Zat dan Perubahannya
1. Apa Itu Zat?
Zat adalah materi yang memiliki massa dan menempati ruang. Massa menunjukkan banyaknya materi pada suatu benda, sedangkan ruang yang ditempati benda disebut volume. Air dalam gelas, udara dalam balon, batu, kayu, dan minyak semuanya termasuk zat karena memiliki massa dan menempati ruang.
Zat dapat dipelajari melalui hal yang bisa kita amati, misalnya bentuk, warna, bau, kemampuan mengalir, kemampuan ditekan, massa, volume, dan perubahan yang dialami. Dalam IPA SMP, pengamatan tersebut dihubungkan dengan model partikel, yaitu cara sederhana untuk membayangkan bagian-bagian sangat kecil penyusun zat.

Gambar 1. Peta konsep bab: wujud zat, perubahan wujud, perubahan fisika-kimia, dan kerapatan zat.
2. Wujud Zat dan Model Partikel
Zat dapat berwujud padat, cair, atau gas. Perbedaan wujud tersebut dapat dijelaskan dengan susunan dan gerak partikel.

Gambar 2. Model partikel membantu menjelaskan mengapa zat padat, cair, dan gas memiliki sifat berbeda.
| Wujud zat |
Sifat yang terlihat |
Penjelasan model partikel |
| Padat |
Bentuk tetap dan volume tetap |
Partikel sangat rapat, tersusun lebih teratur, dan hanya bergetar di tempat. |
| Cair |
Bentuk mengikuti wadah, volume tetap |
Partikel masih berdekatan, tetapi dapat bergeser sehingga zat cair dapat mengalir. |
| Gas |
Bentuk dan volume mengikuti wadah |
Partikel berjauhan, bergerak bebas, dan mudah dimampatkan. |
Contoh: udara dalam alat suntik lebih mudah ditekan daripada air karena partikel gas berjauhan. Ketika piston ditekan, jarak antarpartikel gas dapat diperkecil. Pada zat cair, partikel sudah cukup rapat sehingga lebih sulit dimampatkan.

Gambar 3. Sifat bentuk, volume, kemampuan mengalir, dan kemampuan ditekan berbeda pada setiap wujud zat.
3. Difusi: Partikel Selalu Bergerak
Partikel penyusun zat tidak diam. Pada gas dan zat cair, gerak partikel dapat membuat zat menyebar dari daerah yang lebih pekat ke daerah yang kurang pekat. Peristiwa ini disebut difusi.
Contoh difusi dalam kehidupan sehari-hari:
- aroma parfum menyebar di dalam ruangan;
- bau makanan dari dapur dapat tercium di ruangan lain;
- tetes pewarna makanan menyebar perlahan di dalam air.
Difusi biasanya lebih cepat terjadi pada gas daripada pada zat cair karena partikel gas bergerak lebih bebas dan jaraknya lebih renggang.
4. Perubahan Wujud Zat
Perubahan wujud adalah perubahan dari satu wujud zat ke wujud lainnya. Perubahan ini terjadi karena zat menerima atau melepaskan energi panas. Pada perubahan wujud, jenis zatnya tetap sama. Air yang membeku menjadi es tetap tersusun dari zat yang sama, yaitu air.

Gambar 4. Perubahan wujud dapat terjadi ketika zat menerima panas atau melepaskan panas.
| Perubahan wujud |
Arah perubahan |
Contoh |
| Mencair/meleleh |
Padat menjadi cair |
Es batu menjadi air. |
| Membeku |
Cair menjadi padat |
Air menjadi es di freezer. |
| Menguap |
Cair menjadi gas |
Air pada pakaian basah menguap saat dijemur. |
| Mengembun |
Gas menjadi cair |
Uap air menjadi titik air pada tutup panci. |
| Menyublim |
Padat menjadi gas |
Kapur barus lama-kelamaan mengecil. |
| Mengkristal/deposisi |
Gas menjadi padat |
Uap tertentu membentuk kristal pada permukaan dingin. |
Ketika zat dipanaskan, partikel bergerak lebih cepat. Jika energi yang diterima cukup, susunan partikel dapat berubah sehingga wujud zat berubah. Sebaliknya, ketika zat didinginkan, partikel kehilangan energi, geraknya melambat, dan susunannya dapat menjadi lebih rapat.
5. Perubahan Wujud dalam Siklus Air
Siklus air adalah contoh penting perubahan wujud di alam. Air laut, sungai, dan danau menguap karena panas matahari. Uap air naik, mendingin, lalu mengembun membentuk awan. Tetes air di awan bergabung dan jatuh sebagai hujan.

Gambar 5. Siklus air melibatkan penguapan, pengembunan, dan turunnya hujan.
Dalam siklus air, penguapan dan pengembunan merupakan perubahan wujud. Hujan atau presipitasi bukan perubahan wujud, melainkan perpindahan air dari awan menuju permukaan Bumi.
6. Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru. Zat sebelum dan sesudah perubahan masih sama, meskipun bentuk, ukuran, atau wujudnya berubah.
Contoh perubahan fisika:
- kertas disobek menjadi potongan kecil;
- es mencair menjadi air;
- air membeku menjadi es;
- gula larut dalam air;
- kayu dipotong menjadi bagian yang lebih kecil.
Perubahan wujud termasuk perubahan fisika karena zatnya tetap sama. Es, air, dan uap air adalah wujud berbeda dari zat yang sama.
7. Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda dari zat awalnya. Perubahan kimia sering sulit atau tidak dapat dikembalikan seperti semula.

