Teori: Sistem Pencernaan dan Peredaran Darah
Tubuh makhluk hidup tersusun bertingkat. Sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, organ bekerja bersama sebagai sistem organ, dan beberapa sistem organ membentuk organisme. Pada manusia, sistem pencernaan dan sistem peredaran darah bekerja sangat dekat. Sistem pencernaan menyediakan nutrisi, sedangkan sistem peredaran darah mengantarkan nutrisi itu ke seluruh tubuh.
A. Organisasi Tubuh Makhluk Hidup
Sel adalah unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi sejenis membentuk jaringan. Beberapa jaringan menyusun organ, misalnya lambung atau jantung. Organ-organ yang bekerja bersama membentuk sistem organ.

Contoh hubungan antarbagian:
- Sel otot membentuk jaringan otot.
- Jaringan otot, saraf, dan epitel menyusun organ lambung.
- Mulut, kerongkongan, lambung, usus, hati, dan pankreas bekerja sebagai sistem pencernaan.
- Jantung, pembuluh darah, dan darah bekerja sebagai sistem peredaran darah.
Jika satu organ terganggu, sistem organ dapat ikut terganggu. Karena itu, memahami struktur tubuh membantu kita memahami cara menjaga kesehatan.
B. Makanan, Energi, dan Nutrien
Tubuh membutuhkan makanan sebagai sumber energi dan bahan penyusun tubuh. Energi dari makanan sering dinyatakan dalam kalori. Kebutuhan energi setiap orang berbeda, bergantung pada usia, aktivitas, ukuran tubuh, dan kondisi kesehatan. Remaja aktif dapat membutuhkan sekitar 2.000-2.500 kalori/hari, tetapi angka ini bukan patokan tunggal untuk semua orang.

Nutrien utama dalam makanan meliputi:
- Karbohidrat sebagai sumber energi utama, misalnya nasi, jagung, ubi, dan roti.
- Protein untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, misalnya telur, ikan, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
- Lemak sebagai cadangan energi, pelindung organ, dan penyusun membran sel.
- Vitamin dan mineral untuk membantu kerja sistem tubuh, walaupun tidak menghasilkan energi.
- Air sebagai pelarut, pengatur suhu tubuh, dan pengangkut zat.
Menu yang baik tidak hanya "mengenyangkan". Menu yang baik memenuhi kebutuhan energi, mengandung ragam nutrien, dan tidak berlebihan pada gula, garam, atau lemak jenuh.
C. Membaca Informasi Nilai Gizi
Makanan kemasan biasanya memuat informasi nilai gizi. Informasi ini dapat membantu kita membandingkan dua makanan dengan lebih objektif. Data yang perlu diperhatikan antara lain takaran saji, energi total, gula, garam atau natrium, lemak total, lemak jenuh, protein, serat, vitamin, dan mineral.

Misalnya dua makanan memiliki energi yang mirip, tetapi makanan pertama mengandung gula lebih tinggi dan serat lebih rendah. Dalam kondisi seperti itu, makanan kedua mungkin lebih mendukung pola makan sehat. Namun, keputusan tetap perlu melihat konteks: seberapa sering makanan itu dikonsumsi, berapa takaran saji sebenarnya, dan apa kebutuhan tubuh saat itu.
Perhatikan juga satuan. Kandungan gizi sering ditulis dalam g, mg, atau persen angka kecukupan gizi. Jika label menyebut lemak jenuh 5 g per takaran saji, artinya setiap takaran saji mengandung massa lemak jenuh sebesar itu. Jika satu kemasan berisi dua takaran saji dan kamu menghabiskan seluruh kemasan, kandungan yang masuk ke tubuh menjadi dua kali lipat.
D. Struktur Sistem Pencernaan Manusia
Sistem pencernaan mengubah makanan menjadi zat yang lebih sederhana agar dapat diserap tubuh. Saluran pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, hingga anus. Organ tambahan seperti hati, pankreas, dan kantung empedu membantu proses pencernaan melalui cairan atau enzim tertentu.

Fungsi beberapa organ penting:
- Mulut menghancurkan makanan secara mekanik dengan gigi dan mencampurnya dengan ludah.
- Kerongkongan mendorong makanan menuju lambung melalui gerak peristaltik.
- Lambung mengaduk makanan dan mencampurnya dengan asam serta enzim.
- Usus halus menyelesaikan pencernaan dan menyerap sebagian besar nutrisi.
- Usus besar menyerap air dan membentuk sisa makanan menjadi feses.
- Rektum menyimpan feses sementara sebelum dikeluarkan melalui anus.
E. Pencernaan Mekanik dan Kimiawi
Pencernaan mekanik adalah pemecahan makanan secara fisik, misalnya mengunyah atau pengadukan di lambung. Pencernaan kimiawi adalah pemecahan molekul makanan dengan bantuan enzim dan cairan pencernaan.

