Teori Statistika
1. Apa yang Dipelajari dalam Statistika?
Statistika adalah cara mengumpulkan, menyusun, menyajikan, menganalisis, dan menafsirkan data. Pada kelas sebelumnya kamu sudah mengenal tabel, diagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran. Di kelas VIII, fokusnya adalah mengukur pemusatan data dan penyebaran data.

Pemusatan data menjawab pertanyaan, "Nilai apa yang dapat mewakili data ini?" Contohnya modus, median, dan rata-rata. Penyebaran data menjawab pertanyaan, "Seberapa jauh data ini menyebar?" Contohnya jangkauan, kuartil, jangkauan kuartil, dan simpangan kuartil.
2. Dari Data Mentah ke Informasi
Data mentah sering belum mudah dibaca. Misalnya data nilai kuis:
6,8,7,8,9,7,8,10,7,8
Langkah yang dapat dilakukan:
- Urutkan data dari yang terkecil ke terbesar.
- Buat tabel frekuensi jika ada nilai yang berulang.
- Sajikan dalam diagram jika perlu.
- Hitung ukuran pemusatan dan penyebaran.

Untuk data nilai kuis di atas, data terurutnya adalah:
6,7,7,7,8,8,8,8,9,10
Tabel frekuensinya:
| Nilai |
Frekuensi |
| 6 |
1 |
| 7 |
3 |
| 8 |
4 |
| 9 |
1 |
| 10 |
1 |
3. Modus
Modus adalah nilai yang paling sering muncul.
Pada data:
6,7,7,7,8,8,8,8,9,10
Nilai 8 muncul 4 kali, lebih sering daripada nilai lain. Jadi modusnya adalah 8.
Catatan penting:
- Sebuah data dapat memiliki satu modus.
- Sebuah data dapat memiliki lebih dari satu modus.
- Sebuah data juga dapat tidak memiliki modus jika semua nilai muncul sama banyak.
4. Median
Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan.
Jika banyak data ganjil, median adalah data tepat di tengah.
Contoh:
5,6,7,8,10
Ada 5 data, sehingga median adalah data ke-3, yaitu 7.
Jika banyak data genap, median adalah rata-rata dari dua data di tengah.
Contoh:
5,6,7,8,10,12
Dua data di tengah adalah 7 dan 8, sehingga:
median=27+8=7,5

Median sering berguna ketika ada data ekstrem, karena median tidak mudah tertarik oleh satu nilai yang terlalu besar atau terlalu kecil.
5. Rata-rata
Rata-rata atau mean diperoleh dengan menjumlahkan semua nilai data, lalu membaginya dengan banyak data.
xˉ=banyak datajumlah semua data
Contoh:
6,7,7,8,10
xˉ=56+7+7+8+10=538=7,6
Untuk data yang memiliki frekuensi, rata-rata dapat dihitung dengan:
xˉ=f1+f2+⋯+fkf1x1+f2x2+⋯+fkxk
Contoh:
| Nilai (x) |
Frekuensi (f) |
f×x |
| 6 |
1 |
6 |
| 7 |
3 |
21 |
| 8 |
4 |
32 |
| 9 |
1 |
9 |
| 10 |
1 |
10 |
Jumlah frekuensi adalah:
1+3+4+1+1=10
Jumlah hasil kali f×x adalah:
6+21+32+9+10=78
Jadi:
xˉ=1078=7,8

6. Data Ekstrem dan Pemilihan Ukuran Pemusatan
Data ekstrem adalah nilai yang jauh berbeda dari sebagian besar data. Data ekstrem dapat memengaruhi rata-rata dengan kuat.
Contoh data A:
70,72,73,75,76
Rata-rata data A:
xˉ=570+72+73+75+76=5366=73,2
Jika muncul data ekstrem 100, data B menjadi:
70,72,73,75,76,100
Rata-rata data B:
xˉ=670+72+73+75+76+100=6466≈77,7
Rata-rata naik cukup besar karena satu nilai ekstrem. Karena itu, saat menafsirkan data, jangan hanya melihat satu ukuran. Bandingkan rata-rata dengan median, modus, dan penyebarannya.

7. Jangkauan
Jangkauan adalah selisih antara data terbesar dan data terkecil.
jangkauan=data terbesar−data terkecil
Contoh:
154 cm,156 cm,158 cm,160 cm,168 cm
Data terbesar adalah 168 cm dan data terkecil adalah 154 cm.
jangkauan=168 cm−154 cm=14 cm
Jangkauan mudah dihitung, tetapi hanya memperhatikan dua nilai, yaitu nilai terbesar dan terkecil.
8. Kuartil
Kuartil membagi data terurut menjadi empat bagian yang sama banyak.
- Q1 disebut kuartil bawah.
- Q2 disebut kuartil tengah atau median.
- Q3 disebut kuartil atas.
Contoh data terurut:
60,64,66,70,74,76,78,80,84
Median atau Q2 adalah 74. Bagian bawah adalah 60,64,66,70, sehingga:
Q1=264+66=65
Bagian atas adalah 76,78,80,84, sehingga:
Q3=278+80=79

9. Jangkauan Kuartil dan Simpangan Kuartil
Jangkauan kuartil adalah selisih kuartil atas dan kuartil bawah.
jangkauan kuartil=Q3−Q1
Simpangan kuartil adalah setengah dari jangkauan kuartil.
simpangan kuartil=21(Q3−Q1)
Pada contoh sebelumnya, Q1=65 dan Q3=79.
jangkauan kuartil=79−65=14
simpangan kuartil=21×14=7
Ukuran ini membantu melihat sebaran bagian tengah data. Karena tidak memakai nilai paling kecil dan paling besar, jangkauan kuartil lebih tahan terhadap data ekstrem dibandingkan jangkauan biasa.
10. Membandingkan Dua Kelompok Data
Saat membandingkan dua kelompok, gunakan lebih dari satu ukuran.
Contoh:
- Kelompok A: 60,70,70,80,90
- Kelompok B: 65,68,70,72,75
Kedua kelompok memiliki median 70. Namun penyebarannya berbeda.
Kelompok A:
jangkauan=90−60=30
Kelompok B:
jangkauan=75−65=10
Artinya, kelompok A lebih menyebar, sedangkan kelompok B lebih rapat di sekitar pusat data.

Ringkasan
- Modus: nilai yang paling sering muncul. Berguna untuk melihat pilihan atau kategori yang dominan.
- Median: nilai tengah setelah data diurutkan. Berguna untuk mewakili data yang memiliki nilai ekstrem.
- Rata-rata: jumlah semua data dibagi banyak data. Berguna untuk melihat titik keseimbangan data.
- Jangkauan: data terbesar dikurangi data terkecil. Berguna untuk melihat rentang keseluruhan data.
- Kuartil: pembagi data menjadi empat bagian. Berguna untuk melihat posisi seperempat, tengah, dan tiga perempat data.
- Jangkauan kuartil: Q3−Q1. Berguna untuk melihat sebaran bagian tengah data.
- Simpangan kuartil: 21(Q3−Q1). Berguna untuk mengukur setengah sebaran tengah data.