Bilangan Berpangkat
1. Makna Bilangan Berpangkat
Bilangan berpangkat ditulis dalam bentuk:
dengan:
- a disebut bilangan pokok atau basis;
- n disebut pangkat atau eksponen.
Jika n bilangan bulat positif, maka an berarti a dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak n faktor.
Contoh:
25=2×2×2×2×2=32
53=5×5×5=125

Gambar: pangkat menyatakan banyaknya faktor yang sama dalam perkalian berulang.
Perhatikan tanda kurung pada bilangan negatif:
(−2)4=(−2)(−2)(−2)(−2)=16
Namun:
−24=−(24)=−16
Jadi, tanda kurung dapat mengubah makna suatu bentuk berpangkat.
2. Pangkat Satu, Nol, dan Negatif
Beberapa pangkat khusus perlu dipahami dengan syaratnya.
| Bentuk |
Nilai |
Syarat |
| a1 |
a |
berlaku untuk semua a |
| a0 |
1 |
a=0 |
| a−n |
an1 |
a=0 |
Contoh:
2−3=231=81

Gambar: pada basis 10, setiap turun satu pangkat nilainya dibagi 10.
Catatan penting:
- 00 tidak digunakan pada pembahasan ini;
- pangkat negatif pada basis 0 tidak terdefinisi, misalnya 0−2 tidak boleh dipakai karena akan melibatkan pembagian dengan 0.
3. Sifat-sifat Pangkat
Sifat pangkat membantu menyederhanakan bentuk tanpa menghitung semua perkalian satu per satu.

Gambar: aturan pangkat hanya boleh dipakai sesuai syarat, terutama saat basisnya sama.
| Sifat |
Rumus |
Contoh |
| Perkalian basis sama |
am×an=am+n |
23×24=27 |
| Pembagian basis sama |
anam=am−n |
5256=54 |
| Pangkat dari pangkat |
(am)n=amn |
(32)4=38 |
| Pangkat pada perkalian |
(ab)n=anbn |
(2×5)3=23×53 |
| Pangkat pada pembagian |
(ba)n=bnan |
(32)2=94 |
Untuk pembagian, penyebut tidak boleh 0.
Contoh penyederhanaan:
32×35=32+5=37
103108=108−3=105
(42)3=42×3=46
4. Jebakan Umum pada Operasi Pangkat
Aturan pangkat tidak boleh dipakai sembarangan.
Contoh yang sering salah:
23+22=25
Yang benar:
23+22=8+4=12
Pangkat dapat dijumlahkan pada perkalian dengan basis sama, bukan pada penjumlahan biasa.
Contoh lain:
32×42=(3×4)2=122
karena pangkatnya sama.
Namun:
tidak dapat langsung digabung menjadi (3×4)7.
5. Notasi Ilmiah
Notasi ilmiah digunakan untuk menulis bilangan sangat besar atau sangat kecil secara ringkas.
Bentuk umum notasi ilmiah:
dengan:
dan n adalah bilangan bulat.

Gambar: notasi ilmiah membuat bilangan sangat besar dan sangat kecil lebih mudah dibaca.
Contoh bilangan besar:
6.020.000=6,02×106
Contoh bilangan kecil:
0,00045=4,5×10−4
Cara cepat:
- jika koma digeser ke kiri, pangkat 10 bernilai positif;
- jika koma digeser ke kanan, pangkat 10 bernilai negatif;
- angka depan harus berada dari 1 sampai kurang dari 10.
Contoh bukan notasi ilmiah yang benar:
45×103
karena 45 tidak memenuhi 1≤a<10.
Bentuk yang benar:
45×103=4,5×104
6. Bentuk Akar
Akar kuadrat adalah kebalikan dari pangkat dua.
Contoh:
karena:
Tidak semua akar menghasilkan bilangan bulat.
Contoh:
2,3,5
adalah bentuk akar yang tidak dapat disederhanakan menjadi bilangan bulat.

Gambar: bentuk akar dapat disederhanakan dan penyebut akar dapat dirasionalkan.
7. Menyederhanakan Bentuk Akar
Untuk menyederhanakan akar, carilah faktor kuadrat sempurna.
Bilangan kuadrat sempurna:
1, 4, 9, 16, 25, 36, 49, 64, 81, 100,…
Contoh:
50=25×2
Karena 25=5, maka:
50=52
Contoh lain:
72=36×2=62
45=9×5=35
8. Operasi Bentuk Akar
Penjumlahan dan Pengurangan
Bentuk akar hanya dapat dijumlahkan atau dikurangkan jika akar sejenis.
Contoh:
32+52=82
73−23=53
Namun:
2+3
tidak dapat disederhanakan menjadi 5.
Perkalian
Untuk a≥0 dan b≥0:
a×b=ab
Contoh:
3×12=36=6
Contoh dengan koefisien:
25×32=610
Pembagian
Untuk a≥0 dan b>0:
ba=ba
Contoh:
218=9=3
9. Rasionalisasi Penyebut
Rasionalisasi penyebut adalah mengubah bentuk pecahan agar penyebutnya tidak memuat akar.
Contoh:
Kalikan pembilang dan penyebut dengan 3:
31×33=33
Nilainya tetap sama karena kita mengalikan dengan bentuk yang nilainya 1.
Contoh lain:
235
Kalikan pembilang dan penyebut dengan 3:
235×33=653
10. Simulasi yang Relevan
Gunakan simulasi berikut untuk menguatkan pemahaman:
Ringkasan
- an berarti perkalian berulang jika n bilangan bulat positif.
- a0=1 untuk a=0.
- a−n=an1 untuk a=0.
- Pangkat dijumlahkan pada perkalian dengan basis sama, bukan pada penjumlahan biasa.
- Notasi ilmiah berbentuk a×10n dengan 1≤a<10.
- Bentuk akar dapat disederhanakan dengan mencari faktor kuadrat sempurna.
- Bentuk akar sejenis dapat dijumlahkan atau dikurangkan.
- Rasionalisasi penyebut menghilangkan akar dari penyebut pecahan tanpa mengubah nilai pecahan.