Teori: Usaha, Energi, dan Pesawat Sederhana
Dalam fisika, kata "usaha" tidak selalu sama dengan usaha dalam percakapan sehari-hari. Seseorang dapat merasa sangat lelah saat mendorong tembok, tetapi jika tembok tidak berpindah, usaha fisikanya bernilai nol. Sebaliknya, ketika gaya membuat benda berpindah, energi dapat berpindah atau berubah bentuk.
A. Usaha dan Perpindahan
Usaha terjadi ketika gaya menyebabkan benda berpindah searah atau memiliki komponen searah perpindahan. Besar usaha bergantung pada gaya dan perpindahan benda.

Secara sederhana:
Keterangan:
- W adalah usaha dengan satuan joule, J.
- F adalah gaya dengan satuan newton, N.
- s adalah perpindahan dengan satuan meter, m.
Contoh: sebuah gerobak didorong dengan gaya 50 N hingga berpindah 4 m. Usaha yang dilakukan adalah:
W=50 N×4 m=200 J
Jika gaya sudah diberikan tetapi benda tidak berpindah, maka s=0 m dan usaha bernilai:
W=F⋅0=0 J
Itulah sebabnya mendorong benda yang tidak bergerak belum dihitung sebagai usaha dalam pengertian fisika.
B. Daya
Daya menunjukkan seberapa cepat usaha dilakukan atau seberapa cepat energi digunakan. Dua orang dapat melakukan usaha yang sama, tetapi orang yang menyelesaikannya lebih cepat memiliki daya lebih besar.

Rumus daya:
Keterangan:
- P adalah daya dengan satuan watt, W.
- W adalah usaha atau energi dengan satuan joule, J.
- t adalah waktu dengan satuan sekon, s.
Contoh: usaha 300 J dilakukan selama 10 s. Dayanya:
P=10 s300 J=30 W
Jika usaha yang sama dilakukan dalam waktu 5 s, dayanya menjadi:
P=5 s300 J=60 W
Jadi, waktu yang lebih singkat membuat daya lebih besar jika usaha yang dilakukan sama.
C. Kegiatan yang Termasuk Usaha
Untuk menentukan apakah suatu kegiatan termasuk usaha, periksa dua hal: ada gaya dan ada perpindahan. Jika salah satu tidak ada, usaha fisika tidak terjadi.

Contoh yang termasuk usaha:
- Mendorong meja hingga bergeser.
- Mengangkat ember dari lantai ke meja.
- Menarik gerobak sampai berpindah.
- Menaiki tangga sambil membawa tas.
Contoh yang bukan usaha dalam pengertian fisika:
- Mendorong tembok yang tidak berpindah.
- Menahan benda diam pada posisi yang sama.
- Duduk sambil memegang buku tanpa memindahkannya.
Dalam kehidupan nyata, tubuh tetap dapat menggunakan energi saat menahan beban. Namun, usaha mekanik pada benda dihitung dari gaya yang menyebabkan perpindahan benda.
D. Energi dan Energi Kinetik
Energi adalah kemampuan melakukan usaha. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik. Makin besar massa benda dan makin besar kecepatannya, makin besar energi kinetiknya.

Rumus energi kinetik:
Ek=21mv2
Keterangan:
- Ek adalah energi kinetik dengan satuan J.
- m adalah massa dengan satuan kilogram, kg.
- v adalah kecepatan dengan satuan m/s.
Contoh: benda bermassa 10 kg bergerak dengan kecepatan 2 m/s. Energi kinetiknya:
Ek=21×10 kg×(2 m/s)2=20 J
Kecepatan berpengaruh kuat karena dikuadratkan. Jika kecepatan menjadi dua kali, energi kinetik menjadi empat kali, selama massanya tetap.
E. Energi Potensial
Benda yang berada pada ketinggian memiliki energi potensial gravitasi. Energi ini bergantung pada massa benda, percepatan gravitasi, dan ketinggian dari acuan.

Rumus energi potensial gravitasi:
Keterangan:
- Ep adalah energi potensial dengan satuan J.
- m adalah massa dengan satuan kg.
- g adalah percepatan gravitasi, sekitar 9,8 m/s2 atau sering dibulatkan menjadi 10 m/s2.
- h adalah ketinggian dengan satuan m.
Contoh: benda bermassa 2 kg berada pada ketinggian 3 m, dengan g=10 m/s2. Energi potensialnya:
Ep=2 kg×10 m/s2×3 m=60 J
Semakin tinggi posisi benda, semakin besar energi potensialnya. Saat benda jatuh, energi potensial dapat berubah menjadi energi kinetik.
F. Energi Mekanik dan Kekekalan Energi
Energi mekanik adalah jumlah energi kinetik dan energi potensial.

