Capaian Pembelajaran — Matematika Fase E
Fase E adalah fondasi matematika SMA. Peserta didik sudah membawa kemampuan dari Fase D (SMP), dan pada fase ini mulai dihadapkan dengan konsep yang lebih abstrak: fungsi sebagai objek matematis, pertumbuhan eksponen, trigonometri sebagai alat pengukuran, dan analisis data yang lebih kaya.
Penekanan Fase E bukan pada banyaknya teknik hitung, melainkan pada kemampuan memilih representasi, menafsirkan konteks, dan mengkomunikasikan kesimpulan secara matematis.
Bilangan
Peserta didik memahami bilangan berpangkat bulat dan pangkat rasional, bentuk akar, serta hubungannya. Mereka dapat menyederhanakan bentuk eksponen dan akar, menggunakan sifat-sifatnya, dan menerapkan eksponen dalam konteks pertumbuhan dan peluruhan. Barisan aritmetika dan barisan geometri diperkenalkan sebagai pola bilangan, beserta konsep deret dan aplikasinya (misal bunga tunggal dan bunga majemuk).
Aljabar
Fungsi eksponensial dan fungsi kuadrat menjadi pengantar konsep fungsi sebagai objek utuh — bukan hanya "kotak input-output". Peserta didik dapat membaca grafik, menentukan titik potong, titik puncak, dan asimtot, serta menafsirkan maknanya dalam konteks. Sistem persamaan dan pertidaksamaan linear dua atau tiga variabel diselesaikan dengan berbagai metode (eliminasi, substitusi, grafik, matriks sederhana), dan diterapkan pada masalah optimasi sederhana.
Geometri
Perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku diperkenalkan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah pengukuran tidak langsung. Peserta didik memahami nilai sinus, cosinus, dan tangen pada sudut-sudut istimewa, serta mampu memilih perbandingan yang tepat untuk situasi yang diberikan.
Analisis Data dan Peluang
Peserta didik dapat merepresentasikan data dalam diagram titik, histogram, dan boxplot, lalu menafsirkan bentuk distribusi, pemusatan, dan penyebarannya. Konsep peluang klasik dan relatif diperdalam, termasuk peluang dua kejadian (gabungan dan irisan), yang dibangun di atas fondasi Fase D.
Catatan: narasi disusun sebagai pengantar pedagogis untuk platform simu.konsep.com. Bukan salinan dokumen Kurikulum Merdeka resmi — setiap elemen diparafrase dan ditata ulang agar ramah eksplorasi mandiri.