Teori Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
1. Dari Persamaan Linear Dua Variabel ke SPLDV
Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang memuat dua variabel dan dapat ditulis dalam bentuk:
ax+by=c
Pada bentuk tersebut, x dan y adalah variabel, sedangkan a, b, dan c adalah bilangan. Koefisien a dan b tidak boleh sama-sama 0.
Contoh:
2x+3y=18
Persamaan itu memiliki banyak penyelesaian. Misalnya (3,4) memenuhi persamaan karena:
2(3)+3(4)=6+12=18

SPLDV terbentuk ketika ada dua persamaan linear dua variabel yang saling berkaitan. Bentuk umumnya dapat ditulis:
{ax+by=cdx+ey=f
Penyelesaian SPLDV adalah pasangan nilai (x,y) yang membuat kedua persamaan benar sekaligus.
2. Memodelkan Situasi ke Bentuk SPLDV
Langkah penting dalam SPLDV bukan hanya menghitung, tetapi juga menerjemahkan cerita menjadi model matematika.
Misalnya harga 2 buku tulis dan 3 bolpoin adalah Rp21.000,00. Harga 4 buku tulis dan 1 bolpoin adalah Rp23.000,00.
Misalkan:
- x adalah harga 1 buku tulis;
- y adalah harga 1 bolpoin.
Model SPLDV-nya:
{2x+3y=21.0004x+y=23.000

Dalam soal kontekstual, pastikan variabel, satuan, dan makna jawaban ditulis jelas. Jika x=6.000 dan y=3.000, maka artinya harga 1 buku tulis Rp6.000,00 dan harga 1 bolpoin Rp3.000,00, bukan sekadar pasangan angka.
3. Metode Grafik
Setiap persamaan linear dua variabel dapat digambarkan sebagai garis lurus. Pada metode grafik, penyelesaian SPLDV adalah titik potong kedua garis.
Contoh:
{x+y=62x−y=3
Garis pertama memuat titik-titik yang memenuhi x+y=6. Garis kedua memuat titik-titik yang memenuhi 2x−y=3. Jika kedua garis berpotongan di titik (3,3), maka:
dan
2(3)−3=3
Jadi, penyelesaiannya adalah (3,3).

Kemungkinan bentuk grafik SPLDV:
| Hubungan Dua Garis |
Banyak Penyelesaian |
Makna |
| Berpotongan di satu titik |
1 |
Ada satu pasangan (x,y) yang memenuhi keduanya. |
| Sejajar |
0 |
Tidak ada pasangan yang memenuhi keduanya. |
| Berimpit |
Tak hingga |
Semua titik pada garis memenuhi keduanya. |
4. Metode Substitusi
Metode substitusi digunakan dengan cara menyatakan satu variabel dalam bentuk variabel lain, lalu menggantikannya ke persamaan kedua.
Contoh:
{x+y=102x+y=16
Dari persamaan pertama:
Substitusikan ke persamaan kedua:
2(10−y)+y=16
20−2y+y=16
20−y=16
Substitusikan y=4 ke x+y=10:
Jadi, penyelesaiannya adalah (6,4).
5. Metode Eliminasi
Metode eliminasi digunakan dengan cara menghilangkan salah satu variabel agar variabel lain dapat ditemukan.
Contoh:
{3x+2y=25x+2y=13
Karena koefisien y sudah sama, kurangkan persamaan pertama dengan persamaan kedua:
(3x+2y)−(x+2y)=25−13
Substitusikan x=6 ke x+2y=13:
6+2y=13
Jadi, penyelesaiannya adalah (6,3,5).
6. Metode Campuran
Metode campuran menggabungkan eliminasi dan substitusi. Biasanya, eliminasi dipakai lebih dulu untuk menemukan salah satu variabel, lalu substitusi dipakai untuk menemukan variabel yang lain.
Contoh:
{2x+5y=233x−y=9
Kalikan persamaan kedua dengan 5 agar koefisien y dapat dieliminasi:
3x−y=9×5
15x−5y=45
Jumlahkan dengan persamaan pertama:
(2x+5y)+(15x−5y)=23+45
Substitusikan x=4 ke persamaan kedua:
3(4)−y=9
Jadi, penyelesaiannya adalah (4,3). Pada metode campuran, eliminasi membantu menemukan satu variabel dengan cepat, lalu substitusi menyelesaikan variabel lainnya.

7. Memilih Metode yang Efisien
Tidak ada satu metode yang selalu paling cepat. Pilih metode berdasarkan bentuk persamaan.
| Bentuk Sistem |
Metode yang Biasanya Efisien |
| Ada persamaan seperti x+y=10 atau y=2x+1 |
Substitusi |
| Koefisien salah satu variabel sudah sama atau berlawanan |
Eliminasi |
| Ingin memahami makna titik potong atau banyak penyelesaian |
Grafik |
| Soal kontekstual dengan koefisien perlu disamakan dulu |
Campuran |
8. Contoh Kontekstual: Tiket Pertunjukan
Sebuah pertunjukan menjual tiket dewasa dan tiket pelajar. Jumlah tiket yang terjual adalah 120. Pendapatan total adalah Rp4.800.000,00. Harga tiket dewasa Rp50.000,00 dan tiket pelajar Rp30.000,00.
Misalkan:
- x adalah banyak tiket dewasa;
- y adalah banyak tiket pelajar.
Model SPLDV:
{x+y=12050.000x+30.000y=4.800.000
Sederhanakan persamaan kedua dengan membagi semua suku oleh 10.000:
5x+3y=480
Dari x+y=120, diperoleh x=120−y.
Substitusi:
5(120−y)+3y=480
600−5y+3y=480
600−2y=480
Maka:
x=120−60=60
Jadi, tiket dewasa yang terjual adalah 60 lembar dan tiket pelajar yang terjual adalah 60 lembar.
9. Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari:
- Lupa mendefinisikan arti variabel x dan y.
- Menganggap penyelesaian PLDV hanya satu, padahal satu persamaan linear dua variabel memiliki banyak penyelesaian.
- Mengurangkan dua persamaan tanpa memperhatikan tanda negatif.
- Menuliskan jawaban hanya sebagai angka, tanpa kembali ke konteks.
- Salah menafsirkan grafik sejajar dan grafik berimpit.
SPLDV bukan sekadar teknik hitung. Tujuan utamanya adalah menggunakan dua informasi untuk menemukan dua nilai yang belum diketahui secara masuk akal.