Gambar 6. Perubahan fisika tidak menghasilkan zat baru, sedangkan perubahan kimia menghasilkan zat baru.
Contoh perubahan kimia:
- kertas dibakar menjadi abu dan gas;
- besi berkarat;
- beras dimasak menjadi nasi;
- adonan kue dipanggang menjadi kue;
- korek api menyala.
Perhatikan perbedaan utamanya. Jika hanya bentuk atau wujud yang berubah, biasanya itu perubahan fisika. Jika zat baru terbentuk, itu perubahan kimia.
8. Tanda-Tanda Reaksi Kimia
Perubahan kimia terjadi melalui reaksi kimia. Dalam pengamatan sederhana, reaksi kimia dapat dikenali dari beberapa tanda. Tanda-tanda ini harus dilihat bersama konteksnya, karena satu tanda saja belum selalu cukup untuk memastikan reaksi kimia.

Gambar 7. Beberapa tanda reaksi kimia: perubahan warna, terbentuk gas, terbentuk endapan, dan perubahan energi.
| Tanda reaksi kimia |
Contoh pengamatan |
| Perubahan warna |
Cairan bening berubah menjadi kuning setelah dicampur. |
| Terbentuk gas |
Gelembung gas muncul dari campuran zat. |
| Terbentuk endapan |
Larutan menjadi keruh lalu muncul padatan di dasar wadah. |
| Perubahan energi |
Muncul panas, cahaya, atau bunyi. |
Persamaan reaksi sederhana dapat ditulis dengan kata:
pereaksi→produk
Contoh:
tepung+telur+gula+mentega→kue
9. Kerapatan atau Massa Jenis
Kerapatan zat dalam IPA dinyatakan dengan massa jenis. Massa jenis menunjukkan massa setiap satuan volume. Jika dua benda memiliki volume sama, benda yang massanya lebih besar memiliki massa jenis lebih besar.
Rumus massa jenis:
ρ=Vm
dengan:
| Simbol |
Arti |
Contoh satuan |
| ρ |
massa jenis |
g/cm3 atau kg/m3 |
| m |
massa |
g atau kg |
| V |
volume |
cm3 atau m3 |

Gambar 8. Massa jenis balok dapat dihitung dari massa dan volume balok.
Contoh:
Sebuah balok memiliki massa 120 g, panjang 6 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 5 cm. Volumenya:
V=6 cm×4 cm×5 cm=120 cm3
Massa jenisnya:
ρ=120 cm3120 g=1 g/cm3
10. Mengukur Volume Benda Tidak Beraturan
Volume benda berbentuk balok atau kubus dapat dihitung dengan rumus geometri. Namun, benda seperti batu atau logam tak beraturan lebih mudah diukur dengan metode perpindahan air.

Gambar 9. Volume benda tidak beraturan dapat ditentukan dari kenaikan volume air atau volume air yang berpindah.
Jika batu dimasukkan ke gelas ukur, volume air naik. Selisih volume akhir dan volume awal sama dengan volume batu.
Vbenda=Vakhir−Vawal
Contoh:
Vbenda=80 mL−55 mL=25 mL
Karena 1 mL=1 cm3, maka:
25 mL=25 cm3
11. Mengapung, Melayang, dan Tenggelam
Benda dapat mengapung, melayang, atau tenggelam dalam cairan bergantung pada perbandingan massa jenis benda dan massa jenis cairan.

Gambar 10. Posisi benda dalam cairan ditentukan oleh perbandingan massa jenis benda dan cairan.
| Perbandingan massa jenis |
Keadaan benda |
| ρbenda<ρcairan |
Benda mengapung. |
| ρbenda=ρcairan |
Benda melayang. |
| ρbenda>ρcairan |
Benda tenggelam. |
Contoh: es dapat mengapung di air karena massa jenis es lebih kecil daripada massa jenis air. Benda logam umumnya tenggelam dalam air karena massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis air. Namun, kapal logam dapat mengapung karena bentuk kapal membuat volume keseluruhannya besar sehingga massa jenis rata-rata kapal lebih kecil daripada massa jenis air.
12. Lapisan Cairan Berbeda Massa Jenis
Cairan yang tidak mudah bercampur dapat membentuk lapisan. Cairan dengan massa jenis lebih besar berada di bawah, sedangkan cairan dengan massa jenis lebih kecil berada di atas.

Gambar 11. Cairan yang lebih rapat berada di bawah, sedangkan cairan yang kurang rapat berada di atas.
Contoh urutan lapisan dari bawah ke atas dapat berupa madu, sirup, air berwarna, minyak, lalu spiritus. Urutan sebenarnya bergantung pada jenis cairan dan massa jenisnya.
13. Rangkuman
- Zat adalah materi yang memiliki massa dan menempati ruang.
- Zat padat, cair, dan gas memiliki sifat berbeda karena susunan dan gerak partikelnya berbeda.
- Perubahan wujud terjadi karena zat menerima atau melepaskan panas.
- Perubahan fisika tidak menghasilkan zat baru.
- Perubahan kimia menghasilkan zat baru.
- Massa jenis dirumuskan sebagai ρ=Vm.
- Perbandingan massa jenis menentukan apakah benda mengapung, melayang, atau tenggelam.