Data dan Diagram
1. Data Dimulai dari Pertanyaan
Data yang baik selalu berangkat dari pertanyaan yang jelas.
Contoh pertanyaan:
- Makanan kantin apa yang paling banyak disukai siswa?
- Berapa banyak siswa yang datang dengan berjalan kaki, sepeda, motor, atau angkutan umum?
- Pada hari apa perpustakaan paling ramai dikunjungi?
- Bagian pengeluaran kelas mana yang paling besar?
Pertanyaan menentukan data apa yang perlu dikumpulkan.

Gambar: data yang terkumpul perlu diolah sebelum dapat dipakai untuk membuat kesimpulan.
Alur kerja yang umum:
- Rumuskan pertanyaan.
- Kumpulkan data.
- Susun data dalam tabel.
- Pilih diagram yang sesuai.
- Tafsirkan diagram dan tulis kesimpulan.
Kesimpulan yang baik harus sesuai dengan data. Jangan menyimpulkan sesuatu yang tidak ditunjukkan oleh data.
2. Jenis Data
Sebelum memilih diagram, kita perlu mengenali jenis data.

Gambar: data kategorik berupa label, data numerik diskrit berupa hasil hitung, dan data numerik kontinu berupa hasil ukur.
| Jenis data |
Makna |
Contoh |
| Kategorik |
data berupa nama, label, atau kelompok |
warna tas, jenis transportasi, makanan favorit |
| Numerik diskrit |
data berupa bilangan hasil menghitung |
jumlah buku, banyak saudara, skor benar |
| Numerik kontinu |
data berupa hasil pengukuran |
tinggi badan, waktu lari, suhu air |
Data kategorik sering disajikan dengan diagram batang atau diagram lingkaran.
Data numerik juga dapat disajikan dalam tabel atau diagram, tetapi perlu dilihat konteksnya. Misalnya, "jumlah siswa tiap hari" cocok untuk diagram garis jika ingin melihat perubahan dari waktu ke waktu.
3. Tabel Frekuensi
Tabel frekuensi mencatat berapa kali setiap kategori muncul.
Contoh data transportasi 30 siswa:
| Transportasi |
Banyak siswa |
| Jalan kaki |
6 |
| Sepeda |
8 |
| Motor |
10 |
| Angkutan umum |
6 |
| Total |
30 |
Tabel membantu kita melihat data secara rapi.
Dari tabel di atas:
- kategori terbanyak adalah motor, yaitu 10 siswa;
- jalan kaki dan angkutan umum sama banyak, yaitu 6 siswa;
- total seluruh data adalah 30 siswa.
4. Diagram Batang
Diagram batang cocok untuk membandingkan banyak data antar-kategori.
Ciri diagram batang:
- memiliki judul;
- memiliki sumbu kategori;
- memiliki sumbu nilai atau frekuensi;
- panjang atau tinggi batang menunjukkan besar nilai;
- skala sumbu harus teratur.

Gambar: untuk membaca diagram batang, perhatikan judul, satuan, skala sumbu, dan tinggi batang.
Contoh:
| Hari |
Pengunjung perpustakaan |
| Senin |
20 |
| Selasa |
30 |
| Rabu |
25 |
| Kamis |
35 |
| Jumat |
40 |
Kesimpulan yang dapat diambil:
- pengunjung terbanyak terjadi pada Jumat;
- pengunjung paling sedikit terjadi pada Senin;
- selisih pengunjung Jumat dan Senin adalah 40−20=20 siswa;
- dari Senin sampai Jumat, jumlah pengunjung cenderung meningkat walaupun Rabu turun dibanding Selasa.
Kesalahan umum saat membaca diagram batang:
- tidak melihat skala sumbu;
- menganggap batang yang tampak dua kali lebih tinggi pasti bernilai dua kali lipat, padahal sumbu mungkin tidak mulai dari 0;
- lupa membaca satuan;
- membandingkan kategori yang tidak sejenis.
5. Line Plot dan Diagram Batang Ganda
Line plot adalah diagram sederhana untuk menampilkan sebaran data numerik pada garis bilangan.
Pada line plot, satu tanda X biasanya mewakili satu data. Jika ada beberapa tanda X bertumpuk di atas angka yang sama, berarti nilai itu muncul beberapa kali.
Contoh banyak huruf pada nama siswa:
| Banyak huruf |
Tanda pada line plot |
Frekuensi |
| 5 |
XX |
2 |
| 6 |
XXX |
3 |
| 7 |
XXXX |
4 |
| 8 |
XXX |
3 |
| 9 |
X |
1 |
Dari data itu, nilai yang paling sering muncul adalah 7 huruf karena memiliki empat tanda X.
Line plot cocok ketika data numerik sederhana ingin dilihat sebarannya, misalnya panjang nama, banyak buku yang dibawa, atau jumlah soal benar.
Diagram batang ganda digunakan untuk membandingkan dua kelompok pada kategori yang sama.
Contoh pilihan olahraga dua kelas:
| Cabang olahraga |
Kelas 7A |
Kelas 7B |
| Bulu tangkis |
8 |
6 |
| Basket |
5 |
9 |
| Renang |
7 |
4 |
Jika dibuat diagram batang ganda, setiap cabang olahraga memiliki dua batang: satu untuk kelas 7A dan satu untuk kelas 7B.
Diagram batang ganda membantu kita menjawab pertanyaan seperti:
- cabang mana yang lebih banyak dipilih kelas 7A;
- cabang mana yang lebih banyak dipilih kelas 7B;
- pada cabang apa selisih kedua kelas paling besar.
6. Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran cocok untuk menunjukkan bagian dari keseluruhan.
Syarat penting:
- data harus memiliki total keseluruhan;
- setiap kategori adalah bagian dari total yang sama;
- total persentase adalah 100 persen;
- total sudut lingkaran adalah 360 derajat.

