161 Kabupaten Bandung: Pesona Wilayah, Budaya, dan Ekonomi Lokal
kabupaten-bandung-pesona-wilayah-budaya.thumb.jpg

161 Kabupaten Bandung: Pesona Wilayah, Budaya, dan Ekonomi Lokal

Free

Slide profil 161 Kabupaten Bandung: cekungan Bandung, sejarah berdiri 1641, jiwa Sunda, semboyan Sabilulungan, ikon wisata, cita rasa lokal, pertanian, manufaktur, peternakan, dan pariwisata.

Kategori
Geografi · Profil Wilayah dan Kabupaten
Jenjang
SMA · Kelas 12

Daftar File (1)

📕
Slide 161 Kabupaten Bandung: Pesona Wilayah dan Budaya
kabupaten-bandung-pesona-wilayah-budaya.pdf · 28.8 MB · 14 hal · application/pdf
Deskripsi

161 Kabupaten Bandung: Pesona Wilayah, Budaya, dan Ekonomi Lokal

Materi ini berisi slide profil 161 Kabupaten Bandung di Jawa Barat. Kontennya merangkum kondisi wilayah, topografi cekungan Bandung, sejarah berdiri, budaya Sunda, semboyan daerah, ikon wisata, cita rasa lokal, serta sektor ekonomi yang membentuk identitas Kabupaten Bandung.

Kabupaten Bandung dapat dibaca sebagai contoh wilayah dataran tinggi yang kuat secara agraris, budaya, dan pariwisata. Bentang alam vulkanik, kawasan teh, peternakan sapi perah, industri tekstil, dan destinasi wisata alam menjadi bagian penting dalam memahami hubungan antara kondisi geografis dan kegiatan masyarakat.

Apa yang ada di slide

Bagian Isi utama
Wilayah dan topografi Cekungan Bandung, wilayah dataran tinggi, pegunungan vulkanik, suhu sejuk, dan curah hujan tinggi.
Sejarah daerah Kabupaten Bandung berdiri pada 20 April 1641 melalui Piagam Sultan Agung, dengan perkembangan pusat pemerintahan hingga Soreang.
Jiwa Sunda Wayang golek, ketuk tilu, pencak silat, sisindiran, dan nilai gotong royong.
Filosofi Sabilulungan Nilai persatuan, landasan moral pembangunan, dan motto Repeh Rapih Kerta Raharja.
Ikon wilayah Stadion Si Jalak Harupat, Gedung Sabilulungan, Jembatan Kuning Kamojang, Monumen Perjuangan Sabilulungan, Situ Patenggang, Rancabali, Situ Cisanti, dan Gunung Puntang.
Cita rasa lokal Borondong Majalaya, bandrek, strawberry Ciwidey, opak, susu murni Pangalengan, dan kopi Malabar.
Ekonomi lokal Pertanian dataran tinggi, manufaktur tekstil/garmen, peternakan sapi perah, pariwisata alam, dan kerajinan.

Cara pakai materi ini

  • Studi wilayah: gunakan slide untuk mengidentifikasi unsur fisik, sosial, budaya, dan ekonomi Kabupaten Bandung.
  • Diskusi pengembangan wilayah: minta siswa menilai bagaimana topografi pegunungan dan dataran tinggi memengaruhi pertanian, peternakan, wisata, dan permukiman.
  • Analisis potensi daerah: bandingkan sektor pertanian, manufaktur, peternakan, dan pariwisata sebagai basis ekonomi lokal.
  • Kajian budaya lokal: gunakan bagian Jiwa Sunda dan Sabilulungan untuk membahas kearifan lokal serta identitas daerah.

Fokus pembelajaran

Materi ini menekankan hubungan antara bentang alam, sejarah daerah, budaya lokal, dan pembangunan ekonomi. Kabupaten Bandung menunjukkan bagaimana wilayah dataran tinggi dapat berkembang melalui kombinasi sumber daya alam, tradisi masyarakat, industri, pariwisata, dan penguatan identitas lokal.

Topik kurikulum

Materi ini relevan untuk:

  • SMA Geografi Fase F (Kelas XII) - bab Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Pengaruhnya terhadap Kebahagiaan, terutama kajian karakteristik wilayah, potensi daerah, desa-kota, dan pengembangan wilayah.
  • SMA Geografi Fase F (Kelas XII) - bab Pembangunan Wilayah, Revolusi Industri, dan Pengaruhnya terhadap Ruang Muka Bumi dan Kesejahteraan, terutama ketika membahas pembangunan wilayah berbasis sektor ekonomi lokal.