Rumus energi mekanik:
Em=Ek+Ep
Pada lintasan roller coaster sederhana, bola di titik tinggi memiliki energi potensial besar. Saat bola turun, energi potensial berkurang dan energi kinetik bertambah. Saat bola naik lagi, sebagian energi kinetik berubah kembali menjadi energi potensial.
Dalam model ideal tanpa gesekan, energi mekanik total tetap. Dalam keadaan nyata, sebagian energi berubah menjadi panas dan bunyi karena gesekan, sehingga gerak dapat makin lambat.
G. Air sebagai Sumber Energi
Air yang berada di tempat tinggi menyimpan energi potensial. Ketika air mengalir turun, energi potensial berubah menjadi energi kinetik. Aliran air dapat memutar kincir atau turbin, lalu gerak putar dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Rantai perubahan energi pada PLTA dapat diringkas sebagai:
Ep air→Ek aliran air→Em turbin→E listrik
Contoh ini menunjukkan bahwa energi tidak hilang begitu saja. Energi berubah bentuk sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia.
H. Pesawat Sederhana dan Keuntungan Mekanis
Pesawat sederhana adalah alat yang membantu mempermudah pekerjaan. Alat ini dapat memperbesar gaya, mengubah arah gaya, atau memperpanjang lintasan agar gaya yang diperlukan menjadi lebih kecil.

Keuntungan mekanis menyatakan perbandingan gaya keluaran terhadap gaya masukan:
KM=gaya masukangaya keluaran
Jika KM besar, alat membantu memperkecil gaya masukan yang diperlukan. Namun, bukan berarti energi menjadi gratis. Biasanya gaya yang lebih kecil dibayar dengan jarak tarikan atau lintasan yang lebih panjang.
I. Katrol
Katrol adalah roda beralur yang dilalui tali. Katrol dapat mengubah arah gaya dan pada susunan tertentu dapat mengurangi gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban.

Jenis katrol:
- Katrol tetap memiliki poros yang tidak berpindah. Katrol ini terutama mengubah arah gaya. Keuntungan mekanis idealnya KM=1.
- Katrol bebas bergerak bersama beban. Gaya kuasa idealnya dapat menjadi sekitar setengah berat beban, sehingga KM=2.
- Katrol majemuk menggabungkan katrol tetap dan bebas. Keuntungan mekanis idealnya dapat diperkirakan dari jumlah tali penopang beban.
Contoh: jika katrol majemuk memiliki 4 tali penopang dan gaya kuasa 8 N, beban ideal yang dapat ditopang:
Fbeban=KM×Fkuasa=4×8 N=32 N
J. Roda dan Poros
Roda dan poros bekerja bersama. Roda yang lebih besar diputar untuk menggerakkan poros yang lebih kecil, atau sebaliknya. Prinsip ini digunakan pada roda kendaraan, gagang pintu, setir, dan alat pemutar.

Keuntungan mekanis ideal roda dan poros dapat ditulis:
KM=rporosrroda
Jika jari-jari roda 20 cm dan jari-jari poros 5 cm, maka:
KM=5 cm20 cm=4
Roda juga dapat memperkecil gesekan saat benda dipindahkan. Itulah sebabnya gerobak beroda lebih mudah dipindahkan daripada kotak yang digeser langsung di lantai.
K. Bidang Miring
Bidang miring adalah permukaan yang dibuat miring untuk memindahkan beban ke ketinggian tertentu. Gaya yang diperlukan menjadi lebih kecil, tetapi lintasan menjadi lebih panjang.

Keuntungan mekanis ideal bidang miring:
KM=hl
Keterangan:
- l adalah panjang bidang miring.
- h adalah tinggi bidang miring.
Contoh: papan sepanjang 5 m digunakan untuk menaikkan beban ke bak setinggi 1 m. Keuntungan mekanis idealnya:
KM=1 m5 m=5
Bidang miring ada pada tangga, jalan menanjak berkelok, sekrup, pisau, kapak, dan ramp kursi roda. Semakin landai bidang miring, gaya yang diperlukan makin kecil, tetapi jarak tempuh makin panjang.
L. Pengungkit
Pengungkit atau tuas adalah batang kaku yang berputar pada titik tumpu. Bagian penting pengungkit adalah titik tumpu, titik beban, dan titik kuasa.

Jenis pengungkit:
- Jenis pertama: titik tumpu berada di antara beban dan kuasa, misalnya jungkat-jungkit, gunting, dan linggis.
- Jenis kedua: beban berada di antara titik tumpu dan kuasa, misalnya pembuka botol dan gerobak dorong.
- Jenis ketiga: kuasa berada di antara titik tumpu dan beban, misalnya pinset dan lengan manusia saat mengangkat benda.
Keuntungan mekanis pengungkit dipengaruhi oleh perbandingan lengan kuasa dan lengan beban:
KM=lbebanlkuasa
Jika lengan kuasa lebih panjang daripada lengan beban, gaya yang diperlukan dapat menjadi lebih kecil.
M. Tuas pada Tubuh Manusia
Sistem gerak manusia juga memanfaatkan prinsip tuas. Tulang berperan seperti batang, sendi menjadi titik tumpu, otot memberi gaya kuasa, dan bagian tubuh atau benda yang diangkat menjadi beban.

Contoh:
- Kepala yang ditopang leher dapat dipandang sebagai tuas jenis pertama.
- Kaki saat berjinjit dapat dipandang sebagai tuas jenis kedua.
- Lengan bawah saat mengangkat benda sering dipandang sebagai tuas jenis ketiga.
Prinsip tuas membantu kita memahami mengapa posisi beban, sendi, dan otot memengaruhi besar gaya yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, cara mengangkat beban yang benar penting untuk mengurangi risiko cedera.