Kembali ke Kurikulum

Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Suhu, kalor, dan pemuaian: perbedaan suhu vs kalor, perpindahan kalor, konsep pemuaian, pertanyaan ilmiah, percobaan, pemanfaatan teknologi pemuaian sederhana.

Tujuan Pembelajaran (6)
  • IPA-D.PI12Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahannya terhadap perubahan suhu.
  • IPA-D.PI12.1Memetakan konsep suhu, kalor, beserta pemuaian di keseharian.
  • IPA-D.PI12.2Menggambarkan perbedaan suhu, kalor, beserta perpindahannya, serta konsep pemuaian sebagai konsekuensi fenomena suhu dan kalor.
  • IPA-D.PI12.3Memetakan pertanyaan yang bisa diteliti secara ilmiah lalu mendiskusikannya.
  • IPA-D.PI12.4Memakai alat bantu percobaan untuk memahami konsep pengukuran suhu, perpindahan kalor, beserta pemanfaatan teknologi pemuaian sederhana.
  • IPA-D.PI12.5Menyusun laporan ringkas atas aktivitas, percobaan, beserta proyek yang diberikan.

Suhu, Kalor, dan Pemuaian

Pernahkah kamu merasa sendok logam lebih panas daripada sendok kayu walaupun keduanya berada di tempat yang sama? Pernahkah kamu melihat rel kereta api diberi celah kecil, gelas kaca bisa retak saat diberi air sangat panas, atau balon udara dapat terbang karena udara panas? Peristiwa-peristiwa itu berkaitan dengan suhu, kalor, dan pemuaian.

Suhu menyatakan derajat panas atau dingin suatu benda. Kalor adalah energi panas yang berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Ketika benda menerima atau melepaskan kalor, suhu benda dapat berubah, partikel penyusunnya dapat bergerak lebih cepat atau lebih lambat, dan ukuran benda dapat memuai atau menyusut.

Siswa mengamati suhu, kalor, dan pemuaian

Gambar 1. Pengamatan suhu, kalor, dan pemuaian dapat dimulai dari termometer, air panas, bahan konduktor-isolator, dan balon udara sederhana.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu:

  1. menjelaskan suhu sebagai ukuran derajat panas suatu benda;
  2. menjelaskan alasan pengukuran suhu memerlukan termometer, bukan hanya indra peraba;
  3. membaca dan membandingkan skala suhu Celsius, Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin;
  4. membedakan suhu dan kalor;
  5. menjelaskan bahwa kalor berpindah dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah;
  6. menggunakan hubungan Q=mcΔTQ = m c \Delta T untuk menghitung kalor pada situasi sederhana;
  7. menjelaskan perbedaan konduksi, konveksi, dan radiasi;
  8. membedakan bahan konduktor dan isolator kalor dalam kehidupan sehari-hari;
  9. menjelaskan pemuaian pada zat padat, zat cair, dan gas;
  10. menghubungkan pemuaian dengan contoh teknologi sederhana, seperti bimetal, termometer, dan balon udara;
  11. menyusun pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah;
  12. menulis laporan ringkas berdasarkan pengamatan, data, dan kesimpulan percobaan.

Pertanyaan Pemantik

  1. Mengapa punggung tangan tidak cukup akurat untuk mengukur suhu tubuh?
  2. Mengapa suhu 45C45^\circ\mathrm{C} tidak sama angkanya jika dinyatakan dalam skala Fahrenheit?
  3. Mengapa air dan aspal dapat terasa berbeda panasnya walaupun sama-sama terkena sinar Matahari?
  4. Mengapa panas dapat berpindah melalui sendok logam, aliran air, dan sinar Matahari?
  5. Mengapa jembatan, rel kereta, dan kaca jendela perlu memperhitungkan pemuaian?

Gambaran Kegiatan

Kamu akan belajar melalui pengamatan sederhana, pembacaan skala termometer, perhitungan kalor, diskusi contoh perpindahan kalor, dan pemodelan pemuaian. Kegiatan utama meliputi mengenali suhu bagian tubuh, memahami skala termometer, menganalisis perpindahan kalor pada percobaan sederhana, membuat model bimetal, serta menghubungkan pemuaian gas dengan balon udara.