Relasi dan Fungsi
1. Himpunan dan Relasi
Himpunan adalah kumpulan objek yang dapat ditentukan anggotanya dengan jelas. Contoh:
A={1,2,3}
B={2,4,6,8}
Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah aturan atau hubungan yang memasangkan anggota A dengan anggota B.
Contoh relasi:
- "setengah dari";
- "lebih kecil dari";
- "memilih kegiatan";
- "memiliki harga";
- "dipetakan menjadi dua kali bilangan asal".
Relasi dapat menghubungkan satu anggota ke satu anggota, satu anggota ke beberapa anggota, atau bahkan ada anggota yang tidak punya pasangan.
2. Fungsi sebagai Relasi Khusus
Fungsi adalah relasi khusus dari himpunan A ke himpunan B dengan syarat:
Setiap anggota domain dipasangkan dengan tepat satu anggota kodomain.
Artinya, setiap anggota di himpunan asal harus punya satu pasangan saja. Tidak boleh ada anggota domain yang punya dua pasangan berbeda.

Gambar: fungsi adalah relasi yang memasangkan setiap anggota domain tepat satu kali.
Perhatikan perbedaan berikut:
| Situasi |
Fungsi? |
Alasan |
| Setiap siswa memiliki satu nomor absen |
Ya |
setiap siswa tepat satu nomor |
| Satu siswa memilih beberapa ekstrakurikuler |
Tidak selalu |
satu siswa dapat punya lebih dari satu pasangan |
| Setiap bilangan dipetakan ke hasil kali dua |
Ya |
setiap bilangan punya satu hasil |
| Satu barang memiliki beberapa harga berbeda di toko yang sama |
Tidak |
satu barang punya lebih dari satu pasangan harga |
3. Domain, Kodomain, dan Range
Pada fungsi atau relasi dari himpunan A ke himpunan B:
- domain adalah himpunan asal;
- kodomain adalah himpunan tujuan;
- range adalah anggota kodomain yang benar-benar mendapat pasangan.

Gambar: range adalah bagian dari kodomain yang benar-benar terkena panah.
Contoh:
A={1,2,3,4}
B={2,4,6,8,10}
Jika aturan fungsinya adalah "dikali dua", maka:
1↦2,2↦4,3↦6,4↦8
Domainnya adalah:
{1,2,3,4}
Kodomainnya adalah:
{2,4,6,8,10}
Range-nya adalah:
{2,4,6,8}
Angka 10 ada di kodomain, tetapi bukan range karena tidak mendapat pasangan.
4. Cara Menyajikan Relasi dan Fungsi
Relasi dan fungsi dapat disajikan dalam beberapa bentuk. Bentuk yang umum digunakan adalah:
- diagram panah;
- himpunan pasangan berurutan;
- tabel;
- grafik pada bidang koordinat.

Gambar: satu fungsi dapat disajikan dengan pasangan berurutan, diagram panah, tabel, dan grafik.
Misalkan:
f(x)=2x+1
Untuk x=1,2,3, diperoleh:
f(1)=3,f(2)=5,f(3)=7
Pasangan berurutannya adalah:
{(1,3),(2,5),(3,7)}
Tabelnya:
| x |
f(x) |
| 1 |
3 |
| 2 |
5 |
| 3 |
7 |
Titik-titik grafiknya adalah (1,3), (2,5), dan (3,7).
5. Nilai Fungsi
Nilai fungsi adalah hasil yang diperoleh setelah nilai x dimasukkan ke aturan fungsi.
Contoh:
f(x)=2x+1
Jika x=3, maka:
f(3)=2(3)+1=7
Jadi, nilai fungsi untuk x=3 adalah 7.

Gambar: nilai fungsi dapat dihitung, ditulis dalam tabel, lalu digambar sebagai titik pada grafik.
6. Membaca Grafik Fungsi
Grafik fungsi menunjukkan hubungan antara nilai masukan x dan nilai keluaran y atau f(x).
Untuk membaca grafik:
- pilih nilai x pada sumbu mendatar;
- cari titik pada grafik yang sesuai;
- baca nilai y pada sumbu tegak;
- tulis pasangan berurutannya sebagai (x,y).
Jika grafik melalui titik (3,7), artinya saat x=3, nilai fungsi adalah 7.
7. Miskonsepsi yang Sering Terjadi
Beberapa kekeliruan yang perlu dihindari:
- Mengira semua relasi pasti fungsi. Padahal fungsi harus memenuhi syarat "tepat satu pasangan untuk setiap anggota domain".
- Mengira kodomain selalu sama dengan range. Padahal range hanya anggota kodomain yang benar-benar mendapat pasangan.
- Mengabaikan anggota domain yang tidak punya pasangan. Jika ada anggota domain yang tidak punya pasangan, relasi itu bukan fungsi dari domain tersebut.
- Membaca grafik hanya dari bentuk garisnya, tetapi lupa membaca pasangan titik (x,y).
8. Ringkasan
- Relasi adalah hubungan antara anggota dua himpunan.
- Fungsi adalah relasi khusus.
- Domain adalah himpunan asal.
- Kodomain adalah himpunan tujuan.
- Range adalah hasil yang benar-benar muncul.
- Fungsi dapat disajikan dengan diagram panah, pasangan berurutan, tabel, dan grafik.
- Nilai fungsi diperoleh dengan mengganti x sesuai nilai yang diberikan.