Kembali ke Kurikulum

Bilangan Bulat

Representasi, perbandingan, operasi hitung, sifat, serta aplikasi bilangan bulat dalam penyelesaian masalah sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (7)
  • B1Membaca, menulis, dan membandingkan bilangan bulat positif dan negatif pada garis bilangan.
  • B2Menentukan urutan bilangan bulat dari yang terkecil ke terbesar dan sebaliknya.
  • B3Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan berbagai representasi.
  • B4Melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat, termasuk yang melibatkan bilangan negatif.
  • B5Menggunakan sifat komutatif, asosiatif, dan distributif dalam operasi bilangan bulat.
  • B6Menentukan faktor, kelipatan, FPB, dan KPK dari bilangan bulat.
  • B7Menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan operasi bilangan bulat, termasuk yang berkaitan dengan literasi finansial (untung/rugi, bruto/tara/netto, diskon, bunga).

Bilangan Bulat

1. Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang terdiri dari bilangan bulat positif, nol, dan bilangan bulat negatif. Himpunan ini dilambangkan dengan Z\mathbb{Z} dan dapat ditulis sebagai:

Z=,3,2,1,0,1,2,3,\mathbb{Z} = {\ldots, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, \ldots}

Klasifikasi bilangan bulat:

  • Positif: 1,2,3,4,1, 2, 3, 4, \ldots — bilangan yang lebih besar dari nol
  • Nol: 00 — bukan positif maupun negatif
  • Negatif: 1,2,3,-1, -2, -3, \ldots — bilangan yang lebih kecil dari nol

Bilangan bulat muncul saat kita membutuhkan lebih dari sekadar bilangan cacah. Misalnya untuk menyatakan suhu di bawah nol, kedalaman laut, atau kerugian dalam perdagangan.

2. Representasi pada Garis Bilangan

Garis bilangan adalah alat visual paling jelas untuk memahami bilangan bulat. Nol (00) diletakkan sebagai titik acuan. Bilangan positif berada di sebelah kanan nol, sedangkan bilangan negatif di sebelah kiri.

⟵ ... −3  −2  −1   0   +1  +2  +3 ... ⟶

Prinsip penting:

  • Semakin ke kanan, nilai makin besar.
  • Semakin ke kiri, nilai makin kecil.
  • Bilangan negatif yang "angkanya besar" justru bernilai lebih kecil. Contoh: 10<3-10 < -3, karena 10-10 terletak lebih jauh ke kiri dari 3-3.

3. Perbandingan Bilangan Bulat

Untuk dua bilangan bulat aa dan bb:

  • a<ba < b artinya aa berada di sebelah kiri bb pada garis bilangan.
  • a>ba > b artinya aa berada di sebelah kanan bb.
  • a=ba = b artinya aa dan bb berada di posisi yang sama.

Contoh:

  • 5<2-5 < 2 karena 5-5 lebih kecil dari 22.
  • 10<3-10 < -3 karena 10-10 lebih jauh ke kiri.
  • 7>1007 > -100 karena bilangan positif selalu lebih besar dari bilangan negatif, berapapun besar angka negatifnya.

4. Operasi Hitung Bilangan Bulat

4.1 Penjumlahan

Aturan dasar penjumlahan dua bilangan bulat:

  1. Tanda sama: jumlahkan nilainya, tanda mengikuti.

    • (+3)+(+5)=+8(+3) + (+5) = +8
    • (4)+(6)=10(-4) + (-6) = -10
  2. Tanda berbeda: kurangkan nilainya (yang besar dikurangi yang kecil), tanda mengikuti yang lebih besar.

    • (+7)+(3)=+4(+7) + (-3) = +4
    • (8)+(+2)=6(-8) + (+2) = -6

Pada garis bilangan, menjumlahkan +b+b berarti bergerak bb langkah ke kanan; menjumlahkan b-b berarti bergerak ke kiri.

4.2 Pengurangan

Pengurangan dapat diubah menjadi penjumlahan dengan mengubah tanda pengurang:

ab=a+(b)a - b = a + (-b)

Contoh:

  • 73=7+(3)=47 - 3 = 7 + (-3) = 4
  • 5(2)=5+2=75 - (-2) = 5 + 2 = 7
  • 4(6)=4+6=2-4 - (-6) = -4 + 6 = 2

Kunci yang sering dilupakan: mengurangi bilangan negatif sama dengan menambah bilangan positifa(b)=a+ba - (-b) = a + b.

4.3 Perkalian

Aturan tanda pada perkalian:

×\times ++ -
++ ++ -
- - ++

Secara sederhana:

  • Positif ×\times positif == positif
  • Negatif ×\times negatif == positif
  • Tanda berbeda == negatif

Contoh:

  • 3×5=153 \times 5 = 15
  • (4)×6=24(-4) \times 6 = -24
  • (7)×(2)=14(-7) \times (-2) = 14

4.4 Pembagian

Aturan tanda sama dengan perkalian:

  • 24÷6=424 \div 6 = 4
  • 20÷4=5-20 \div 4 = -5
  • 35÷(7)=5-35 \div (-7) = 5

Pembagian dengan nol tidak terdefinisi: a÷0a \div 0 tidak memiliki nilai.

