Capaian Pembelajaran — Seni Teater Fase F
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu merancang atau memproduksi teater orisinil dengan sentuhan baru berdasarkan tema remaja/isu kekinian atau, menganalisis dan mengevaluasi karya sendiri dan karya profesional yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas estetik digunakan dalam menyampaikan maksud, ide-ide ekspresif, serta makna. Melalui proses kreatif, pada akhir fase, peserta didik mampu merancang atau memproduksi pertunjukan teater dengan variasi genre teater, tata artistik dan teknologi yang telah dipelajari. Melalui pengalaman ini, peserta didik diharapkan tidak hanya peka terhadap kondisi lingkungan yang dihadapi, tetapi juga mampu berpikir kritis dalam melihat dan menyampaikan sebuah karya, serta berpikir kreatif dalam memanfaatkan media, teknologi serta sumber daya yang tersedia di sekitarnya untuk menyampaikan pesan melalui Seni Teater.
Elemen Berpikir dan Bekerja Secara Artistik (Thinking Artistically)
Peserta didik mampu mengeksplorasi, merancang, memproduksi, memainkan, beserta mengkritisi konsep tata artistik panggung dengan kerja ansambel untuk melatih tanggung jawab atas peran masing-masing dalam pertunjukan.
Elemen Mengalami (Experiencing)
Peserta didik mampu menjalani latihan olah tubuh dan vokal sebagai dasar keaktoran untuk penguasaan gerak tubuh dan ekspresi membaca dialog atau naskah, eksplorasi bahasa tubuh, wajah, dan suara untuk menunjukkan kepekaan terhadap persoalan sosial, serta observasi-fokus-konsentrasi pada perwatakan tokoh.
Elemen Merefleksikan (Reflecting)
Peserta didik mampu mengevaluasi kekuatan dan kelemahan karya seni sendiri atau orang lain, menganalisis karya produksi seniman profesional dengan menggunakan terminologi teater.
Elemen Menciptakan (Creating)
Peserta didik mampu menciptakan penokohan baru dan naskah original, merancang pertunjukan sederhana dengan konsep pertunjukan orisinil atau adaptasi, serta menciptakan naskah drama dan pertunjukan.
Elemen Berdampak (Impacting)
Peserta didik mampu menerapkan pertunjukan teater kreatif berdasarkan manajemen produksi dan mengevaluasi pertunjukan sesuai kaidah manajemen produksi pertunjukan dengan kritis dan mandiri.