Kembali ke Kurikulum

Kesebangunan

Kesebangunan: hubungan sudut pada garis sejajar dan transversal, arti kesebangunan, syarat kesebangunan segitiga dan segiempat, faktor skala, pembeda ringkas dengan kongruen, serta aplikasi pengukuran tidak langsung.

Tujuan Pembelajaran (5)
  • M-D.11Menggunakan sifat-sifat hubungan sudut terkait dengan garis transversal; sifat-sifat kongruen dan kesebangunan pada segitiga dan segiempat.
  • M-D.11.1Menentukan keterkaitan sudut pada perpotongan garis maupun pada sepasang garis sejajar yang ditembus transversal.
  • M-D.11.2Memperkirakan besar sudut sekaligus memanfaatkan informasi sudut pelurus, sehadap, penyiku, ataupun berseberangan pada bidang datar.
  • M-D.11.3Memakai prasyarat kesebangunan untuk menetapkan dua segitiga sebangun atau tidak.
  • M-D.11.4Memakai prasyarat kesebangunan untuk memecahkan persoalan kontekstual.

Kesebangunan

Kesebangunan mempelajari bangun-bangun yang memiliki bentuk sama, walaupun ukurannya bisa berbeda.

Contoh sederhana: foto yang diperbesar tetap terlihat sama bentuknya. Ukurannya berubah, tetapi perbandingan panjang sisi-sisinya tetap.

Kongruen dan sebangun

Gambar: kongruen berarti sama bentuk dan ukuran, sedangkan sebangun berarti sama bentuk dengan ukuran proporsional.

Dalam bab ini kamu akan belajar:

  • menggunakan hubungan sudut pada garis berpotongan dan garis sejajar yang dipotong transversal;
  • mengenali secara ringkas perbedaan bangun kongruen dan bangun sebangun;
  • menentukan apakah dua segitiga atau segiempat sebangun;
  • menggunakan faktor skala untuk mencari panjang sisi yang belum diketahui;
  • memakai kesebangunan untuk masalah nyata, seperti mengukur tinggi pohon dari bayangannya.

Gunakan tab Teori untuk memahami konsep, tab Soal untuk latihan, dan tab Jawaban untuk mengecek pembahasan.