5. Sifat-Sifat Operasi Bilangan Bulat

Untuk semua bilangan bulat aa, bb, dan cc:

Komutatif (urutan bisa ditukar)

  • Penjumlahan: a+b=b+aa + b = b + a
  • Perkalian: a×b=b×aa \times b = b \times a

Catatan: pengurangan dan pembagian tidak komutatif. 73377 - 3 \neq 3 - 7.

Asosiatif (pengelompokan bisa diubah)

  • Penjumlahan: (a+b)+c=a+(b+c)(a + b) + c = a + (b + c)
  • Perkalian: (a×b)×c=a×(b×c)(a \times b) \times c = a \times (b \times c)

Distributif (perkalian terhadap penjumlahan)

a×(b+c)=(a×b)+(a×c)a \times (b + c) = (a \times b) + (a \times c)

Contoh:

5×(3+4)=(5×3)+(5×4)=15+20=355 \times (3 + 4) = (5 \times 3) + (5 \times 4) = 15 + 20 = 35

Identitas

  • Identitas penjumlahan: a+0=aa + 0 = a
  • Identitas perkalian: a×1=aa \times 1 = a

Invers

  • Invers penjumlahan: a+(a)=0a + (-a) = 0
  • (Invers perkalian untuk bilangan bulat berupa pecahan, dibahas di bab Bilangan Rasional)

6. Faktor, Kelipatan, FPB, dan KPK

Faktor

Faktor dari bilangan bulat positif nn adalah bilangan-bilangan yang membagi habis nn.

Contoh: faktor dari 1212 adalah 1,2,3,4,6,12{1, 2, 3, 4, 6, 12}.

Kelipatan

Kelipatan dari nn adalah hasil perkalian nn dengan bilangan asli.

Contoh: kelipatan 44 adalah 4,8,12,16,20,{4, 8, 12, 16, 20, \ldots}.

Bilangan Prima

Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 11 yang hanya memiliki dua faktor: 11 dan dirinya sendiri.

Contoh: 2,3,5,7,11,13,17,19,23,2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, \ldots

Faktorisasi Prima

Setiap bilangan asli >1>1 dapat ditulis sebagai hasil kali faktor-faktor prima. Cara termudah adalah menggunakan pohon faktor.

Contoh: faktorisasi prima dari 6060:

60=2×2×3×5=22×3×560 = 2 \times 2 \times 3 \times 5 = 2^2 \times 3 \times 5

FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

FPB adalah faktor terbesar yang sama dari dua atau lebih bilangan.

Cara mencari: ambil faktor prima yang sama, dengan pangkat terkecil.

Contoh: FPB dari 1212 dan 1818

  • 12=22×312 = 2^2 \times 3
  • 18=2×3218 = 2 \times 3^2
  • FPB =21×31=6= 2^1 \times 3^1 = 6

KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

KPK adalah kelipatan terkecil yang sama dari dua atau lebih bilangan.

Cara mencari: ambil semua faktor prima yang muncul, dengan pangkat terbesar.

Contoh: KPK dari 1212 dan 1818

  • 12=22×312 = 2^2 \times 3
  • 18=2×3218 = 2 \times 3^2
  • KPK =22×32=36= 2^2 \times 3^2 = 36

7. Penerapan dalam Kehidupan Nyata

Bilangan bulat hadir di banyak konteks:

  • Suhu: suhu 5°C-5°C artinya 55 derajat di bawah nol.
  • Keuangan: untung +Rp100.000+Rp100.000, rugi Rp50.000-Rp50.000.
  • Posisi: ketinggian gedung +15+15 m di atas tanah, kedalaman sumur 8-8 m.
  • Skor permainan: tambah poin +10+10, kurang poin 3-3.

Contoh Masalah

Sebuah pesawat terbang di ketinggian 8.5008.500 m. Karena cuaca buruk, pilot menurunkan ketinggian 1.2001.200 m, lalu menaikkannya lagi 500500 m. Berapa ketinggian akhir pesawat?

Penyelesaian:

8.500+(1.200)+500=7.300+500=7.800 m8.500 + (-1.200) + 500 = 7.300 + 500 = 7.800 \text{ m}

Pesawat berada di ketinggian 7.8007.800 m.


Ringkasan

  • Bilangan bulat Z\mathbb{Z} mencakup bilangan positif, nol, dan negatif.
  • Garis bilangan adalah alat bantu visual utama — makin kanan makin besar.
  • Aturan tanda: perkalian/pembagian dua bilangan negatif menghasilkan positif.
  • Sifat operasi: komutatif & asosiatif untuk ++ dan ×\times; distributif ×\times terhadap ++.
  • FPB diambil dari faktor prima yang sama dengan pangkat terkecil; KPK dari semua faktor prima dengan pangkat terbesar.

Simulasi Pendamping

Untuk memperdalam pemahaman, gunakan simulasi interaktif yang tersedia di platform:

  • Termometer & Garis Bilangan — visualisasi posisi bilangan pada garis bilangan dan termometer, cocok untuk membandingkan dua bilangan.
  • Chip & Pasangan Nol — model chip ±1\pm 1 untuk memahami operasi penjumlahan dan pengurangan, termasuk mengapa a(b)=a+ba - (-b) = a + b.
  • Transfer Pemain Sepakbola — konteks dunia nyata untuk operasi bilangan bulat.
  • Urutkan Bilangan Bulat — latihan mengurutkan kartu bilangan dari kecil ke besar.