Kembali ke Kurikulum

Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan

Tanah bagi kehidupan berkelanjutan: lapisan tanah dan sifat fisikanya (tekstur/struktur/kelembaban), sifat kimia (pH, hara), pengaruh perlakuan tanah pada organisme, dampak manusia pada kualitas tanah.

Tujuan Pembelajaran (5)
  • IPA-D.PI17Menganalisis hubungan sifat fisika dan kimia tanah dengan organisme, perubahan iklim, dan pelestarian lingkungan.
  • IPA-D.PI17.1Memetakan lapisan-lapisan tanah beserta sifat fisikanya (tekstur, struktur, kelembaban).
  • IPA-D.PI17.2Mengobservasi sifat-sifat kimia tanah (pH, kandungan unsur hara) sekaligus kaitannya dengan kesuburan.
  • IPA-D.PI17.3Mengkaji informasi dan data eksperimen demi meneliti efek perlakuan tanah terhadap tumbuh-kembang organisme di dalamnya.
  • IPA-D.PI17.4Menyimpulkan aktivitas manusia yang berpengaruh pada mutu tanah, termasuk dampak pergeseran iklim, sekaligus upaya pelestariannya.

Pengantar Tanah bagi Kehidupan Berkelanjutan

Tanah sering terlihat biasa saja karena berada di bawah kaki kita setiap hari. Padahal tanah adalah tempat tumbuhan berakar, tempat air hujan meresap, tempat banyak organisme hidup, dan tempat sisa makhluk hidup diuraikan kembali menjadi unsur hara.

Bab ini mengajak kamu melihat tanah sebagai ekosistem yang hidup. Tanah tidak hanya berisi pasir atau lumpur, tetapi juga mineral, air, udara, bahan organik, akar tumbuhan, hewan kecil, dan mikroba. Kondisi tanah dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, persediaan pangan, banjir, erosi, bahkan perubahan iklim.

Siswa mengamati tanah sebagai ekosistem hidup di kebun sekolah

Pertanyaan pemantik:

  1. Mengapa tanah yang gelap dan gembur sering dianggap lebih subur?
  2. Mengapa tanah yang gundul lebih mudah terkikis saat hujan deras?
  3. Apa yang terjadi pada organisme tanah jika tanah tercemar limbah atau terlalu kering?
  4. Tindakan apa yang dapat dilakukan siswa untuk membantu menjaga kualitas tanah di lingkungan sekolah atau rumah?

Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu mengenali lapisan dan sifat tanah, menghubungkan kondisi tanah dengan organisme, membaca data percobaan sederhana, serta memilih cara konservasi tanah yang sesuai dengan masalah di sekitar.