Teori Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
1. Peta Konsep Bab
Bab ini memiliki tiga jalur besar. Pertama, kamu mengenali campuran dan komponen penyusunnya. Kedua, kamu membedakan jenis campuran seperti larutan, suspensi, dan koloid. Ketiga, kamu memilih metode pemisahan berdasarkan sifat fisik zat penyusunnya.

2. Campuran Ada di Sekitar Kita
Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat yang tidak membentuk zat baru. Zat penyusunnya masih mempertahankan sifat masing-masing dan dapat dipisahkan kembali dengan metode yang sesuai.

Contoh campuran dapat berupa:
- air gula, yaitu gula yang bercampur dengan air;
- air pasir, yaitu pasir yang bercampur dengan air;
- udara, yaitu campuran beberapa gas;
- sampah anorganik, yaitu campuran benda dengan bahan berbeda;
- tinta, susu, obat lambung cair, mayones, atau cat.
Saat suatu campuran terbentuk, zat penyusunnya tidak hilang. Gula yang larut dalam air tetap ada di dalam larutan, hanya tidak tampak sebagai kristal gula. Jika massa gula dan massa air ditimbang sebelum dicampur, massa campuran yang terbentuk merupakan jumlah massa keduanya.
3. Komponen Campuran
Untuk memilih metode pemisahan, kita perlu mengenali zat penyusun campuran. Pada larutan, zat yang jumlahnya lebih sedikit dan larut disebut zat terlarut, sedangkan zat yang melarutkan disebut pelarut.

Pada air gula, gula menjadi zat terlarut dan air menjadi pelarut. Pada air garam, garam menjadi zat terlarut dan air menjadi pelarut. Pada campuran minyak dan air, kedua zat tidak bercampur merata sehingga terlihat lebih dari satu fase. Fase adalah bagian campuran yang tampak seragam secara fisik.
Beberapa campuran tidak memakai istilah zat terlarut dan pelarut secara sederhana. Pada koloid, partikel yang tersebar disebut fase terdispersi, sedangkan zat yang menjadi tempat tersebarnya partikel disebut medium pendispersi.
4. Campuran Homogen dan Heterogen
Berdasarkan keseragaman zat penyusunnya, campuran dibedakan menjadi campuran homogen dan heterogen.

Campuran homogen tampak seragam sehingga zat penyusunnya tidak mudah dibedakan dengan mata. Contohnya air gula, air sirop, larutan garam, dan udara.
Campuran heterogen tidak tampak seragam sehingga bagian penyusunnya dapat dibedakan. Contohnya air pasir, minyak dan air, lumpur sungai, serta campuran sampah.
Pembagian ini membantu kita memperkirakan cara pemisahan. Campuran heterogen sering dapat dipisahkan dengan cara mekanis seperti dekantasi, pengayakan, atau filtrasi. Campuran homogen biasanya memerlukan metode berdasarkan sifat fisik seperti titik didih, penguapan, atau perbedaan kelarutan.
5. Larutan dan Konsentrasi
Larutan adalah campuran homogen yang terbentuk ketika zat terlarut tersebar merata di dalam pelarut. Larutan dapat berupa padat dalam cair, cair dalam cair, gas dalam cair, atau gas dalam gas.

Larutan dapat dibedakan menurut konsentrasinya:
- larutan encer, yaitu larutan dengan jumlah zat terlarut relatif sedikit;
- larutan pekat, yaitu larutan dengan jumlah zat terlarut lebih banyak;
- larutan jenuh, yaitu larutan ketika pelarut sudah tidak mampu melarutkan tambahan zat terlarut pada kondisi tertentu.
Konsentrasi secara sederhana menunjukkan banyaknya zat terlarut dalam sejumlah larutan. Pada jenjang ini, kamu tidak perlu menghitung konsentrasi secara rumit. Yang penting adalah memahami bahwa makin banyak zat terlarut dalam volume pelarut yang sama, larutan menjadi makin pekat.
6. Larutan, Suspensi, dan Koloid
Campuran juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran partikel dan perilakunya saat didiamkan.

