Teori - Transformasi Geometri
1. Titik Awal dan Titik Bayangan
Transformasi geometri adalah aturan yang mengubah posisi atau ukuran objek geometri. Objek awal disebut pra-bayangan, sedangkan hasilnya disebut bayangan.
Jika titik A(2,3) berubah menjadi A′(5,1), maka:
- A adalah titik awal;
- A′ adalah titik bayangan;
- aturan transformasi menjelaskan mengapa koordinatnya berubah dari (2,3) menjadi (5,1).
Pada bidang Kartesius, setiap transformasi dapat dipelajari lewat perubahan koordinat. Setelah titik-titik sudut suatu bangun berubah, hubungkan titik bayangannya untuk mendapatkan bangun hasil transformasi.
2. Translasi
Translasi adalah pergeseran semua titik dengan jarak dan arah yang sama. Bentuk dan ukuran bangun tidak berubah.
Jika titik A(x,y) ditranslasikan oleh vektor (a,b), maka bayangannya adalah:
A′(x+a, y+b)
Arti vektor (a,b):
- a>0: geser ke kanan, a<0: geser ke kiri;
- b>0: geser ke atas, b<0: geser ke bawah.

Gambar: setiap titik segitiga bergeser dengan arah dan jarak yang sama.
Contoh:
Titik P(−2,4) ditranslasikan oleh (5,−3).
P′(−2+5, 4+(−3))=P′(3,1)
3. Refleksi
Refleksi adalah pencerminan terhadap garis atau titik tertentu. Refleksi mempertahankan bentuk dan ukuran, tetapi arah bangun dapat terbalik.
Aturan penting pada bidang Kartesius:
| Refleksi |
Bayangan titik P(x,y) |
| terhadap sumbu x |
P′(x,−y) |
| terhadap sumbu y |
P′(−x,y) |
| terhadap titik pusat O(0,0) |
P′(−x,−y) |
| terhadap garis y=x |
P′(y,x) |
| terhadap garis y=−x |
P′(−y,−x) |
| terhadap garis x=k |
P′(2k−x,y) |
| terhadap garis y=h |
P′(x,2h−y) |

Gambar: jarak titik awal dan bayangannya ke garis cermin selalu sama.
Contoh:
Titik Q(4,−2) direfleksikan terhadap sumbu y.
Q′(−4,−2)
Koordinat x berubah tanda, sedangkan koordinat y tetap.
4. Rotasi
Rotasi adalah perputaran suatu objek terhadap pusat rotasi dengan besar sudut dan arah tertentu. Pada kelas IX, rotasi yang paling sering digunakan adalah rotasi terhadap titik pusat O(0,0).
Aturan rotasi terhadap O(0,0):
| Rotasi |
Bayangan titik P(x,y) |
| 90∘ berlawanan arah jarum jam |
P′(−y,x) |
| 90∘ searah jarum jam |
P′(y,−x) |
| 180∘ |
P′(−x,−y) |
| 270∘ berlawanan arah jarum jam |
P′(y,−x) |

Gambar: rotasi mengubah arah bangun, tetapi tidak mengubah panjang sisi dan besar sudut.
Contoh:
Titik R(3,5) dirotasikan 90∘ berlawanan arah jarum jam terhadap O(0,0).
5. Transformasi Kaku dan Kongruensi
Translasi, refleksi, dan rotasi disebut transformasi kaku karena tidak mengubah ukuran dan bentuk bangun. Panjang sisi dan besar sudut tetap sama.
Jika satu bangun dapat dipindahkan agar tepat menutupi bangun lain melalui translasi, refleksi, rotasi, atau gabungannya, maka kedua bangun itu kongruen.
Hal yang boleh berubah pada transformasi kaku:
- posisi bangun;
- arah hadap bangun;
- letak titik-titik pada bidang koordinat.
Hal yang tidak berubah:
- panjang sisi;
- besar sudut;
- luas;
- bentuk dasar bangun.
6. Dilatasi
Dilatasi adalah pembesaran atau pengecilan bangun terhadap pusat dilatasi dengan faktor skala k. Dilatasi biasanya mengubah ukuran bangun.
Untuk pusat O(0,0), jika titik A(x,y) didilatasikan dengan faktor skala k, maka:
A′(kx, ky)
Makna faktor skala:
- k>1: bangun diperbesar;
- 0<k<1: bangun diperkecil;
- k=1: ukuran tetap;
- k<0: bangun berubah ukuran sekaligus berbalik arah terhadap pusat.

Gambar: jarak setiap titik bayangan dari pusat dilatasi menjadi k kali jarak awalnya.
Contoh:
Titik S(−2,3) didilatasikan terhadap O(0,0) dengan faktor skala 2.
S′(2×(−2), 2×3)=S′(−4,6)
Untuk pusat selain O(0,0), misalnya P(a,b), rumusnya:
A′(k(x−a)+a, k(y−b)+b)
Rumus ini dapat dipahami sebagai: ukur posisi titik dari pusat dilatasi, kalikan dengan faktor skala, lalu kembalikan ke posisi pusat semula.
7. Komposisi Transformasi
Kadang sebuah bangun dikenai lebih dari satu transformasi. Misalnya ditranslasikan dulu, lalu direfleksikan. Urutan pengerjaan penting karena hasil akhirnya bisa berbeda.

Gambar: transformasi berurutan perlu dikerjakan satu langkah demi satu langkah.
Strategi mengerjakan komposisi:
- tulis koordinat titik awal;
- kerjakan transformasi pertama untuk semua titik;
- gunakan hasil langkah pertama sebagai titik awal transformasi kedua;
- gambar atau cek bentuk bayangan akhir.
8. Ringkasan Aturan
| Transformasi |
Aturan utama |
Bentuk dan ukuran |
| Translasi (a,b) |
(x,y)→(x+a,y+b) |
tetap |
| Refleksi sumbu x |
(x,y)→(x,−y) |
tetap |
| Refleksi sumbu y |
(x,y)→(−x,y) |
tetap |
| Rotasi 90∘ berlawanan arah jarum jam terhadap O |
(x,y)→(−y,x) |
tetap |
| Rotasi 180∘ terhadap O |
(x,y)→(−x,−y) |
tetap |
| Dilatasi [O,k] |
(x,y)→(kx,ky) |
berubah jika k=1 |