Contoh pencernaan kimiawi:
- Amilase pada ludah mulai memecah pati.
- Pepsin di lambung membantu memecah protein.
- Enzim dari pankreas membantu memecah karbohidrat, protein, dan lemak di usus halus.
- Empedu membantu mengemulsikan lemak agar lebih mudah dicerna.
Kedua jenis pencernaan bekerja bersama. Makanan yang dikunyah lebih halus akan memiliki permukaan lebih luas, sehingga enzim dapat bekerja lebih efektif.
F. Penyerapan Nutrisi di Usus Halus
Sebagian besar penyerapan nutrisi terjadi di usus halus. Dinding usus halus memiliki lipatan dan jonjot-jonjot kecil yang disebut vili. Bentuk ini memperluas permukaan penyerapan sehingga nutrisi dapat masuk ke pembuluh darah dengan lebih efisien.

Glukosa dan asam amino masuk ke pembuluh darah. Lemak yang telah dicerna juga akan masuk ke jalur pengangkutan tubuh. Setelah terserap, nutrisi diedarkan ke sel-sel tubuh. Di dalam sel, nutrisi dapat digunakan sebagai sumber energi, bahan penyusun tubuh, atau cadangan.
Hubungan ini menunjukkan mengapa pencernaan dan peredaran darah tidak dapat dipisahkan. Tanpa pencernaan, nutrisi tidak tersedia dalam bentuk sederhana. Tanpa peredaran darah, nutrisi tidak sampai ke sel.
G. Gangguan Sistem Pencernaan dan Pola Makan
Gangguan pencernaan dapat terjadi karena infeksi, pola makan, alergi atau intoleransi, kebersihan makanan, atau kebiasaan hidup. Contoh gangguan yang sering dibahas adalah diare, konstipasi, asam lambung naik, tukak lambung, intoleransi laktosa, dan gangguan akibat konsumsi makanan tertentu.

Beberapa kebiasaan yang mendukung sistem pencernaan:
- Mengonsumsi makanan beragam dan cukup serat.
- Minum air yang cukup.
- Mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan.
- Makan dengan teratur dan tidak berlebihan.
- Membatasi makanan yang terlalu tinggi gula, garam, lemak jenuh, atau lemak trans.
- Bergerak aktif agar kerja tubuh tetap baik.
Konstipasi, misalnya, dapat berkaitan dengan kurang serat, kurang cairan, dan kurang aktivitas. Diare dapat berkaitan dengan infeksi atau makanan yang tidak higienis. Untuk gangguan berat atau berulang, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan.
H. Struktur Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah manusia tersusun atas jantung, pembuluh darah, dan darah. Jantung berfungsi sebagai pompa. Pembuluh darah menjadi jalur aliran. Darah mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, sisa metabolisme, dan sel-sel pertahanan tubuh.

Darah memiliki beberapa komponen utama:
- Plasma darah, bagian cair yang membawa nutrisi, hormon, dan sisa metabolisme.
- Sel darah merah, yang mengandung hemoglobin untuk mengangkut oksigen.
- Sel darah putih, yang membantu melawan kuman penyebab penyakit.
- Trombosit, yang membantu proses pembekuan darah saat terjadi luka.
Plasma darah menyusun sekitar 55% volume darah. Sel darah merah membawa sebagian besar oksigen. Sel darah putih dan trombosit jumlahnya lebih sedikit, tetapi fungsinya sangat penting.
I. Jantung dan Pembuluh Darah
Jantung manusia memiliki empat ruang: serambi kanan, bilik kanan, serambi kiri, dan bilik kiri. Serambi menerima darah, sedangkan bilik memompa darah keluar dari jantung. Katup jantung menjaga agar darah mengalir satu arah.

Pembuluh darah terdiri atas:
- Arteri, yang membawa darah keluar dari jantung.
- Vena, yang membawa darah kembali ke jantung.
- Kapiler, pembuluh sangat kecil tempat pertukaran zat dengan jaringan.
Dalam gambar pembelajaran, pembuluh sering diberi warna merah dan biru untuk membedakan arah atau kandungan oksigen. Namun, darah vena bukan darah biru. Darah yang miskin oksigen tetap berwarna merah, hanya lebih gelap.
J. Peredaran Darah Ganda
Sistem peredaran darah manusia disebut peredaran darah ganda karena darah melewati jantung dua kali dalam satu putaran lengkap. Ada sirkuit pulmonal dan sirkuit sistemik.