Larutan memiliki partikel sangat kecil dan tersebar merata. Contohnya air gula dan air garam. Larutan tidak mudah disaring dengan kertas saring biasa karena partikel zat terlarutnya ikut melewati pori-pori kertas.
Suspensi memiliki partikel lebih besar. Campuran air dan pasir adalah contoh suspensi. Jika didiamkan, pasir akan mengendap di dasar wadah. Suspensi dapat dipisahkan dengan dekantasi atau filtrasi.
Koloid berada di antara larutan dan suspensi. Susu, tinta, kabut, busa sabun, dan mayones dapat menjadi contoh koloid. Koloid tampak cukup merata, tetapi partikelnya lebih besar daripada partikel dalam larutan.
7. Luas Permukaan dan Kelarutan
Kecepatan pelarutan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran partikel, suhu, dan pengadukan. Gula serbuk biasanya lebih cepat larut daripada gula berbentuk kubus karena luas permukaan yang bersentuhan dengan air lebih besar.

Air hangat juga dapat mempercepat pelarutan beberapa zat karena partikel bergerak lebih cepat. Pengadukan membantu zat terlarut bertemu dengan pelarut secara lebih merata. Faktor-faktor ini penting saat membuat minuman, melarutkan garam, atau merancang percobaan campuran.
8. Prinsip Memilih Metode Pemisahan
Pemisahan campuran dilakukan dengan memanfaatkan perbedaan sifat fisik zat penyusunnya. Sifat fisik yang sering dipakai antara lain:
- ukuran partikel;
- massa jenis atau kecenderungan mengendap;
- kelarutan;
- titik didih;
- kemampuan menguap atau menyublim;
- sifat magnetik;
- kecepatan rambat pada media tertentu.
Karena itu, tidak ada satu metode yang cocok untuk semua campuran. Air pasir, air garam, tinta, pasir besi, dan minyak atsiri membutuhkan cara pemisahan yang berbeda.
9. Dekantasi
Dekantasi adalah pemisahan campuran dengan membiarkan zat padat mengendap, lalu menuangkan cairan di atas endapan secara hati-hati.

Dekantasi cocok untuk suspensi yang partikelnya cukup besar dan mudah mengendap, misalnya air bercampur pasir kasar. Metode ini sederhana, tetapi hasilnya tidak selalu sebersih filtrasi karena sebagian partikel halus masih dapat ikut tertuang.
10. Pengayakan dan Filtrasi
Pengayakan dan filtrasi sama-sama memanfaatkan perbedaan ukuran partikel. Perbedaannya terletak pada ukuran partikel dan alat penyaringnya.

Pengayakan digunakan untuk memisahkan partikel padat dengan ukuran berbeda, misalnya pasir halus dari kerikil. Lubang ayakan menentukan partikel mana yang lolos.
Filtrasi atau penyaringan digunakan untuk memisahkan partikel padat yang tidak larut dari cairan atau gas. Alat penyaring dapat berupa kertas saring, kain, kapas, pasir, ijuk, atau bahan berpori lain.
11. Filtrasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Filtrasi banyak digunakan di rumah. Saat membuat kopi tubruk, ampas kopi dapat dipisahkan dengan saringan. Teh celup juga bekerja karena kantong teh menahan daun teh, tetapi air dan zat berwarna dari teh dapat keluar melalui pori-porinya.

Dalam penjernihan air sederhana, lapisan kerikil, pasir, arang, dan kapas dapat membantu menahan partikel. Namun, air yang tampak jernih belum tentu aman diminum. Air minum tetap perlu memenuhi syarat kesehatan, misalnya melalui perebusan atau pengolahan sesuai standar.
12. Sentrifugasi
Sentrifugasi memisahkan campuran dengan memutar campuran sangat cepat. Partikel yang lebih berat terdorong ke bagian luar atau bawah tabung, sedangkan bagian yang lebih ringan berada di lapisan lain.

Contoh sentrifugasi:
- mesin cuci memutar pakaian basah agar air keluar dari kain;
- laboratorium medis memisahkan plasma darah dari sel darah;
- industri pangan dapat memisahkan komponen tertentu dari susu.
Metode ini cocok jika partikel sulit dipisahkan hanya dengan didiamkan, tetapi dapat terpisah lebih cepat saat diputar.
13. Pemisahan Magnetis
Pemisahan magnetis digunakan jika salah satu komponen campuran tertarik magnet. Contohnya memisahkan serbuk besi dari pasir atau memilah benda logam tertentu dari sampah.

Pada percobaan sederhana, magnet dapat dimasukkan ke dalam plastik agar serbuk besi yang menempel mudah dilepas. Setelah magnet diangkat, plastik dibalik atau dilepas sehingga serbuk besi jatuh ke wadah lain.
Metode ini tidak cocok untuk semua logam. Aluminium dan tembaga, misalnya, tidak tertarik kuat oleh magnet biasa.
14. Evaporasi dan Kristalisasi
Evaporasi adalah pemisahan dengan cara menguapkan pelarut. Jika larutan garam dipanaskan atau dibiarkan terkena panas matahari, air menguap dan garam tertinggal.

