Teknologi Penerapan Tekanan pada Zat
Tekanan adalah konsep yang menghubungkan gaya dengan luas bidang tempat gaya bekerja. Dalam kehidupan sehari-hari, tekanan menjelaskan mengapa alas sepatu yang berbeda terasa berbeda, mengapa air di dasar kolam menekan lebih kuat, mengapa kapal selam dapat mengatur kedalaman, dan mengapa alat hidrolik dapat mengangkat benda berat.

1. Tekanan pada Zat Padat
Tekanan pada zat padat dipengaruhi oleh gaya tekan dan luas bidang sentuh. Secara umum:
Keterangan:
- P adalah tekanan, satuannya N/m2 atau pascal (Pa).
- F adalah gaya tekan, satuannya N.
- A adalah luas bidang sentuh, satuannya m2.
Jika gaya yang sama bekerja pada bidang yang lebih kecil, tekanannya lebih besar. Itulah sebabnya menginjak kerikil kecil terasa lebih sakit daripada menginjak batu besar. Kerikil memiliki luas bidang sentuh lebih kecil sehingga tekanan pada kaki lebih besar.

Contoh lain adalah ban kendaraan besar. Truk berat memakai banyak roda agar berat truk terbagi pada luas sentuh yang lebih besar. Dengan luas total yang lebih besar, tekanan pada jalan menjadi lebih kecil.

Misalnya sebuah roda menekan tanah dengan gaya 2.000 N dan luas bidang sentuhnya 0,2 m2. Tekanannya:
P=0,2 m22.000 N=10.000 Pa
2. Tekanan Hidrostatis pada Zat Cair
Zat cair yang diam memberi tekanan pada benda di dalamnya. Tekanan ini disebut tekanan hidrostatis. Semakin dalam posisi benda dari permukaan zat cair, semakin besar tekanan yang dirasakan. Tekanan hidrostatis juga dipengaruhi massa jenis zat cair.
Hubungan besarnya tekanan hidrostatis dapat ditulis:
Ph=ρ×g×h
Keterangan:
- Ph adalah tekanan hidrostatis, satuannya Pa.
- ρ adalah massa jenis zat cair, satuannya kg/m3.
- g adalah percepatan gravitasi, satuannya m/s2.
- h adalah kedalaman dari permukaan zat cair, satuannya m.

Tekanan hidrostatis menjelaskan mengapa telinga terasa tertekan ketika menyelam makin dalam. Air di atas tubuh makin banyak sehingga gaya tekan air makin besar. Konsep ini penting dalam merancang bendungan, dermaga, kilang lepas pantai, dan kapal selam.
Percobaan botol berlubang juga menunjukkan hal yang sama. Lubang paling bawah memancarkan air paling jauh karena berada pada kedalaman terbesar, sehingga tekanan air di sana paling besar.

3. Hukum Archimedes dan Gaya Apung
Benda yang berada di dalam zat cair mendapat gaya ke atas yang disebut gaya apung. Menurut hukum Archimedes, benda yang dicelupkan ke dalam zat cair mendapat gaya ke atas sebesar berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.
Secara sederhana:
Fa=ρc×g×Vt
Keterangan:
- Fa adalah gaya apung, satuannya N.
- ρc adalah massa jenis zat cair, satuannya kg/m3.
- g adalah percepatan gravitasi, satuannya m/s2.
- Vt adalah volume benda yang tercelup atau volume zat cair yang dipindahkan, satuannya m3.

Keadaan benda di dalam zat cair ditentukan oleh perbandingan gaya apung dan gaya berat:
- Benda terapung jika Fa>W.
- Benda tenggelam jika Fa<W.
- Benda melayang jika Fa=W.

Kapal laut yang terbuat dari logam dapat mengapung karena bentuk lambungnya membuat volume air yang dipindahkan sangat besar. Gaya apung yang timbul dapat lebih besar daripada berat kapal.
Kapal selam bekerja dengan mengatur massa totalnya. Ketika tangki ballast diisi air, kapal selam menjadi lebih berat dan dapat tenggelam. Ketika air dikeluarkan dan diganti udara, kapal selam menjadi lebih ringan dan dapat naik. Jika gaya apung sama dengan berat total, kapal selam dapat melayang pada kedalaman tertentu.

