Suhu, Kalor, dan Pemuaian
Konsep suhu dan skala pengukuran (Celsius, Fahrenheit, Kelvin), kalor sebagai energi, perubahan wujud akibat kalor, dan pemuaian pada zat padat, cair, gas.
Tujuan Pembelajaran (1)
- I3Mengidentifikasi suhu, kalor, dan pemuaian di dalam kehidupan sehari-hari.
- Mendeskripsikan perbedaan suhu, kalor, dan perpindahannya serta konsep pemuaian sebagai konsekuensi fenomena suhu dan kalor di dalam kehidupan.
- Mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah kemudian mendiskusikannya.
- Menggunakan alat bantu percobaan untuk memahami konsep pengukuran suhu, penjalaran kalor, dan pemanfaatan teknologi pemuaian sederhana.
- Menyusun laporan singkat atas aktivitas dan percobaan serta proyek yang diberikan.
Perbandingan Cairan Termometer — Air Raksa vs Air vs Minyak
Mengapa termometer cairan biasanya pakai air raksa, bukan air atau minyak? Geser suhu dari -20°C sampai 160°C lalu bandingkan tiga cairan: air raksa, air, dan minyak. Tiap cairan punya rentang kerja, keteraturan pemuaian, perilaku terhadap kaca, dan visibilitas yang berbeda. Saat suhu ekstrem (di bawah titik beku atau di atas titik didih), kolom cairan ditampilkan membeku/menguap. Sistem skor 0-100 menghitung kecocokan cairan untuk suhu yang dipilih, dan otomatis menunjuk cairan paling cocok di header.
Cara Kerja Termometer — Pemuaian Cairan
Simulasi termometer cairan: geser suhu lingkungan dan amati cairan memuai (kolom naik) atau menyusut (kolom turun). Tampilkan model partikel mikroskopis: makin panas, partikel makin cepat. Toggle 'jeda respons' untuk melihat termometer butuh waktu mencapai keseimbangan. Konversi pembacaan ke °C, °F, atau K. Mode kalibrasi menjelaskan bagaimana skala Celsius dibuat dari titik tetap bawah (0°C, es mencair) dan titik tetap atas (100°C, air mendidih).