Kristalisasi adalah pembentukan kristal zat terlarut dari larutan. Pembuatan garam dari air laut memanfaatkan evaporasi dan kristalisasi. Air laut menguap, lalu garam membentuk kristal yang dapat dikumpulkan.
Metode ini cocok jika zat terlarut tidak mudah menguap dan yang ingin diperoleh adalah zat padat terlarutnya, misalnya garam dari air laut.
15. Sublimasi
Sublimasi adalah perubahan zat padat langsung menjadi gas tanpa melalui wujud cair. Pemisahan dengan sublimasi dapat digunakan jika salah satu komponen campuran mudah menyublim, sedangkan komponen lain tidak.

Contoh yang sering dipakai dalam pembelajaran adalah pemisahan kapur barus atau iodin dari pengotornya. Saat dipanaskan hati-hati, zat yang menyublim berubah menjadi gas, lalu dapat mengkristal kembali pada permukaan yang lebih dingin.
Kegiatan sublimasi harus dilakukan dengan pengawasan guru karena melibatkan pemanasan dan uap zat.
16. Distilasi atau Penyulingan
Distilasi memisahkan campuran berdasarkan perbedaan titik didih. Campuran dipanaskan sehingga komponen yang lebih mudah menguap menjadi uap. Uap kemudian didinginkan sehingga kembali menjadi cairan.

Pada distilasi, cairan hasil pendinginan uap disebut distilat, sedangkan zat yang tertinggal di wadah awal disebut residu. Distilasi dapat digunakan untuk memperoleh air suling dari air yang mengandung zat terlarut atau untuk mengambil minyak atsiri dari bahan alam tertentu.
Distilasi berbeda dari evaporasi. Pada evaporasi, pelarut dibiarkan menguap dan biasanya tidak dikumpulkan kembali. Pada distilasi, uap pelarut atau komponen volatil ditangkap kembali menjadi cairan.
17. Kromatografi
Kromatografi memisahkan zat berdasarkan perbedaan kecepatan rambat partikel pada media tertentu. Percobaan sederhana dapat dilakukan dengan tinta pada kertas saring dan sedikit air.

Saat air merambat naik pada kertas, warna-warna penyusun tinta ikut bergerak. Warna yang lebih mudah terbawa pelarut akan bergerak lebih jauh, sedangkan warna lain bergerak lebih pendek. Hasilnya, tinta yang tampak satu warna dapat terpisah menjadi beberapa warna.
Kromatografi digunakan dalam berbagai bidang, misalnya analisis zat warna makanan, pemeriksaan sampel, dan pemisahan campuran kimia.
18. Memilih Metode untuk Kasus Tertentu
Cara terbaik memilih metode pemisahan adalah mengamati sifat campurannya terlebih dahulu.

Beberapa contoh pemilihan metode:
- air dan pasir: dekantasi atau filtrasi;
- pasir dan kerikil: pengayakan;
- pasir dan serbuk besi: pemisahan magnetis;
- garam dari air laut: evaporasi dan kristalisasi;
- air murni dari air garam: distilasi;
- tinta warna: kromatografi;
- partikel dalam sampel darah: sentrifugasi;
- zat padat mudah menyublim dari pengotornya: sublimasi.
Jika tujuan berubah, metode yang dipilih juga bisa berubah. Untuk memperoleh garam dari air garam, evaporasi cocok. Namun untuk memperoleh air murni dari air garam, distilasi lebih sesuai.
19. Projek Akhir Bab: Merancang Pemisahan Campuran
Pada akhir bab, kamu dapat merancang solusi pemisahan campuran untuk masalah sekitar. Contohnya penjernihan air keruh, pemilahan sampah anorganik, pemisahan pasir dan batu kecil, atau rancangan sederhana untuk memperoleh garam dari air asin.

Langkah berpikir proyek:
- tentukan masalah campuran yang ingin diselesaikan;
- identifikasi zat penyusun dan sifat fisiknya;
- pilih metode pemisahan yang sesuai;
- rancang alat atau prosedur sederhana;
- uji hasilnya dan catat perubahan yang terjadi;
- jelaskan kelebihan, keterbatasan, dan perbaikan rancangan.
Proyek yang baik tidak harus rumit. Yang terpenting adalah alasan pemilihan metode jelas dan sesuai dengan sifat campuran yang dipisahkan.