4. Tekanan Gas
Gas juga memberikan tekanan. Tekanan gas berasal dari tumbukan partikel gas pada dinding wadah. Jika gas dipanaskan dalam wadah tertutup lentur, partikel gas bergerak lebih cepat sehingga tekanan atau volume dapat berubah.
Pada percobaan labu atau botol yang ditutup balon, pemanasan membuat udara di dalam wadah mengembang dan menekan balon. Ketika wadah didinginkan, gerak partikel gas melambat dan balon menyusut.

Balon udara juga memanfaatkan konsep ini. Udara di dalam balon dipanaskan sehingga massa jenis rata-ratanya lebih kecil daripada udara luar. Akibatnya balon mendapat gaya angkat dan dapat naik.

5. Hukum Pascal dan Teknologi Hidrolik
Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Prinsip ini digunakan pada dongkrak hidrolik, rem hidrolik, dan pompa hidrolik.
Pada sistem hidrolik:
Karena P=AF, maka:
A1F1=A2F2
atau
F2=A1A2×F1
Jika penampang besar jauh lebih luas daripada penampang kecil, gaya keluaran dapat menjadi jauh lebih besar daripada gaya masukan.

Contoh: penampang kecil memiliki luas 2 cm2 dan diberi gaya 20 N. Penampang besar memiliki luas 100 cm2. Gaya keluaran ideal:
F2=2 cm2100 cm2×20 N=1.000 N
6. Tekanan pada Tumbuhan
Tumbuhan memindahkan air dan mineral dari akar menuju daun melalui xilem. Air masuk ke akar melalui osmosis, lalu bergerak naik karena kapilaritas, kohesi, adhesi, dan tarikan transpirasi dari daun.

Nutrisi hasil fotosintesis, seperti gula, diedarkan melalui floem dari daun ke bagian tumbuhan yang memerlukan. Pengangkutan pada tumbuhan melibatkan perbedaan konsentrasi dan aliran cairan di pembuluh tumbuhan.
7. Tekanan Darah dan Pernapasan Manusia
Tekanan darah adalah dorongan darah pada dinding pembuluh darah. Jantung memompa darah ke pembuluh, dan tekanan ini dapat diukur dengan tensimeter atau sphygmomanometer. Prinsip tekanan dalam ruang tertutup membantu menjelaskan mengapa tekanan pada darah dapat diteruskan melalui pembuluh darah.

Pernapasan juga berkaitan dengan tekanan gas. Saat diafragma berkontraksi dan bergerak ke bawah, volume rongga dada bertambah. Tekanan udara di paru-paru menjadi lebih kecil daripada tekanan udara luar, sehingga udara masuk. Saat diafragma relaksasi, volume rongga dada berkurang, tekanan udara di paru-paru naik, dan udara keluar.

Pertukaran gas di alveolus terjadi karena perbedaan tekanan parsial. Oksigen (O2) berdifusi dari alveolus ke darah, sedangkan karbon dioksida (CO2) berdifusi dari darah ke alveolus.
8. Projek Mini: Simulasi Kapal Selam Mini
Projek akhir bab dapat memakai simulasi Kapal Selam Mini - Penyelam Kartesius. Pada model ini, penyelam kecil berada di dalam botol besar berisi air. Saat tekanan pada botol dinaikkan, udara di dalam penyelam kecil termampatkan, air masuk lebih banyak, massa jenis rata-ratanya bertambah, lalu penyelam turun. Saat tekanan dikurangi, udara mengembang kembali, air keluar, dan penyelam naik.

Saat menyusun laporan projek, amati dan jelaskan:
- posisi penyelam kecil saat tekanan rendah, sedang, dan tinggi;
- perubahan volume udara di dalam penyelam kecil;
- kapan penyelam terapung, melayang, atau tenggelam;
- hubungan tekanan, air yang masuk, massa jenis rata-rata, dan gaya apung;
- kesamaan dan batas model penyelam Kartesius dengan kapal selam sebenarnya.