Sirkuit pulmonal:
jantung kanan→paru-paru→jantung kiri
Pada sirkuit ini, darah yang kaya karbon dioksida menuju paru-paru. Di paru-paru, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diambil.
Sirkuit sistemik:
jantung kiri→seluruh tubuh→jantung kanan
Pada sirkuit ini, darah kaya oksigen dan nutrisi diedarkan ke sel-sel tubuh. Di kapiler, oksigen dan nutrisi berpindah ke jaringan, sedangkan karbon dioksida dan sisa metabolisme masuk ke darah.
K. Denyut, Laju Darah, dan Tekanan Darah
Saat beristirahat, jantung berdetak lebih lambat daripada saat berolahraga. Ketika otot bekerja lebih keras, sel-sel membutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi. Jantung merespons dengan memompa darah lebih cepat.

Tekanan darah menunjukkan dorongan darah terhadap dinding pembuluh darah. Angka tekanan darah sering ditulis seperti 120/80 mmHg. Angka pertama berkaitan dengan saat bilik jantung berkontraksi, sedangkan angka kedua berkaitan dengan saat jantung relaksasi.
Data aliran darah juga dapat dianalisis secara kuantitatif. Misalnya, jika laju darah saat istirahat 5.000 cm3/menit dan saat olahraga 25.000 cm3/menit, selisihnya:
25.000 cm3/menit−5.000 cm3/menit=20.000 cm3/menit
Artinya, tubuh meningkatkan pengantaran darah saat aktivitas meningkat.
L. Gangguan Peredaran Darah dan Gaya Hidup
Gangguan sistem peredaran darah dapat berkaitan dengan makanan, aktivitas, kebiasaan merokok, tekanan darah, dan faktor lain. Contoh gangguan yang sering dibahas adalah anemia, aterosklerosis, hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

Makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Konsumsi garam berlebihan dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi pada sebagian orang. Kurang zat besi dapat mengganggu pembentukan hemoglobin sehingga pengangkutan oksigen tidak optimal.
Kebiasaan yang mendukung sistem peredaran darah:
- Mengonsumsi menu seimbang.
- Membatasi garam, gula, lemak jenuh, dan lemak trans.
- Berolahraga secara teratur.
- Tidak merokok.
- Beristirahat cukup.
- Memeriksa kesehatan jika ada keluhan atau faktor risiko.
M. Hubungan Sistem Pencernaan dan Peredaran Darah
Sistem pencernaan dan peredaran darah bekerja seperti dua bagian dari satu rangkaian. Makanan masuk, dicerna, diserap, lalu diedarkan. Sel tubuh menggunakan nutrisi dan oksigen untuk melakukan aktivitas hidup.

Urutan sederhananya:
makanan→pencernaan→penyerapan→darah→sel tubuh
Jika pola makan buruk, sistem pencernaan dan sistem peredaran darah dapat terdampak. Jika peredaran darah terganggu, nutrisi dan oksigen tidak sampai ke jaringan secara optimal. Karena itu, keputusan sederhana seperti memilih sarapan, membaca label makanan, minum air, dan bergerak aktif dapat berpengaruh besar pada kesehatan tubuh.
N. Proyek: Panduan Hidup Sehat
Sebagai proyek akhir, buatlah panduan hidup sehat untuk satu kondisi, misalnya konstipasi, anemia, hipertensi, atau risiko aterosklerosis. Panduan harus memuat:
- Penjelasan singkat kondisi yang dipilih.
- Hubungan kondisi tersebut dengan sistem pencernaan atau peredaran darah.
- Kebiasaan makan yang membantu.
- Kebiasaan makan yang sebaiknya dibatasi.
- Aktivitas fisik atau gaya hidup yang mendukung.
- Alasan ilmiah untuk setiap saran.
Panduan tidak menggantikan nasihat dokter. Panduan ini adalah latihan menggunakan konsep IPA untuk membuat keputusan sehari-hari secara lebih kritis.
Ringkasan
Tubuh tersusun dari sel, jaringan, organ, dan sistem organ. Sistem pencernaan memecah makanan menjadi nutrisi yang dapat diserap. Sistem peredaran darah mengantarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Makanan seimbang, informasi nilai gizi, kebersihan makanan, serat, air, aktivitas fisik, dan pembatasan gula, garam, serta lemak tidak sehat membantu menjaga kedua sistem ini. Gangguan pada satu sistem dapat memengaruhi sistem lain, sehingga kesehatan tubuh perlu dipahami sebagai kerja sama banyak organ.