Pembuktian teorema Pythagoras, mencari sisi segitiga siku-siku, segitiga siku-siku istimewa (30-60-90, 45-45-90), tripel Pythagoras, jarak dua titik di Cartesius (pengayaan).
Tujuan Pembelajaran (7)
M-D.12Menunjukkan kebenaran dan menggunakan teorema Pythagoras.
M-D.12.1Mengkaji bukti teorema Pythagoras sekaligus menyusun skema pembuktiannya.
M-D.12.2Mencari panjang sisi segitiga bersudut siku-siku memanfaatkan teorema Pythagoras.
M-D.12.3Menyandingkan sisi-sisi pada bentuk segitiga khas siku (30°-60°-90°, 45°-45°-90°).
M-D.12.4Menemukan bentuk tripel pemenuh teorema Pythagoras beserta kebalikannya.
M-D.12.5Memecahkan persoalan keseharian yang menyangkut penerapan teorema Pythagoras.
M-D.12.6Menetapkan jarak antar-titik pada koordinat Kartesius (sebagai pengayaan).
Teorema Pythagoras
Teorema Pythagoras menjelaskan hubungan panjang sisi-sisi pada segitiga siku-siku. Jika dua sisi yang membentuk sudut siku-siku panjangnya a dan b, lalu sisi miringnya c, maka:
a2+b2=c2
Gambar: luas persegi pada sisi miring sama dengan gabungan luas persegi pada dua sisi siku-siku.
Bab ini penting karena banyak masalah nyata dapat diubah menjadi segitiga siku-siku: tinggi tangga, diagonal layar, jarak terpendek, lintasan miring, sampai jarak dua titik pada bidang koordinat.
Dalam bab ini kamu akan belajar:
memahami makna a2+b2=c2 lewat luas persegi;
mencari panjang sisi miring atau salah satu sisi siku-siku;
mengenali segitiga siku-siku istimewa 45∘-45∘-90∘ dan 30∘-60∘-90∘;
menemukan dan memakai tripel Pythagoras seperti 3,4,5 dan 5,12,13;
memakai kebalikan teorema Pythagoras untuk mengecek apakah segitiga siku-siku;
menyelesaikan masalah sehari-hari;
memakai Pythagoras untuk menghitung jarak dua titik pada koordinat Kartesius sebagai pengayaan.
Gunakan tab Teori untuk memahami konsep, tab Soal untuk latihan, dan tab Jawaban untuk mengecek pembahasan langkah demi langkah.
Teori - Teorema Pythagoras
1. Segitiga Siku-Siku dan Sisi Miring
Teorema Pythagoras hanya berlaku langsung pada segitiga siku-siku, yaitu segitiga yang memiliki satu sudut 90∘.
Pada segitiga siku-siku:
dua sisi yang membentuk sudut siku-siku disebut sisi siku-siku;
sisi yang berhadapan dengan sudut siku-siku disebut sisi miring atau hipotenusa;
sisi miring selalu menjadi sisi terpanjang.
Jika sisi siku-siku adalah a dan b, serta sisi miring adalah c, maka:
a2+b2=c2
2. Mengapa Rumus Itu Benar?
Makna geometrisnya sederhana: buat persegi pada setiap sisi segitiga siku-siku. Luas persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas dua persegi pada sisi siku-siku.
Gambar: teorema Pythagoras dapat dibaca sebagai hubungan luas, bukan sekadar rumus.
Karena luas persegi dengan sisi s adalah s2, maka:
luas persegi pada a+luas persegi pada b=luas persegi pada c
atau:
a2+b2=c2
3. Mencari Panjang Sisi Miring
Jika yang dicari adalah sisi miring, jumlahkan kuadrat dua sisi siku-siku.
Contoh: sebuah segitiga siku-siku memiliki sisi siku-siku 6 cm dan 8 cm. Panjang sisi miringnya:
c2=62+82
c2=36+64=100
c=100=10
Jadi, sisi miringnya 10 cm.
4. Mencari Salah Satu Sisi Siku-Siku
Jika sisi miring dan satu sisi siku-siku diketahui, gunakan pengurangan.
Misalnya sisi miring c=13 cm dan salah satu sisi siku-siku a=5 cm. Sisi lainnya b:
a2+b2=c2
52+b2=132
25+b2=169
b2=169−25=144
b=12
Jadi, sisi siku-siku lainnya 12 cm.
5. Segitiga Siku-Siku Istimewa
Beberapa segitiga siku-siku punya perbandingan sisi yang sering muncul.
Segitiga 45∘-45∘-90∘
Segitiga ini memiliki dua sisi siku-siku sama panjang. Jika masing-masing sisi siku-siku s, maka sisi miringnya:
s2
Perbandingan sisinya:
1:1:2
Segitiga 30∘-60∘-90∘
Jika sisi terpendek adalah s, maka:
sisi di depan sudut 30∘ adalah s;
sisi di depan sudut 60∘ adalah s3;
sisi miring adalah 2s.
Perbandingan sisinya:
1:3:2
6. Tripel Pythagoras dan Kebalikannya
Tripel Pythagoras adalah tiga bilangan bulat positif yang memenuhi:
a2+b2=c2
Contoh:
3,4,5 karena 32+42=52;
5,12,13 karena 52+122=132;
8,15,17 karena 82+152=172;
7,24,25 karena 72+242=252.
Kebalikan teorema Pythagoras juga penting:
Jika tiga panjang sisi a, b, dan c dengan c sisi terpanjang memenuhi a2+b2=c2, maka segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku.
Contoh: apakah sisi 9, 12, dan 15 membentuk segitiga siku-siku?
92+122=81+144=225
152=225
Karena hasilnya sama, segitiga itu siku-siku.
7. Penerapan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Teorema Pythagoras sering dipakai untuk mencari jarak miring atau diagonal.
Contoh: sebuah tangga bersandar pada tembok. Kaki tangga berjarak 1,5 m dari tembok, dan ujung tangga mencapai ketinggian 2 m. Panjang tangga:
c2=1,52+22
c2=2,25+4=6,25
c=2,5
Jadi, panjang tangga 2,5 m.
8. Pengayaan: Jarak Dua Titik di Koordinat Kartesius
Jarak dua titik dapat dihitung dengan membuat segitiga siku-siku dari selisih koordinat x dan selisih koordinat y.
Jika titik A(x1,y1) dan B(x2,y2), maka:
d=(x2−x1)2+(y2−y1)2
Contoh: jarak antara A(1,2) dan B(7,10).
Selisih x:
7−1=6
Selisih y:
10−2=8
Jarak:
d=62+82=100=10
Ringkasan
Teorema Pythagoras berlaku pada segitiga siku-siku.
Rumusnya a2+b2=c2, dengan c sebagai sisi miring.
Untuk mencari sisi miring, jumlahkan kuadrat dua sisi siku-siku.
Untuk mencari sisi siku-siku, kurangkan kuadrat sisi miring dengan kuadrat sisi yang diketahui.
Tripel Pythagoras adalah tiga bilangan bulat yang memenuhi teorema ini.
Kebalikannya dapat dipakai untuk mengecek apakah segitiga siku-siku.
Jarak dua titik di koordinat dapat dihitung dengan Pythagoras.