanjut ke 3 |
| 3a |
Memiliki bulu |
Aves |
| 3b |
Tidak memiliki bulu |
Lanjut ke 4 |
| 4a |
Kulit kering bersisik |
Reptilia |
| 4b |
Kulit lembap atau bersisik basah |
Lanjut ke 5 |
| 5a |
Bersisik dan hidup di air |
Pisces |
| 5b |
Kulit lembap tanpa sisik |
Amfibi |
E. Urutan Takson Makhluk Hidup
Klasifikasi makhluk hidup dilakukan bertingkat. Kelompok besar dibagi menjadi kelompok yang lebih kecil berdasarkan ciri yang makin khusus. Kelompok dalam taksonomi disebut takson.

Gambar 6. Semakin tinggi tingkat takson, jumlah anggotanya makin banyak tetapi persamaan cirinya makin sedikit. Semakin rendah tingkat takson, jumlah anggotanya makin sedikit tetapi persamaan cirinya makin banyak.
Urutan takson dari yang paling umum sampai paling khusus adalah:
Kingdom→Filum/Divisi→Kelas→Ordo→Famili→Genus→Spesies
Pada hewan, tingkat di bawah kingdom disebut filum. Pada tumbuhan, tingkat ini sering disebut divisi.
Contoh:
| Tingkat takson |
Contoh manusia |
| Kingdom |
Animalia |
| Filum |
Chordata |
| Kelas |
Mammalia |
| Ordo |
Primata |
| Famili |
Hominidae |
| Genus |
Homo |
| Spesies |
Homo sapiens |
F. Nama Ilmiah dan Spesies
Spesies adalah tingkat takson paling rendah dalam pembelajaran dasar ini. Organisme dalam satu spesies memiliki persamaan ciri paling banyak. Dalam biologi, nama spesies ditulis dengan sistem dua kata atau binomial nomenclature.
Aturannya:
- kata pertama menunjukkan genus dan diawali huruf kapital;
- kata kedua menunjukkan penunjuk spesies dan diawali huruf kecil;
- kedua kata dicetak miring.
Contoh:
- manusia: Homo sapiens;
- padi: Oryza sativa;
- jagung: Zea mays.
G. Sistem Lima Kingdom
Salah satu sistem klasifikasi yang umum dipakai di tingkat SMP adalah sistem lima kingdom. Dalam sistem ini, makhluk hidup dikelompokkan menjadi Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Gambar 7. Sistem lima kingdom mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri utama seperti tipe sel, jumlah sel, cara memperoleh makanan, dan organisasi tubuh.
| Kingdom |
Ciri umum |
Contoh |
| Monera |
prokariotik, tidak memiliki membran inti sel, umumnya mikroskopis |
bakteri |
| Protista |
eukariotik, banyak yang sederhana dan hidup di lingkungan berair |
Amoeba, Paramecium, ganggang tertentu |
| Fungi |
eukariotik, tidak berklorofil, menyerap makanan, dinding sel mengandung kitin |
jamur |
| Plantae |
eukariotik, multiseluler, berdinding sel, berklorofil, autotrof |
lumut, paku, tumbuhan berbiji |
| Animalia |
eukariotik, multiseluler, tidak berdinding sel, heterotrof |
spons, serangga, ikan, burung, mamalia |
H. Plantae dan Animalia
Pada kelas VII, kamu perlu mampu membedakan ciri dasar tumbuhan dan hewan. Tumbuhan umumnya dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis, memiliki kloroplas, memiliki dinding sel, dan berperan sebagai produsen. Hewan tidak memiliki dinding sel, tidak membuat makanan sendiri, dan memperoleh energi dari organisme lain.

Gambar 8. Plantae dan Animalia dapat dibedakan dari cara memperoleh makanan, struktur sel, dan ciri tubuh yang mudah diamati.
| Ciri |
Plantae |
Animalia |
| Cara memperoleh makanan |
autotrof, umumnya fotosintesis |
heterotrof |
| Dinding sel |
ada |
tidak ada |
| Kloroplas |
ada pada bagian hijau |
tidak ada |
| Susunan tubuh |
multiseluler, memiliki organ seperti akar, batang, daun |
multiseluler, struktur tubuh sangat beragam |
| Contoh |
lumut, paku, padi, mangga |
spons, cacing, serangga, ikan, burung, kucing |
Kelompok Tumbuhan
Tumbuhan dapat dikelompokkan berdasarkan cara berkembang biak dan ciri tubuhnya:
- lumut: berkembang biak dengan spora, belum memiliki akar, batang, dan daun sejati;
- paku: berkembang biak dengan spora dan memiliki daun muda yang menggulung;
- Gymnospermae: tumbuhan berbiji terbuka, misalnya pinus;
- Angiospermae: tumbuhan berbiji tertutup dan berbunga.
Angiospermae dapat dibedakan menjadi monokotil dan dikotil. Monokotil umumnya memiliki satu keping biji dan tulang daun sejajar. Dikotil umumnya memiliki dua keping biji dan tulang daun menyirip atau menjari.
Kelompok Hewan
Animalia memiliki banyak kelompok. Beberapa contoh filum hewan:
| Filum |
Ciri singkat |
Contoh |
| Porifera |
tubuh berpori, banyak yang hidup menempel |
spons |
| Cnidaria atau Coelenterata |
tubuh lunak, memiliki sel penyengat |
ubur-ubur, anemon laut |
| Platyhelminthes |
cacing pipih |
planaria |
| Nematoda |
cacing gilig, tubuh tidak bersegmen |
cacing perut |
| Annelida |
tubuh bersegmen |
cacing tanah |
| Mollusca |
tubuh lunak |
siput, kerang, cumi |
| Arthropoda |
kaki beruas-ruas |
serangga, udang, laba-laba |
| Echinodermata |
kulit berduri, hidup di laut |
bintang laut |
| Chordata |
memiliki tali saraf punggung; sebagian bertulang belakang |
ikan, katak, burung, mamalia |
I. Proyek Klasifikasi Sederhana
Klasifikasi akan lebih mudah dipahami jika kamu membuatnya sendiri. Pilih beberapa organisme yang dapat diamati langsung di lingkungan sekolah atau rumah. Amati cirinya, catat data, lalu buat kunci klasifikasi sederhana.

Gambar 9. Proyek klasifikasi sederhana melatih pengamatan, pemilihan ciri pembeda, penyusunan kunci, dan komunikasi hasil identifikasi.
Langkah kerja yang dapat kamu gunakan:
- pilih 4 sampai 6 organisme yang aman diamati;
- catat ciri yang mudah diamati, misalnya ada tidaknya bunga, bentuk daun, keberadaan tulang belakang, penutup tubuh, atau cara bergerak;
- pilih ciri yang jelas dan tidak membingungkan;
- susun pasangan pilihan berlawanan;
- uji kunci dengan organisme yang diamati;
- minta kelompok lain mencoba menggunakan kuncimu;
- perbaiki jika ada langkah yang ambigu.
J. Ringkasan
Makhluk hidup berbeda dari benda mati karena menunjukkan ciri kehidupan secara utuh. Makhluk hidup tersusun atas sel dan pada organisme multiseluler tersusun dalam tingkatan sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme. Karena makhluk hidup sangat beranekaragam, ilmuwan mengelompokkannya melalui klasifikasi. Kunci dikotomi dan kunci determinasi format tabel membantu identifikasi. Dalam taksonomi, organisme dikelompokkan dari tingkat kingdom sampai spesies. Sistem lima kingdom mengelompokkan organisme menjadi Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.