Gambar: pada diagram lingkaran, setiap juring menunjukkan bagian dari keseluruhan data.
Rumus persentase:
persentase=totalbagian×100%
Rumus sudut juring:
sudut juring=totalbagian×360∘
Contoh data hobi 30 siswa:
| Hobi |
Banyak siswa |
| Membaca |
12 |
| Olahraga |
8 |
| Musik |
10 |
| Total |
30 |
Persentase hobi membaca:
3012×100%=40%
Sudut juring hobi membaca:
3012×360∘=144∘
Untuk olahraga:
308×360∘=96∘
Untuk musik:
3010×360∘=120∘
Jumlah sudutnya:
144∘+96∘+120∘=360∘
7. Memilih Diagram yang Sesuai
Tidak semua data cocok disajikan dengan diagram yang sama.

Gambar: diagram batang cocok untuk perbandingan kategori, diagram lingkaran untuk komposisi, dan diagram garis untuk perubahan berurutan.
Panduan sederhana:
| Tujuan |
Diagram yang cocok |
| Melihat sebaran data numerik sederhana |
line plot |
| Membandingkan banyak kategori |
diagram batang |
| Membandingkan dua kelompok pada kategori yang sama |
diagram batang ganda |
| Menunjukkan bagian dari keseluruhan |
diagram lingkaran |
| Menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu |
diagram garis |
| Menampilkan data dalam daftar rapi |
tabel |
Contoh:
- "Makanan favorit siswa kelas VII" cocok dengan diagram batang.
- "Pilihan olahraga kelas 7A dan 7B" cocok dengan diagram batang ganda.
- "Persentase cara siswa berangkat sekolah" cocok dengan diagram lingkaran.
- "Jumlah pengunjung perpustakaan dari Senin sampai Jumat" cocok dengan diagram garis.
Diagram yang tepat membuat pola data mudah terlihat. Diagram yang kurang tepat dapat membuat pembaca salah paham.
8. Estimasi dari Diagram
Kadang diagram tidak mencantumkan angka tepat di setiap batang atau juring. Dalam situasi itu, kita dapat membuat estimasi.
Contoh:
Jika tinggi batang berada di tengah antara 20 dan 30, nilainya dapat diperkirakan sekitar 25.
Saat melakukan estimasi:
- baca skala sumbu;
- lihat jarak antar-garis bantu;
- jangan menulis angka seolah-olah pasti jika hanya perkiraan;
- gunakan kata seperti "sekitar", "lebih kurang", atau "diperkirakan".
Estimasi berbeda dari nilai tepat. Estimasi berguna ketika diagram hanya memberi gambaran visual.
9. Menarik Kesimpulan dari Data
Kesimpulan dari diagram sebaiknya menjawab pertanyaan awal.
Contoh pertanyaan:
Pada hari apa perpustakaan paling ramai?
Jika diagram menunjukkan Jumat memiliki 40 pengunjung, paling tinggi dibanding hari lain, maka kesimpulannya:
Perpustakaan paling ramai pada Jumat, dengan 40 pengunjung.
Contoh kesimpulan yang terlalu jauh:
Siswa pasti lebih suka membaca pada Jumat.
Kesimpulan itu belum tentu benar, karena data hanya menunjukkan jumlah pengunjung, bukan alasan siswa datang.
Jadi, kesimpulan harus dibatasi oleh data yang tersedia.
10. Simulasi yang Relevan
Gunakan simulasi berikut untuk menguatkan pemahaman:
Ringkasan
- Data dipakai untuk menjawab pertanyaan dengan bukti.
- Data kategorik berupa label, data numerik diskrit berupa hasil hitung, dan data numerik kontinu berupa hasil ukur.
- Tabel frekuensi merapikan data sebelum dibuat diagram.
- Line plot membantu melihat sebaran data numerik sederhana.
- Diagram batang cocok untuk membandingkan kategori.
- Diagram batang ganda cocok untuk membandingkan dua kelompok pada kategori yang sama.
- Diagram lingkaran cocok untuk menunjukkan bagian dari keseluruhan.
- Diagram garis cocok untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu.
- Kesimpulan harus sesuai dengan data, tidak boleh melebihi informasi yang tersedia.